Astagfirulloh

Perjalan haji ini memang unik…selalu menyimpan banyak kenangan dan cerita penuh hikmah…

meski satu pesawat…satu pondokan…bahkan meski pulang pergi bersama…hikmahnya selalu berbeda…

Seperti cerita salah seorang ibu di majelis taklimku…
waktu itu sekitar 12 tahun yang lalu…
beliau bersama suaminya mendapat panggilan ke tanah suci…

semua mereka persiapkan dengan cermat…dari walimatul safar…bekal anak-anak…sampai ke perbekalan ynag mereka butuhkan selama di tanah suci…Alhamdulillah tidak ada halangan sama sekali…hingga di suatu malam…

di asrama haji bekasi…
di tegah kesibukan petugas yang mengurusi beratus-ratus jamaah dalam satu malam…

tiba-tiba ada seorang petugas memanggil namanya…”di mohon kepada ibu Rohyati dan Bapak Ridwan untuk segera menemui panitia penyelenggara ibadah haji”

“Ada apa yah…” tanya bu rohyati pada suaminya… mereka berpandangan…
segera mereka ke tempat petugas.. Ada apa pak? tanya mereka berdua kepada petugas

“pak…bu.. yang sabar yah…kami mohon maaf sekali..keberangkatan bapak dan ibu harus kami tunda…”kata petugas asrama dengan sangat hati-hati.

Loh memangnya …kenapa….??? kata mereka penuh tanda tanya…
“Ehm…begini pak…sampai dengan malam ini…kami belum menemukan paspor bapak ada di mana?” dengan hati-hati mereka menjelaskan kepada pasutri yang terlihat wajahnya pias…antara bingung… sedih..marah…bahkan…malu…jadi satu

“Ha…paspornya nggak ada…???” yang bener nih…jangan main-main nih…”kata pak Ridwan dg nada yang tinggi…
“astagfirulloh al adzim…”kata bu rohyati sambil terduduk..
kakinya terasa lemas…peresendiannya terasa lunglai…

“Ya Alloh…dosa apakah gerangan kami..sejauh ini semuanya lancar….tapi kenapa justru malam ini

…di saat- saat…kami sudah merasa akan menjadi tamuMU…engkau memberikan kejutan yang luar biasa…”

terlihat dari kejauhan…
di sebuah kursi mereka suami istri itu berpelukan…mkenagis bersamaan…

mencoba instrospeksi…ada apa gerangan di balik peristiwa ini…
tak bisa mereka bayangkan…

jika mereka harus pulang malam itu…
apa kata para tetangga…padahal mereka sudah berpamitan…bertangisan…

bukan itu saja…
mereka juga masih bingung…bagaimana harus berdamai dengan perasaan mereka…

rindu bertamu ke baitulloh sudah mereka pendam sudah sangat lama…kerinduan itu sudah sangat luar biasa…bertahun-tahun menabung hanya untuk bisa sampai ke baitullloh…mereka sebut kerinduan itu dalam setiap doa dan helaan nafas…namun…

kenapa justru setelah di ujung…impian itu seolah menjauh…
apa sebetulnya skenario alloh untuk mereka????

pertanyaan-pertanyaan terus berkecamuk dalam hati mereka…
terpekur mereka berdua dalam lantunan doa yang panjang dan syahdu…
mereka berusaha memahami…apa magsud Sang Kuasa terhadap mereka…
hingga…

tiba-tiba pak Ridwan setengah berteriak memanggil istrinya…
“Mah…mah…jangan-jangan karena dosa kita sama anak-anak mah…”
“dosa dengan anak-anak?maksud papah apa?”kata bu rohyati heran…

“Iya…pan mamah mah dari dulu suka gini ke anak-anak…ayo anak-anak mau ikut nggak…cepat mandi…kalo nggak mandi nanti mamah tinggal ya…”

“mungkin perasaan anak-anak kita sakit hati mah..”
“sakit hati?”tanya bu rohyati belum memahami maksud suaminya…
“iya …sakit hati…coba mamah bayangin….”

mereka mah buru-buru mandi…di kira mau diajakin pergi eh…gak taunya setelah mandi kita nggak ke mana-mana….

jelas pak Ridwan…
oh…iya yah..pah…pan kita juga nggak tahu…kita nggak berangkat kenapa…siapa tahu papah benar…”sambil mengusap air mata bu rohyati mulai n=menata hatinya…

“Astagfirulloh…jadi bagaimana pah…”tanya bu rohyati
“yah kita mohon ampun saja sama Alloh…jika benar karena itu…kita mohon ampun …”kt suaminya berusaha mentramkan…

sepertinya…hati mereka berdua mulai tertata…
segera mereka berdua beristigfar…

ya Robb…seandainya kerena kesalahan hamba terhadap anak-anak…hamba mohon ya Rob…ampuni kami…

anak-anak…meski kalian tak bisa mendengar langsung persasaan mamah dan papah(waktu itu belum ada HP)…tapi…maafkan kami…kami tak bermagsud membuat kalian semua kecewa…mamah salah…harusnya bukan-di takut-takuti untuk di tinggal…

jika kalian sakit hati…ya alloh…engkau maha kuasa membolak-balikkan hati manusia…ikhlaskan anak-anak terhadap kesalahan yang kami perbuat kepada mereka…hamba hanya ingin…mereka menjadi anak-anak yg sholeh…taat kepaadamu dan taat kepadaku…”

Subhanalloh…
belumlah kering air mata mereka…belumlah kering lidah mereka melantunkan doa…Alloh maha berkehendak…

tiba-tiba…
ada panggilan dari petugas
“bu Rohyati dan bapak ridwan di harap ke panitia”
tergopoh-gopoh mereka ketempat panitia

wajah cerah petugas sudah menggambarkan ada kabar baik buat mereka…
“bapak Ibu…alhamdulllah…paspor bapak dan ibu kami temukan…terselip di buku kesehatan salah satu jamaah bu…”

maafkan ketedoran kami…”kata petugas berusaha menjelaskan

Alhamdulillah…serempak mereka berdua bersyukur…bersujud…beristigfar…memuji semua kebesaran sang kuasa….

LA BAIK ALLOHUMMA LA BAIK…LA BAIK LA SYARIKA LAKA LABBAIK…

Aku penuhi panggilanmu ya Robb…

nb : seperti di tuturkan oleh ibu juariya saefuddin…

love u bu…kapan kita ngaji lagi….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s