Biarkan Alloh yang akan menjaganya

Meski sudah satu tahun berlalu, tetapi ketika aku membacanya kembali, tak terasa butiran air mata ini pun tak terasa mengalir deras di sudut sudut mataku,

semoga bermanfaat bagi mereka yang berangkat haji tahun ini,

karena,

Tidak ada perjalanan ibadah  yang penuh bercucuran air mata seperti ibadah haji,

bukan cuma perjuangan untuk memperoleh porsi saja yang bercucuran air mata.ketika menjelang keberangkatan..ketika pelaksanaan ibadah bahkan ketika kembalipun sama, selalu bercucuran air mata

menjelang keberangkatan hajiku pun,

tak luput dari cucuran air mata.

aku adalah  orang perantauan,jauh dari kampung halaman,dulu ibuku pun merantau,jauh dari sanak keluarga,

sementara suamiku, kedua orang tuanya sudah tiada,semua adik adiknya juga merantau,jauh di pulau sumatra.

intinya aku dan suamiku ini jauh dari sanak keluarga.

keluarga kami yang terdekat adalah tetangga dan teman-teman pengajian rutin kami.

sementara kami berangkat dengan meninggalkan  anak anak yang relatif masih kecil kecil.

yang pertama kakak ilham 11 th

yang kedua mba najwa 5 th

yang ke tiga adik tsaqila 1 th

berat sebetulnya.

apa lagi kami ini berangkat degan haji reguler, yang waktu ibadah hajinya 41 hari,

sementara,kerabat yang dekat/keluarga yang dekat tak ada satu pun yang bisa menjaga anak-anak kami,

satu satunya yang dekat hanya ibu dan adikku perempuan.

ibuku?

he…he…beliau ini aktifis sosial sejati

meski beliau sudah pensiun jadi PNS…tetapi beliau ini di minta untuk menjadi kepala sekolah di SDIT di dekat rumahnya…..dengan jadwal beliau yang cukup padat…sepertinya menjadi sulit bagiku untuk memintanya menjaga anak-anak kami…

sementara adikku…selain anak-anak nya yang masih kecil..ia juga masih  terikat akan pekerjaanyya…

sampai menjelang 10 hari keberangkatnnku…aku masih belum tahu…kepada siapa anak2ku aku titipkan…

rencana awalnya sebetulnya menambah khodimah lagi…(pembantu baru)untuk menemani khodimah yang lama…..tapi dengan waktu yang sangat mepet…amat riskan menitipkan kepada orang yang belum di kenal…

semakin dekat…semakin membuat kepalaku nyut nyut kalo memikirkannya…

apalagi kalo kami manasik..atau ada tetangga yang berkunjung ke rumah kami..”.nanti anak anak sama siapa?

sama eyangnya yah…?”

he…he..selalu kami menjawab  ” iya…insya Alloh….Aamiin…”

padahal…kami sampai dengan detik itu masih belum tahu…kepada siapa kami serahkan tanggung jawab mengasuh selama kami di tanah suci…

ini baru satu persoalan…

belum persoalan persoalan yang lainnya…semakin dekat dengan hari keberangkatan…semakin banyak sekali yang harus kami selesaikan…

hingga pada suatu hari aku mendapat sms dari sahabatku…

“mba…ke kantor sygma yah…nanti siang jam satu…ikutan training EFT(Emosinal freedom tehnik),mudah mudahan ada gunannya…”

siang itu…berangkat dari keyakinan bahwa  ilmunya pasti bermanfaat ….

aku mengikuti taining EFT

alhamdulillah…satu sikap positif yang aku dapatkan…IKHLAS…Pasrahkan semuanya kepada Alloh…Karena alloh maha kuasa atas segala sesuatu…

keyakinan ini aku hujamkan dalam dalam di dalam hatiku…sambil ku coba “tapping” dan afirmasi kelancaran ibadah hajiku….

dan tangan tangan Alloh pun mulai bekerja,

kepalaku sudah tidak nyut nyut lagi,

satu persatu aku mulai menyelsaikan urusanku,

di suatu pagi,

aku menlpon ibuku tanpa berkata-kata..

“hue….hue….”hanya menangis saja seperti anak kecil yang meminta premen kepada ibunya,sebuah perbuatan yang tidak pernah aku lakukan sebelumnya,

hingga ibuku keheranan dan jadi ikut menagis,

dan subhanalloh…memang ibulah yag paling mengerti kita anak-anaknya…

rupanya meski aku tak bicara tapi beliau mengerti maksudku…

“o.k….o.k..”.begitu kata beliau

nanti ibu coba bicara dengan ketua yayasan,

apakah ibu bisa cuti juga selama 2 bulan,

kamu sekarang berdoa saja yah mudah mudahan yayasan mengijinkannya.

subhanalloh Alhamdulillah…

sebuah titik terang terjawab sudah,

mencoba menata satu demi satu…

ku susun semua prosedur pengobatan darurat…

obat-obatan untuk anak anak….cara pemeberian dan waktunya aku tulis…ku tempelkan di kulkas..cek list( v)

spp dan catring sekolah anak anak…cek list (V)

jual beli hutang piutang…di coba di selesaikan…cek list (V)

pesenan yang tertunda…memohon keikhlasan kepada custamer…untuk menunggu hingga aku pulang atau di batalkan…. cek list (V)

terakhir yang harus aku lakukan adalah…menuliskan surat wasiat untu adikku dan untuk anak-anakku…

hemmm…surat wasiat  pertama untuk adikku…

ini penting…

sebab dialah yang aku percaya ntuk mengurus pendidikan anak-anakku…

jika mungkin Alloh mentakdirkan aku tak kembali ke tanah air….

ini kutipan surat wasiatnya…

Aslmkm….

untuk adikku apri

pri…maafkan kesalahan mba dan mas ya…kalo kamu baca surat ini berarti mba dan mas sudah berada di tempat yang tenang…

nitip keponakanmu yah…didik baik baik…seperti kamu mendidik anak-anakmu…

kamu satu satunya adik yang mba percaya bisa mendidik anak anak mba dengan baik…karena kamu yang paling tahu seperti apa mba mendidik anak anak mba…

bimbing mereka untuk saling mengasihi satu sama lain…

jadikan mereka anak anak yang mandiri dan religius…

supaya mereka bisa menjadi pemimpin orang orang yang bertaqwa…

mba percaya kamu bisa…

sekali lagi maaf kan mba ya…karena telah memberimu beban yang berat…tapi mba yakin kamu bisa…

sampaikan rasa terimakasih kami kepada suamimu…semoga semuanya berjalan lancar seperti harapan kami…Aamiin…

waslmkm wr wb.

suhanalloh…lega rasanya…kulipat suratnya …ku masukkan ke dalam amplop…

dan ku tulis: untuk bulik apri…. “surat ini boleh di buka jika terjadi sesuatu pada ummi dan abi”

sekarang giliran menulis surat wasiat untuk ketiga bauh hatiku…

ku coba menuliskan surat wasiat untu anak-anaku :

*untuk kakak ilham…

kakak…jika kakak baca tulisan ini….doakan agar  ummi dan abdi sudah berada di tempat yang indah…

sekarang….

yang harus kakak ingat adalah :

harus banyak berzikir ya nak….karena dengan berzikir…hatimu akan menjadi tenang nak…

Ummi dan Abbdi menyayangi kakak…

kakak…berat rasanya menuliskan amanah ini di pundakmu nak…seberat ummi menuliskannya untukmu…

tapi ingat…Alloh tidak akan membebani hambanya melainkan sesuai dengan kemampuan hambanya…

Ummi dan abi yakin..kamu akan bisa melaksanakan amanah ummi…

maafkan ummi dan abbi yah…

ini semua adalah bagian dari takdir Alloh…

tetaplah berhubungan dengan teman-teman ummi dan abi selama ini…

mereka orang orang yang sholeh…

semoga mereka juga tetap menjaga kalian meski ummi dan abi sdh tidak ada,

kakak adalah anak laki laki..

tetaplah menggantungkan jiwamu di masjid ,seperti yang abi ajarkan kepadamu ya nak…

karena itu adalah bekalmu di akhirat…Rosululloh saw bersabda :  “Barang siapa yang menggantungkan hidupnya di masjid maka…kelak di hari di mana mata hari jaraknya tinggal sejengkal dengan kepala kita….dan tidak ada tempat untuk berlindung.. maka Alloh akan memayungimu”

bimbing adik adikmu…

sayangi mereka…agar kakak juga di sayang…

jangan pernah merasa sendirian ya kak…mintalah nasihat kepada orang-orang yang sholeh….

semua teman-teman ummi dan abi yang kalian kenal selama ini adalah  orang tua kalian…

meski demikian…jagalah kehormatan diri kalian..

jangan pernah memakan apapun yang bukan menjadi hak kalian…

karena semua yang tidak halal…jika masuk ke perut kita…maka …ingat nak…itu akan menjadi ruang-ruang di dalam tubuh kita yang menjadi tempat bersemayamnya syetan…

jangan khawatir tentang masa depanmu…semua biaya sekolah untuk kakak dan adik adik  sudah ummi asuransikan…

semua polis sudah ummi serahkan sama mbah Sum…

insya Alloh…semua yang di tinggalkan akan cukup membekali kalian hingga tercapai cita-cita kalian…

Ummi sudah memasrahkan pengasuhan  kakak dan adik adik dengan bulik…

nurut sama bulik ya nak…

hormati bulik seperti kamu menghormati ibumu…

Rumah dan semua peninggalan ummi dan abi…itu adalah hak kalian bertiga…

peruntukannya…di konsultasikan dengan bulik ya nak…

*untuk mba najwa…

kamu adalah princessnya ummi….

nak…meski kamu belum mengerti tentang kehidupan….

ummi dan abi berharap…surat ini akan menjadi kenangan terindah dalam kehidupanmu…

ummi sangat sayang padamu nak…

engkau adalah putri yang kami tunggu tunggu selama bertahun tahun…

berharap…mempunyai anak sholeha…membuat ummi dan abi bersemangat menjalani kehidupan…

ummi ingin…mba najwa…jadi putri sholeha…seperti putri aisyah…istri Rosululloh…yang cerdas…dan sholeha…

jaga dirimu baik baik ya nak…wanita yang terhormat adalah wanita “IFFAH” yaitu wanita yang mampu menjaga kehormatannya…

raihlah cita citamu setinggi langit…agar engkau tidak hanya berguna untuk dirimu saja…tetapi juga orang orang di sekellilingmu

sebutlah nama ummi dan abi dalam doamu…

sayangi adikmu…bimbinglah adikmu…agar sama sama menjadi sholeha ya nak…

berdoalah kepada Alloh…agar kita bisa di kumpulkan kembali di syurga…

*untuk adik tsaqila…

nak…perjumpaanmu dengan ummi sangatlah singkat…

mungkin…sekarang engkau tak menyadari…apakah yang sedang terjadi hari ini…kenapa semua orang menangis…

tapi…

ummi dan abbi yakin…kelak kalo sudah cukup umurmu…engkau akan tahu..bahwa ini adalah bagian dari takdir Alloh….

meski ummi dan abbi tidak bersamamu…tapi engkau ada di dalam hati kami nak…

dengan lahirnya dirimu nak…maka kebahgiaan umi dan abi menjadi lengkap…

bertambah keceriaan keluarga kita setelah engkau lahir…

ummi berharap adik juga menjadi princess sholeha ya…

seperti Fatimah binti Rosululloh saw,, yang kuat…meski ujian begitu berat baginya…

hormati kakak kakakmu ya …..

tetaplah menjadi keluarga yang sholeh sholeha…yang saling mengingatkan…seperti keluarga Nabi Ibrahim yang saling mengingatkan dan menguatkan…

Ummi dan abi berharap untuk kalian bertiga…bisa bertamu ke baitulloh…

peuk sayang dari

ummi dan abbi

dan kembali…kulipat surat itu…ku masukkan ke dalam amplop dan ku tulis…

untuk buah hati kami :ILham,najwa dan tsaqila

“surat ini hanya boleh di buka jika sesuatu terjadi pada ummi dan abbi”

ku hapus butiran butiran air mata yang mengali deras di pipiku,”hasybiyalloh wani’mal wakil…nikmal maula wa ni’mal wakil…la haula wa la quwwata illa billah…

subhanalloh…setelah menuliskan surat wasiat itu…semakin tenang rasanya hati ini…karena di selal sela aku menuliskannya…rasa ikhlas itupun pelahan lahan masuk ke dalam relung jiwaku…

di tambah lagi…ada seorang sahabat yang memberikanku sebuah nasihat yang jitu…

mba…tenang saja….kalo orang mau berangkat haji itu yang mengundang Alloh SWT…maka…berangkatlah dengan ikhlas…karena Alloh lah yang akan menjaga anak anak mba di sini..”

subhanalah…

fa idza azamta fatawaqal Alalloh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s