Inamal a’malu binniyah ..

Alloh itu sesuai dengan prasangka hambanya…

mungkin karena dari awal…aku ingin mengabadikan setiap moment perjalanan hajiku ke dalam sebuah tulisan…sehingga tatkala di tanah suci…Alhamdulillah…aku sering di pertemukan dengan peristiwa-peristiwa yang menurutku setiap momentnya adalah istimewa,

seperti kejadian malam itu,

seperti biasa…kegiatan kita di sana pasca prosesi haji adalah menunggu waktu sholat yang satu ke waktu sholat berikutnya.  di suatu malam selepas sholat magrib..selepas zikir dsb…ku ambil mushaf pinki kesukaanku, yah mushaf kecil spesial for women,imut memang, sengaja memilih warna pink, biar eye caching,berharap agar  lebih banyak di baca tentu saja, malam itu seperti biasa aku baca mushafku  pelan-pelan,asl telingaku mendengar saja, sambil sesekali aku lirik artinya yang terletak di sebelah tulisan arabnya, kalo mata agak berat…aku alihkan pandanganku ke sebelah kanan atau kiriku, barangkali ada yang membutuhkan pertolonganku, dari awal biasanya aku suka berkenalan dg teman di sebelah kanan atau kiriku.

ups…ternyata benar, ada seorang wanita cantik yah…yg menurut perkiraanku umurnya seumur ibuku lah,sekitar 60 tahunan, kalau di lihat dari hidungnya sepertinya dia dari pakistan atau india.

Dia tersenyum manis padaku, ku sapa iadengan sebuah salam “assalamu alaikum”ku ulurkan tanganku padanya,ku jabat tangannya dan “can speak english?” tanyaku sambil tetap tersenyum.alhamdulillah, ternyata ia bisa!ia menangguk pelan, “I am heni from Indonesi,where are you came from?”

dg logat hindi dia menjawah”I am from pakistan..my name is TAHIRA”.

alhamdulillah fikirku.Sepertinya orangnya ramah, keibuan.Dan dari sinilah kisah ini berawal.

Malam itu kami berkenalan lebih jauh lagi, dan seperti layaknya orang yang baru berkenalan, kami saling bertanya satu sama lain, dari permasalahan yang umum seperti..berapa lama di mekah…berapa lama perjalan…dengan siapa pergi…berapa biaya in dollars…samapi ke pertanyaan seputar keluarga…

di akhir pembicaraan aku menutupnya dg sebuah pertanyaan “I am srry madame, can b we take a picture together,Alhamdulillah dia menyetujuinya.segera ku panggil suamiku,

“Mas…tolong dong ambilkan gambar kita berdua”,dan suamikupun menghentikan bacaan Qurannnya, kami pasang pose bentar,dan klik…jadi alhamdulillah, jadi deh.

tiba-tiba  ibu tahira  memegang tanganku,

“hanny…would you like to take my picture with my husband, in here,in front off  ka’bah?”,That is my husban, katanya sambil menunjuk seorang laki laki yang masih mengenakan pakaian ihrom.

“ok” jawabku.

do you have email hanny?

yess i have…jawab ku pasti.

would you like to sent the picture to my son…he want to see his parent in ka’bah…but…iam forgot to take the camera…i am hear that hp with camera cant come in to makkah so..we take the Hp that not have camera…

insya Alloh…insya Alloh…i will be try to sent this picture to your son email…jawabku

malam itu ba’da isya…aku kenalkan suamiku dengan suami madam Tahira…namanya MR. Shoukat…kami ambil beberapa foto mereka berdua di depan ka’bah dari lantai 2.kemudian kami bertukar no. telepon…aku kasihkan kartu namaku…tak lupa dia tuliskan alamat email anaknya.

menurut pengamatanku malam itu.,ia bisa berbahasa inggris…yah seperti kamilah gradenya…6,5..patah-patah dan tanpa grammer…bisa speeling tapi amat susah untuk menuliskannya dalam huruf …maklum…kata mereka mereka terbiasa mnulis dg bahsa URdu, hurufnya seperti arab tapi tanpa harokat.

saat itu suaminya  itu mereka menuliskannya begini.

SHASAD.777.P.K. sambil menunjuk ke huruf P.K. dia berkata pakistan. kemudian dia menuliskan nomor rumahnya di pakistan.

“o.k….o.k.” kataku tanpa memereiksa lebih lanjut. “Insya Alloh we will try”. syukron syukron,jawab mereka dengan mimik yang bahagia sekali.

dan berpisahlah kami malam itu.aku dan suamiku seperti biasa thowaf sebentar bd isya, dan setelah itu mencari makan malam sekedar untuk membuat punggung ini tegak.

jam 11 malam kami tiba di maktab, sambil menceritakan kembali kisah pertemuanku  dengan tahira, suamiku mencoba memeriksa catatannya,

“wah mi..” katanya seperti terkejut .

“oalah”kata suamiku.” mi…ini mah bukan alamat email,kalo alamat email kan selalu ada yahoo.com.,atau g mail…atau apalah…wah…mana bisa nih kita kirim fotonya,yah janji tinggal janji nih” katanya dengan nada kecewa.

Deg…ada rasa bersalah yang besar…sekali,” yah,sudahlah,kita coba aja,besok kita sholat di tempat yang sama siapa tahu kita bisa ketemu” kataku membuat pernyataan untuk menghibur diri.

“Mana Mungkin mi…” kata suamiku menampik.

“di tempat seluas ini,dengan orang sebanyak ini,emang ummi inget wajahnya?orang pakistan mah,wajahnya semua sama, susah di bedain,sedang ketemu temen satu grup aja susahnya poll” jelas suamiku sambil membuka pintu kamarnya.

termenung aku dibuatnya,bener juga yah…di mata kita wajah mereka semua sama,sama seperti orang di luar bangsa kita,mereka juga melihat wajah kita orang melayu semua sama,kulitnya coklat, pendek dan pesek…He…he…

tapi nasi sudah mejadi bubur, dan malam itu…sebelum aku pejamkan mataku sempat ku panjatkan permohonan semoga besok  Alloh swt akan bisa di pertemukan kami  kembali.

esoknya, saat sholat magrib…aku coba mengulangi kejadian yang sama…shlolat di sudut hajar Aswad multazam di lantai dua…berharap bertemu…sambil lihat kiri kanan…hah…benner kata mas jhon…ku lihat dan ku pikir semua orang pakistan itu wajahnya sama..suliiiiit banget di bedain….heh…jadi tambah tak yakin…

bada sholat stelah zikir dsb…tak lupa aku selipkan doa…ya Alloh pertemukan aku kembali dengan madam tahira…aku nggak enak…punya janji membantunya mengirim foto mereka ke anaknya..dengan kekuasaan Mu ya Alloh pertemukan kami kembali….

ba’da isya sambil melihat orang thowaf dari lantai 2…di sisi multazam…slelepas aku berdoa sepuasnya untuk keperluanku…tak lupa aku selipkan doa mohon di pertemukan kembali…mohon di mudahkan untuk mengenali wajahnya kembali…da…

Subhanalloh…..Maha Suci engkau ya Robb…dengan kekuasaanmu…ia berada persis 1 meter di sebelah kiriku…kulihat ada seorang wanita pakistan sedang berdoa…ku hampiri ia dan…rupanya iapun takjub…beberapa detik yang lalu ia pun baru saja memohon…ya Robbb pertemukan aku dg my little sister from Indonesi…hanny…

kata dia…Masya Alloh…tak ada yang tak mungkin…kalo kita meminta kepada Alloh…apalagi di depan Muiltazam…

Subhanalloh…kami berpelukan…kemudian sadar tujuan masing-masing…spointad dia berkata Yahuu..dot com….dan tawa kami pun berderai…

tak berapa lama Mr. Shoukat suaminya…berkata…hanny and Johny…maukah kalian malam ini ikut bersama kami untuk makan malam?

subhanalloh…terkejut kami mendengarnya…tapi malam itu kami menolaknya…kami bilang…maaf mr. shoukat…untuk malam ini kami tidak bisa…karena kami harus Thowaff…hari ini kami baru satu kali thowaf sunnah…sementara dalam setiap hari kami targetkan minimal 2 atau tiga kali dalam sehari…kata kami menolaknya halus…

tak putus asa dgn niat baiknya ia pun kembali menawarkan…bagai mana kalo besok malam…kita ketemu di tempat yang sama…ba’da Isya..dan deal…kita sepakat esok kan berjumpa lagi bd isya di tempat yang sama…

tak sabar aku menunggu malam itu…deg-deg plas…iagak takut sih…he…he…terutama kendala bahasa …karena memang bahasa ingris kami pas-pasan…untung ada Google translate…jadi kalo ada kata-kata yang susah…cepet cepet deh kita searching…

dan sesuai rencana…ba’da Isya kami bertemu…dan berempat kami bersama menuju penginapannya…

masuk ke sebuah hotel…yang hmmm komunitasnya orang pakistan…jadi…he…he…seperti The Wrong man On the wrong Place lah….

semua mata tertuju kepada kami…mungkin fikir mereka…siapa ini ada orang tersesatkah…kok ada orang pendek dan pesek kesasar?he…he…dasar pikiran orang minder kali…

tapi…subhanalloh…seperti bisa membaca fikiran dan bahasa tubuh kami…Mr. Shoukad..dengan badan yang tegap dan suara yang tegas…dengan gentle man…ia berkata…This is Our Guest…My Brother from Indonesi…

di perkenalkan kami dengan komunitasnya….

dan bukan sedikit yang menyapa kami…mereka semua antu sias…yang pernah mengenal indonesia…berkata…Indonesia Bagus…sambil mengacungkan jem[polnya…beberpa ada ke meja kita minta kita berhitung dg bahasa indonesia…dan mereka mengajarkan kepada kami berhitung dg bahasa urdu…

untuk para muda-muda…yang bisa bahasa ingris…mereka bisa mengajak kami ngovbrol…

Indah sekali malam itu…sebelum makan kami berdoa…do’anya di pimpin oleh seorang yang kereka sebut Picher…atau kalo bahasa kita mah Ustad…dan subhamnallohnya lagi menurut pengamatan kami…cara Berdoanya mirip dg Ustad kita dari KBIH Maqdis…Ustad Saiful Islam..kalo berdoa .dengan hati …jadi kita jamaahnya bisa muhasabah…dan menangis sepuas-puasnya sambil sesenggukan…dan Subhanalloh…meski berbeda bangsa dan Rupa…doa doanya pun sama dengan doa doa yang biasa kita panjatkan…denganan bahasa yang sama…jadi…subhanalloh…indaahhhh banget rasanya…Alhamdulillah ya Alloh engkau anugrahkan kepada hamba nikmat yang tak terkira….nikmat ukhuwah…yang hari gini…yang satu bangsapun banyak bercerai berai…tapi…hari ini…Alhamdulillah dengan kekuasaanmu engkau tunjukkan kepada kami nikmatnya saling bersaudara….

kenikmatan ini belum berakhir…kami bener bener di mulyakan sebagai seorang tamu…semua makanan yang di sediakan di bawanya ke meja kami terlebih dahulu…di persilakan kami mengambilnya lebih dahulu…

terharu kami…Indah sekali jamuan mu ya Alloh…jadikan kami berdua sebagai hamba yang senantiasa bersyukur ya Alloh….hamba malu…belum seberapa yang kami persembahakan untuk membela Agamamu…tapi subhanalloh…malam ini bener bener kami merasa Engkau telah menjamu kami…dengan hidangan..bukan saja hidangan yang sesungguhnya…tapi hidangan keimanan…. semoga semakin menambah keimanan dan ketaqwaan kami….

luar biasa…melihat hidangan yang begitu banyak…kalaulah tak merasa malu…ingin rasanya membungkus…buat teman-teman di kamar…(he,..he…dasar ibu-ibu…tetep saja ya…otak bungkus membungkusnya masih ada…)sayang tak disediakan plastik seperti kalo pengajian…:)

di akhir perjumpaan aku speech lah dikit…Thanyu for All…jazakumulloh khoiron kastiron…This is a woderfull experince for us spesialy for ukhuwah islamiah…i hope this experience can be writing and every body can read this…i think…this is realy ukhuwah islamiah…

ldan subahanalloh mister Shoukad seolah jengah dengan kata-kata terimakasih yang terlalu nbanyak …sehingga ia p[un berkata…la Syukron…li wajibi…innamal mu’minuna Ikhwah Rigt?

malam itu kami pamit…dan sekali lagi Mr. Shoukad menawarkan kepoada kami untuk mau diantar oleh supir mereka…karena menurut tradisi di pakistan…kalo mereka m,engundang tamu…wajib bagi mereka untuk mengantarkannya sampai ke rumahnya kembali…

subhanalloh…dengnan halus kami menolaknya…gak papa mister…kita bisa naik bis Saptco 24 jam tersedia setiap saat…setelah aku jelaskan keukeuh…dia ingin mengantarkannya …jadilah kita ambil jalan tengah…o.k.kalao mau antar kami ke haram aja deh…

jadilah kami di antar sampai menara zam-zam tower kelihatan…

Alhamdulillah ya Robb…

indah sekali malam ini…

dan Alhamdulillah pertemuannya tak hanya berakhir malam itu…masih ada pertemua pertemuan berikutnya…di Madinah pun kami bertemu…saling kontak…satu yang aku ingat…setiap bertemu atau mau berpisah…mama Tahira selalu menciumku di 3 tempat…pipi kiri…kanan…dan keningku…seraya berkata I Love You hanny…dan suaminya Mr. shukad…karena kita tak boleh bersalaman tangan…ia selalu memegang kepalaku sambil berkata Barakalloh…

samapi saat ini sudah 2 minggu aku pulang ke tanah air…sudah 3 kali mereka menelpon…bahkan hanya sekedar bertanya how are you…are you fine…how about your Children…

bahkan pernah di salah satu telponnya …di tengah malam Buta…jam 2.30…ia cuma berkata…hanny…Are you Sleepy…i am sorry…i just want to say…that..We Love u Hanny…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s