Hajar Aswad

Setiap mereka yang pergi ke tanah suci, ada satu perasaan dan penasaran yang sama, bisa nggak ya  mencium hajar aswad?.

Ditambah lagi (terlepas shohih atau tidaknya hadist ini ya…)ada sebuah hadist yang mnyatakan  bahwa ” Kelak hajar aswad akan menjadi saksi barang siapa yang pernah menyalami dan menciumnya dengan niat yang baik”

Wuih…semakin menggebu gebulah niat para jamaah yang penasarean ingin menciumnya.

termasuk diriku.

hari demi hari aku melakukan infestigasi setiap aku thowaf…tak lupa doaku pun ku panjatkan…

hari pertama wuih,jelas tak memungkinkan, karena aku datang 3 hari menjelang prosesi Haji, jelas lagi padat-padatnya,

seminggu pertamapun sepertinya bukan waktu yang tepat, karena jamaah masih full.

Setelah  2 minggu aku berada di sana ternyata aku baru bisa mendekat putaran demi putaran thowaf…semakin mendekat ke ka’bah, memberanikan diri mengusap rukun yamani, semakin lama keberanian semakin terasah, mendekat ke multazam, ruhyah pun semakin melambung, alunan doa mengantarku pada ketinggian spiritual yang luar biasa..

dorongan untuk mendekat ke batu hitam hajar aswad itu semakin kuat, meski aku tahu Umar bin Khothobpun pernah berkata ” engkau hanyalah sebongkah batu ya hajjar aswad, jika Rosululloh tak melakukannya maka sesungguhnya akupun tak sudi menciummu”.

ketika sudah mendekat hajar aswad aku selalu berusaha meluruskan niat, aku ingin menciumnya ya Robb, meletakkan bibir dan hidungku di tempat Rosululloh dan para sahabatnya meletakkan bibir dan hidung mereka.

hanya…ehm….

Untuk masalah Hajar aswad ini sepertinya Alloh mentakdirkan aku dengan fersi yang berbeda….

Meski penasaran, setiap hari aku harus menghibur diriku, bahwa Aisyahpun tidak di ceritakan mencium hajar aswad, karena memang ada ikhtilat (percampur bauran),berdesak desakkan antara laki laki dan perempuan.

semakin hari aku semakin melihat…betapa berat perjuangan mereka yang ingin mencium hajar Aswad…terutama bagi kaum wanita…karena untuk urusan mencium hajar aswad ini tak istilah Lady First….gak peduli perempuan.sikut sana…dorong sani…bahkan di suatu putaran towaf sunah…aku pernah melihat seorang wanita hingga terlepas kerudungnya….karena ter tarik-tarik…

Innalillahi wa inna ilaihi Roojiun…..

Semakin terusik naluriku…..semakin ciut nyaliku…semakin aku timbang…beranikah aku….???

Esoknya kembali aku melakukan infestigasi di setiap putaran aku semakin mendekat ka’bah, dan hah…ternyata siang itu aku melihat ada seorang bapak-bapak yang kesakitan, karena ternyata lengannyanya seperti lepas persendiannya karena terdorong…terhimpit saat mencium hajar aswad…dan na’asnya lagi…si bapak terkena mafia jasa mencium hajar aswad….sudah sakit tangannya…harus tetap bayar pula…

Wah..lengkaplah sudah faktanya, nyaliku semakin  menciut untuk mencium hajar Aswad.

hingga tak terasa kurang 3 hari lagi kami harus meninggalkan mekah…

di suatu malam sekitar pukul 10 malam…seperti biasa kami kembali memasuki masjidil haram…dan melakukan thowaf sunah…putaran demi putaran terasa nikmat…setelah putaran ke tujuh..suamiku berkata…”ummmi nanti kita pelan-pelan aja yah…ke hijir ismail lagi…siapa tahu bisa sholat lagi seperti kemarin….trus ke rukun yamani…lanjut ke multazam….iya…kataku pelan…baru saja terucap…tiba-tiba di depan multazam persis aku melihat seorang wanita sedang bersandar di bahu suaminya sambil di siram air oleh seorang wanita afrika ..

“Sebentar mas…” sepertinya ada orang Indonesia yang butuh pertolongan deh.kataku sambil memperlambat thowaf kami.

aku hampiri pasutri tadi, “kenapa pak?”

“ini bu…habis nyium hajar aswad tapi kesodok dadanya sama orang-orang africa” jawab sang suami. kulihat wajah istrinya sangat pucat, tampak keringat dingin mengucur di wajahnya, “wah…istri bapak pucat sekali pak, yuk, kita keluar putaran aja…saya bantu papah ibu” kataku sambil membimbing istrinya keluar dari putaran Thowaf.

pelan  pelan aku bawa ibu yang selanjutnya aku tahu namanya adalah bu Rosni, ku bawa ia ke belakang makom ibrahim, tiba tiba,setengah berteriak ia berkata pada suaminya “PAK !goleti adine, goleti adine, aku ora usah di pikir, wis ana mba’e sing nulung”(Pak! cari adik  cari adik, aku gak usah di pikir, sudah ada yang nolong)

O…o…o…ternyata ibu Rosni tadi bertiga bertekad harus bisa mencium hajar aswad sebelum berangkat ke madinah…tapi,pas di lokasi mereka berjuang sendiri-sendiri hingga terpisahlah mereka,

kebetulan karena aku orang jawa aku bisa menangkap pesan bu rosni kepada suaminya…”sudah pak tenang aja…bapak cari adik bapak…saya jaga ibu…saya ada di belakang makom ibrahim ya?” kataku mencoba menjembatani kekhawatiran yang tertangkap di wajah suaminya.

aku papah bu Rosni, di belakang maqom ibrahim aku dudukkan, tapi Masya Alloh, ternyata badannya tidak cuma pucat, tapi panas, nas!!

“ibu minum air zam-zam dulu yah?” kataku

Beliau hanya  menangguk pasrah, kuamati tangannya,mukanaya, semua pucat dan bergetargemeteran, aku basuhkan air zam-zam ke seluruh mukannya sambil berdoa : As alukal adzim, robul arsyil adzim, aayyasyfiiha..Aku memohon kepada Alloh yang maha agung, .Rob dari arsy yang agung pula, hamba memohon,sembuhkanlah dirinya.

setelah aku memberinya minum, aku bermaksud mendirikan dua rokaat sholat sunah setelah thowaf di belakang makom ibrahim.

“ehm, bu, ibu duduk dulu bentar ya? saya mau sholat sunah sesudah thowaf” kataku sambil mengelus punggungnya, bu Rosni pun menangguk pelan, dan segera aku bersiap sholat,

“Audzubillahi minasyaithon nirojim…Alloh hu Akbar”, baru saja aku sedekapkan kedua tanganku di dada, ups..bahkan alfatihah pun belum semprna aku lantunkan,tiba-tiba kakiku ada yang mencengkeram dengan getaran yang sangat kuat….

Allohu Robbi…maafkan aku…tapi sepertinya aku harus mendahulukan menolong bu Rosni…aku batalkan segera sholat sunahku

“bu…ibu lemesh yah….” tanyaku sambil memegang tangannya. kulihat ia mengangguk pelan,

“ibu pusing?” , kembali ia mengangguk,sambil matanya terpejam…dan masya Alloh…tubuhnya panas sekali…jangan jangan-jangan beliau darah tinggi,

sejenak ku pejamkan mata  memohon kepada Robb sang penguasa jiwa, “Alloh…ya Allo9h…di depan multazam ini hamba meminta jagalah dia”

“Bu….ibu tiduran di pangkuan saya yah…tapi jangan merem ya bu…tetap terjaga…sambil ku bimbing iya untuk selalu berzikir kepada Alloh.

Tiba tiba ia berkata, “Mba…dadaku sesek….”

oh, Ibu sesek nafas yah? tanyaku, dan bu Rosni seperti biasa hanya mengangguk , aku coba gerakkan tangannya ke atas dan ke bawah, sambil membimbing  tehnik pernafasan dasar, ” ambil nafas banyak2 bu, tahan,keluarkan pelan-pelan lewat mulut” kataku berbisik .

belum lama kami lakukan ini,

tiba tiba…terdengar  suara menggelegar asykar penjaga Masjidil Haram, “siti rahmah,belakan,hada faqidur Rijal….”

ups…aku mulai gelisah…apa lagi kalo di panggil siti rahmah,kata ustad, kita mah harus sakit hati kalo di panggil Siti Rahmah…karena panggilan itu sudah umum di lontarkan untuk memberi julukan jelek pada wanita indonesia yang berprofesi sebagai wanita penghibur.

hemmm…aku harus teriak nih, ” dont call me with Siti rahmah…look is this, this is my sister is sick!!” kataku tegas sambil menunjuk ke bu rosni. Alhamdulillah si asykar  mulai melunak ia berkata “Marid?

“na’am…marid ” jawabku, teringat pelajaran bahasa arab,  kalo kata marid artinya sakit.(he…he…ingat kalo ustad bilang Qolbun marid berarti hatinya sakit)

si asykar mendekat, “Wait the minit…I am waiting her husband.he is still in hajar aswad”ku coba beri penjelasan ke dia…agar tidak cepat-cepat mengusir kami.

tak tahan pandangannya, aku bilang ke bu Rosni, “bu…kita pindah agak ke belakang ya bu…di sini laki-laki semua” ia mengangguk pelan, dan pelan-pelan aku papah beliau ke belakang.

tak berapalama, suaminya datang,

aku pun segera memberikan reportasenya , “pak…ehm…badan ibu panas sekali…maaf…apa ibu punya darah tinggi.??

seperti baru tersadar suaminya..(.yang selanjutnya aku tahu namanya adalah pak Zainal..)

“Ia bu…kok ibu tahu…ibu dokter ya?” katanya dengan wajah terkejut.

“habis badannya panas sekali pak,saya bukan dokter tapi, 1 bulan ini saya tahu banyak tentang darah tinggi, karena nenek temen saya  yang kebetulan,  dititipkan  ke saya juga darah tinggi pak, bapak bawa obatnya? kataku memberondong,

dengan sigap pak zainalpun menjawab, “bawa bu…saya malah selalu bawa tensi meter ke mana-mana” katanya menjelaskan.

“kalo begitu cepat di minum obatnya pak”perintahku, kemudian pak zainal memberikan aku segepok obat2an, sambil aku mencari obat yang di perlukan, pak Zainal memasang alat tensi meter digital, Ternyata benar, tensinya cukup tinggi…sekitar 198 per 108.Allohumma ya Alloh,engkau maha berkuasa, jaga beliau, semoga tak sampai terjadi struk,

sambil di pijat pijat…aku suruh beliau banyak  minum…air putih….

perlahan tapi pasti…Alloh menyembuhkan bu Rosni…yang semula gemeteran pucat…perlahan bibirnya memerah…sesekali ia menceritakan kejadian saat peristiwa heroik itu terjadi.

lebih ajaibnya lagi…adik yang beliau khawatirkan justru segar bugar…malah katanya sih bisa mencium hajar aswad berkali-kali gara-gara gak bisa keluar…sampai ada orang yang mengangkatnya dan melemparkannya ke luar kerumunan…dan subhanalloh…Allu yarham…beliau tidak jatuh ke lantai melainkan  di terima oleh orang-orang yang juga berkerumun di situ….

dan tawa itu mulai renyah terdengar…kami berkenalan..dengan mereka berdua….dengan teman-teman 1 grup beliau. yang meski dari lampung tengah tapi asal mereka adalah orang jawa…

di genggam erat…sekali tanganku oleh bu Rosni.. menatapku dengan perasaan cinta dan sayang, “terima kasih ya mba.., mba sekarang jadi malaikatku ”

Demi Alloh, Bukan ucapan terima kasih atau pujian yang aku harapkan,Tapi Ya Robb, aku sukaa sekali tatapan matanya, pandangannya tulus, kemudian dia meminta no teleponku, aku bilang sudah…gak usah bu…kita bertemu dalam doa saja yah…tapi ia memaksa…takut gak bisa tidur kalo gak tau no teleponku, katanya mencoba merayu.

aku berikan kartu namaku…dan kita pun berpisah di situ, di sisi masjidil haram.

malam itu menyusuri jalan ke aziziyah, tertunduk aku merenungi diriku sendiri…akankah di 3 hari ini aku tetap berjuang untuk mencium mu wahai hajar aswad, sekarang aku tahu jawabannya.

Yah…meski aku hanya bisa melambai saja dengan hajar aswad…tapi aku juga ingin ia bersaksi…atas pertemuan kami…atas rasa sayang yang Alloh tumbuhkan di dada kami…di dada aku,suamiku,bu Rosni dan pak Zainal….di sebabkan karena dorongan mencium hajar aswad…aku berharap…bukan hanya hajar aswad yang bersaksi…tetapi mereka…minyak angin…tensi meter…dan semua barang-barang yang kami kenakan pun semoga akan bersaksi…bahwa kami berbuat ini Insya Alloh ilalloh….

Dan…

bagi mereka yang ingin mencium hajar aswad luruskan niat kita…bukan hanya karena ingin mendapat pengakuan…”oh…aku sudah bisa mencium hajar aswad loh…satu kali…dua kali…bahkan lima kali….”tetapi hendaklah semata-mata karena ini adalah bagian dari sunah Rosul….dan karena ikatan sejarah…bahwa kita pernah menempelkan pipi, dan bibir kita di tempat yang dulu Rosullulloh, Abu bakar, umar dan para sahabat yang lain pun pernah menempelkannya….

Sesudah dua minggu kepulangan kami dari tanah suci,kami…sudah saling berkirim kabar dengan Bu Rosni dan Suaminya Pak Zainal yang berada di lampung, Alloh telah mempersatukan kami…bukan karena ikatan darah…ikatan perkawinan…melainkan karena ikatan yang orang-orang kafir pun sangat takut dengannya…yaitu UKhuwah islamiyah.

tiga tahun telah berlalu sejak kejadian itu, dan kamipun masih sering berkirim kabar.

informasi umroh :

https://seberkascahyarembulan.wordpress.com/2013/01/04/informasi-umroh-bersama-corma-cordoba-utama-bandung/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s