manasik

Dulu sebelum haji…aku suka nggak ngeh kalo ada orang yang suka nggak mau berangkat di  acara -cara yang menurutku  sifatnya urgent…hanya gara-gara soal manasik….

setelah aku ikutan manasik …baru tahu deh…kalo ternyata…manasik ini adalah bagian dr sunah Rosul yang sangat di anjurkan…kenapa?

karena di manasik inilah kita jadi tahu…seperti apa ibadah haji yang di lakukan oleh Rosululloh…

bukan cuma sekedar ikut-ikutan saja…tapi tahu dasar hukumnya…

bukan itu saja…tau esensi yang di kandung dari setiap ritual ibadah yang kita lakukan….

dan kata pembimbing manasikku …untuk tatacara ibadah haji yang bener-bener sesuai sunah ini…KBIH di Indonesia cuma ada 10 persen doang…(Hah…kaget kan..sama….)

bukan ingin menafikan yang 90 persen sih…tapi hidup itu pilihan dan haji itu adalah ibadah yang sekarang ini antrinya sudah di tahun yang ke lima…jadi…saranku…kalo bisa pilih-pilh KBIH deh….

kadang permasalahan itu timbul justru setelah berada di sana…banyak orang yang bingung dan tidak mempunyai dasar dalam melakukan ibadah…hanya ikut-ikutan saja…kalo yang diikuti benar berarti dia beruntung…Rahmat Alloh besertanya…nah kalo yang diikuti ini nggak bener…gawat tuh…

di mulai dari saat kita miqot  saja…sudah menimbulkan perbedaan…biasanya perbedaan itu terjadi bagi jamaah indonesia yang kloter dua…mau miqotnya di mana…mau di pesawat atau di jedah…belum perbedaan yang lain…

he…he…bukan kapasitas sy untuk menjelaskan di sini…tapi saya cuma pingin menekannkan…karena ibadah haji itu ibadah yang waktunya lama…nunggunya lama…biayanya banyak…jadi…saran saya untuk yang belum berangkat lakukan manasik sebagi sunah rosul yang kalo kita ikuti justru yang untung adalah kita…karena kita nantinya tak terombang ambing melihat orang lain yang cara ibadahnya berbeda dengan kita…pelajari betul mana yang rukun,wajib dan mana yang sunnah…

memang rangkaian ibadah haji ini…kita lebih banyak bertafakur…di setiap ritual ibadah yang kita lakukan dan kejadian yang kita alami…lebih banyak meneladani…seperti apakah ibadah yang Rosululloh lakukan …apa hikmahnya buat kita…

jika tidak demikian maka ibadah haji seolah-olah seperti main-main saja…atau sekedar champing..

sayang kan…dengan pengorbanan yang kita lakukan…kalo hasilnya cuma pindah tidur doang…

bayangkan…

dari tanggal 8 zulhijah pagi-pagi kita sudah berpakaian ihrom…siap-siap di mina…(bagi yang tanazul)

apa itu tanazul?

tanazul artinya memisahkan diri dari rombongan besar atau maind strem…maind stream indonesia semua tagl 8 zulhijah sore langsung  ke arafah

nah di minna ini…ibadahnya apa?

ibadahnya ya…mabit semalam di minna…berzikir…banyak berdoa…karena di minna saat musim  adalah salah satu  tempat diijabahnya doa…

biasanya saat manasik kita akan diberi  pengarahan kalo di minna ini kita sholatnya  di qosor tanpa di jamak…jadi sholat tepat pada  masing masing waktunya tapi di singkat..

pagi ahari setelah sholat subuh…kita akan jalan lagi bebenah untuk ke arofah melaksanakan wukuf…di sana biasanya masing masing kbih punya acara sendiri…sambil menunggu khotbah wukuf…

setelah khotbah…kita banyak berdoa…karena saat itu pintu langit sedang di buka…

sambil menunggu tergelincirnya matahari…karena kita tidak boleh meninggalkan arofah sebelum matahari terbenam…dekian rosululloh mengajarkannya kepada kita umatnya…

setelah matahari i terbenam…semua jamaah berbondong bondong ke muzdalifah..dan mabid di sana…

kita saja yang setiap manasik selalu full team…

di terangkan sejelas-jelasnya tentang prosesi haji dulu dan sekarang…

masih ada saja kejadian-kejadian yang…he…he…suka mencengangkan…

apa pasal…ternyata masih ada saja yang belum paham..

seperti kejadian pagi itu..

setelah semalaman kita tidur di muzdalifah…kita berkemas lagi…untuk melaksankan rukun berikutnya ke masjidil haram…untuk towaf ifadoh

sambil menunggu yang berkemas…ada seorang ibu ibu…yang mendatangiku…

sebut saja namanya bu mul…

bu mul ini berangkat bersama suami tersayangnya…usianya ehm…sudah lewat setengah baya…sekitar 70 an lah…

Orangnya Asyik…meski beda beberapa generasi dengan saya….asyik buat berteman…asyik juga buat cerita-cerita…

sangat sundanese sekali…doyan bodor…alis bercanda…

sambil mengamati yang lain…

“spontan dia bertanya..

“.keur nanaonan iyeu teh neng…”

“siga barudak nu arulin nya…?”

“sebentar arulin ka ditu sebentar arulin kadie”

(artinya…: lagi apa apaan ini neng?seperti anak anak yang lagi maen ya…sebentar maen ke sanai…sebentar maen ke sini)

ha…ha…ha…sepontan aku tertawa…apalagi melihat ekspresi bu mul yang spontan dan polos…

ibu….ini mah henteu siga barudak arulin atuh ibu…(ibu…ini gak seperti anak-anak maen atuh bu…)

ini kita mah ibadah….meski cuma mungutin batu…meski cuma tidur semalam di tenda…meski tidur di tanah lapang seperti tadi malam….tapi…kita ini ibadah bu…syariat yang di ajarkan oleh Rosululloh ya begini…jadi…meski cuma  tidur di tanah lapang …karena dulu Rosululloh melakukannya ya…kita ini nyunah bu…

pami di tanah air mah teu aya pahalana acan…

(kalo di tanah air yang seperti ini mah tidak ada pahalanya sama sekali…)

tapi pami di die…iyeu sadayana pahala bu…sunah…makana ibu teh…sing seer ngado ‘ana…margi selama proses haji ieu…do’ ana di ijabah ku Alloh swt…

(tapi kalo di sini …ini semua pahala bu…sunah…makanya ibu yang banyak berdoa ya…karena selama proses haji ini doa kita diijabah sama Alloh

janteun…di lurus kan niatnya nya bu…pami ieu teh  ibadah…sanes siga barudak arulin…

jadi di luruskan niatnya ya bu…kalo ini itu dalam rangka ibadah…bukan seperti anak yg lagi maen maen…

ku lihat expresinya masih polos…sambil menangguk anggukan kepalanya…

he…he…alhamdulillah….semoga bisa meluruskan niatnya kembali….

setelah kejadian itu…barulah aku tersadar…wah…yang  ikutan manasik saja bisa seperti itu…apalagi yang tidak…

dari situ aku mulai sering mengamati tingkah laku para jamaah haji…baik yang setanah air ataupun yang tidak…

banyak…banyak sekali fenomena yang tidak sesuai dg yag di ajarkan Rosululloh…

dan ternyata pemerintah saudi juga sepertinya memperhatikan fenomena ini..buktinya mereka banyak menyebarkan buku buku seputar pelaksanaan ibadah haji seperti Rosululloh…..hanya…

he…he…menurutku terlambat…

seharusnya buku-buku seperti ‘meneladani cara Rosululloh saat berhaji” itu di bagikannya bukan saat di sana…tapi sejak di tanah air melalui panitia penyelenggara haji di setiap negara..yang wajib di sosialisasikan di setiap pertemuan manasik…..sehingga saat di sana kita-kita para jamaah haji ini setelah sampai di sana memang bener bener sudah faham…:)

tidak mempraktekan cara ibadah karena ikut ikutan saja…

wallohu alam bi showab…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s