All about Tanah haram

sengaja lama…aku tidak menulis lagi…agar suasana kangen…aku dapatkan kembali…dan ternyata …suasana itu aku dapatkan sekarang…kangen!

kerinduan menghentak…pa lagi leni…shohib kentalku sekarang lagi umroh…wuih….mantab…semakin  kangen aku dengan tanah haram….

kali ini saya ingin berbagi …all about tanah haram…Mekah al mukaromah…

dari beberapa litaratur yang aku baca…kota mekah ini mempunyai beberapa nama…diantaranya adalah al balad,bakkah,ada juga  yang menyebutnya ummul Quro..dan yang paling terkenal adalah mekah al mukaromah…

di kota inilah Rosululloh SAW lahir…

teringat sebuah syair  nasyid yang menggambarkan suasana saat Rosululloh saw.lahir..

Terpadam api biara majusi..

Runtuhlah istana kisra parsi

Mekah di terangi cahya putih..

tanda lahir nabi anak yatim…

anak yatim anak yang mulia

di lindungi Alloh setiap masa..

menginjakkan kaki ke kota mekah…adalah pengalaman yang luar biasa yang menjadi mimpi dan cita cita sebagian besar muslim…

yah…karena di sinilah kita bisa menginjakkan kaki di tanah di mana Rosululloh dan para sahabtnya juga pernah mengijakkannya…

rasa rindu…jelas…karena sedari kecil kita di kenalkan…tentang kiblat….dan ketika menginjakkan kaki ke sana kita melihat arah kiblat…kita melihat sebuah tempat yang semua muslim…bahkan seluruh alam ini menghadapkan wajahnya ke arah kiblat…

melihat sebuah tempat yang mulia dan di mulyakan…

dan ketika doa itu meluncur…perasaan mengharu biru pun datang begitu saja…

“Allumma Zid…hadal baita…tasyrifan…takdziman..wa takriman wa mahabbatan…

biasanya air mata akan mengalir deras…begitu melihat ka bah…kenapa…ka’bah begitu mulia…ternyata karena orang-orang yang datang semua mendoakan kemulyaan bagi baitulloh dan yang mengunjunginya…

pantaslah jika ternyata Alloh menjadikan kota mekah ini sebagai tanah haram sejak penciptaan langit dan bumi…bahkan hingga hari kiamat….(hr.bukhari muslim)

bahkan Rosululloh saw sendiri pernah bersabda..negeri mekah ini adalah negeri yang beliu cintai…dan jika para penduduknya dulu tdk mengusir beliau niscaya beliaupun tak pernah meninggalkannya…

yang ebih menakjubkan lagi adalah sabda beliau yang “‘sholat di masjidil haram ini kedudukannya melebihi sholat 100 rb kali sholat di masjid yang biasa…”

masuk ke masjidil haram…yang aku rasakan adalah kemegahan yang luar biasa…bangunannya super besar…kalo di lihat di denah masjidil haram di dekat bab king abdul aziz…pintunya ada 95 pintu dengan 4 pintu utama…yaitu pintu king abdul aziz, pintu king Fath,pintu umroh dan pinntu king fad

kondisi terakhir per januari 2011…ketika berda di kabah kita bisa elihat menara zam-zam tower…sebuah menara hotel yang tingginya justru melebihi tinggi ka’bah…di menara itu terdapat jam besar…yang ketika berda di kota mekah dari sudut manapun akan terlihat menara itu…

melihat kabah dengan kemulyaannya dari dekat sebuah kenikmatan yang luar biasa…semua orang seolah tertuju ke kabah…berzikir…berputar…bahkan sebetulnya ini adalah pusaran dunia…

di salah satu sudut di bagian tenggara ka’bah ada sebuah sudut di mana semua orang yang melewatinya melambai seraya mengucapkan..”Bismillah iAllohu akbar”…yah sudut itulah yang di sebut dengan sudut hajar aswad…tempat di mana semua orang yang mau me mulai dan mengakhiri  thowaf…

sebuah sisi di bagian sudut tenggara inilah letak batu yang bernama hajar aswad…batu ini di tanam di sebuah cerukan yang di lingkari tembaga putih…di jaga oleh seorang askar yang bertugas mengawasi…maklum…di sudut inilah banyak terjadi tragedi…karena semua ingin mencium hajar aswad…

banyak sekali riwayat yang menyebutkan bahwa asal muasal batu ini adalah dari syurga…sehingga berwarna putih bersih…lebih putih dari susu…tetapi…karena dosa manusia yang menyentuhnya maka batu ini menjadi hitam legam…(hr.tirmidzi)

Rosululloh sendiri telah mengajarkan kepada kita tentang cara mengagungkan hajar aswad…jika kita sedang melakukan thowaf jika kita memungkinkan maka ciumlah ia…jika tidak maka usaplah…dan jika keadaanya tidak memungkinkan maka dengan memberi isyarat itu sudah cukup baginya…

keharuan akan terasa manakala kita memahami esensi dari ibadah yang kita lakukan…bahwa ketika kita menciun hajar aswad itu semata-mata karena Roslulloh pernah melakukannya…sehingga tatkala kita bisa mencium atau mengusapkannya…maka kita telah melakukan sunah…kita telah menempelkan bibir kita di tempat di mana Rosululloh juga pernah menempelkan bibirnya di sana…kita telah mengusap dg tangan kita…di mana Rosulullopun pernah mengusapkan tangannya di sana…

di sebelah barat daya di sisi kabah…ada juga sudut di mana sebagian dari jamaah yang thowaf juga melambai sebagai mana melambaikannya saat berada di sudut hajar aswad..sisi ini di sebut rukun Yamani…mendapat nama rukun yamani karena sisi ini jika di luruskan akan searah dengan yaman.

kenapa sebagian saja yang melambai?

karena ada beberapa yang meyakini bahwa yang di sunahkan ketika melewati sisi rukun yamani ini adalah mengusapnya saja…tanpa menciumnya…

nah…jangan di tiru ya…karena biasanya orang-orang dari india,suriah,,,dsb…suka euporia tak terkendali…mereka suka mengusap-usapkan sajadah..kerudung dsb…

nah…kita nih yang sedang thowaf…ketika melintasi rukun yamani dan hajar aswad..yang di sunahkan adalah berdoa “Robbana atinna Fiddunya hasnah…wa fil akhiroti khasanah wakinna adzabannar…”

setelah melintasi sisi hajar aswad…kita akan menemui satu sis yang tak kalah takjubnya..sebuah sisi di mana semua air mata di pastikan akan tmpah…karena tak ada seorangpun di sisi ini yang tak mengucurkan air mata…sebuah sisi yang mengandung daya tarik yang sangat luar biasa…

sisi ini di sebut sisi MUltazam…sebuah sisi yang letaknya antara sisi hajar aswad dan pintu ka bah.sebetulnya sunahnya adalah menempelkan dada,wajah dan tangan dari siku sampai ke jari-jari tangan sambil berdoa sesuai dengan kebutuhkan kita…karena di sisi multazam inilah tempat diijabahnya doa…

namun…jika kondisi kita tak memungkinkan untuk menempelkan dada,pipi dan menggelantungkan tangan kita di sisi multazam ini…biasanya para jamaah akan mengambil posisi…di mana jika di tarik sebuah sudut kita akan sejajar dengan sisi multazam…

dari sisi multazam…jika kita bergerak lagi ke arah utara… saat thowaf…maka kita akan menjumpai sebuah bangunan menyerupai sebuah pagar berwarna putih… setinggi leher orang indonesia..yang berbentuk setengah lingkaran…bangunan ini di sebut hijr ismail…sebuah banguan yang oleh rosululloh di sabdakan…”barang siapa yang menginginkan sholat di dalam ka bah maka sholatlah di hijr ismail karena hijr ismail itu adalah bagian dari ka’bah…

oleh sebab itu…jika kita thowaf…maka thowaflah di belakang hijr ismail…jadi…kalo kita pengin masuk dan sholat di hijr ismail…selesaikanlah dulu thowaf 7 putaran baru sholat di hijr ismail…

ehm…jangan salah sangka ya…penamaan hijr ismail ini sebenarnya adalah saat kaum qurish meluaskan banguanan ka’bah…tetapi mereka mengurangi dananya sehingga mereka tidak tidak menyempurnakan bangunan hijr sebagimana pondasi saat nabi ibrahim…sehingga…bangunan hijr tidak sempurna seperti saat ini…dan salah satu akibatnya ya penamaan hijr ismail seperti sekarang ini..lebih berbahaya lagi adalah sebagian dari kita meyakini bahwa ismail dan hajar di makamkan di sini…nah…ini sangat fatal dan sangat tidak berdasar…

o.k.lanjut ya…

di depan agak serong 90 derajat dari sisi hijr ismail ada sebuah bangunan seperti qubah kecil…namanya MAQAM ibrahim…maqom ibrahim ini juga bukan makamnya nabi ibrahim ya…melainkan tempat di letakkannya batu tempat berpijaknya nabi ibrahim saat beliau membangun ka bah.

batu ini di sebut juga yakut yang bersal dari syurga…yang ketika di pijak oleh nabi ibrahim batu ini bisa naik dan turun…

nah…bagi kita para jamaah haji dan umroh..setelah melakukan thowaf…sunahnya adalah sholat dua rakaat di belakang maqom ibrahim.

nah salah satu rukun haji dan umroh diantaranya adalah sa’i (berlari lari kecil 7x) antara bukit sofa dan marwa…

di tempat inilah dahulu tinggal nabi ibrahim dan keluarganya…

Dan demi menjalannkan perintah alloh nabi ibrahim rela meninggalkan anak dan istrinya di padang pasir yang gersang dan gudul…tak ada sumber air …tak ada tanaman…

dan tat kala hajar kehabisan bekal…sementara air susunya pun tak keluar…beliau tak putus asa dan tak pernah menyalahkan takdir…

beliau mempunyai keyakinan yang kuat bahwa Alloh yang maha Rohim…tak akan pernah menyia-nyiakan hamba-hambanya yang taat…sehingga…tanpa kenal putus asa beliau bolak balik antara sofa dan marwa,…hingga datanglah malaikat jibril yang menhentakkan kakinya ke tanah dan memancarlah sumber mata air yang yak pernah kering meski di ambil oleh jutaan manusia sepanjang ribuan tahun lamanya.

peristiwa,..fatawaqal alalloh inilah yang di kenang sepanjang tahun…selama ribuan tahun oleh jutaan manusia…

beribu orang ingin kesana..beribu keberkahan di limpahkan oleh  Alloh bagi yang mengunjunginya…

labaik Allohumma labaik….labaik la syarika laka labaik…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s