Ketika Allah mengajak kita bercanda

Semoga kisah ini bisa di ambil Ibrohnya agar kita bisa selalu menjaga lisan kita seperti yang Rosululloh Sabdakan

“Fal yaQul Khoirot Auliasmut”barang siapa yang tidak bisa berkata baik maka diamlah….

Kisah ini di mulai saat….

Selesai wukuf…ba’da Magrib kita bertolak menuju ke Muzdalifah untuk melakukan ibadah Mabid di sana…

dari sejak manasik sebetulnya Ustad sudah menjelaskan kita…bagaimana sebetulknya mudzdalifah itu…kita di suruh siap-siap…bawa sarung…yang ada serutannya…bawa senter…bawa tikar…siap-siap tidur di tempat yang tidak Rata alias berbukit-bukit…dan biasanya di muzdalifah itu jauh toilletnya…jadi kalo kita pingin pipis atau pup gak ketahan…pake aja sarung…cari pasir…dan…ceker-ceker…hi…syerem…pisan bayangnya…

Dan karena penjelasan itulah…sejak wukuf di arofah..secara fisik aku sudah mempersiapkan diri…tidak banyak makan…tidak banyak minum…supaya di muzdalifah aman…tak lupa…kami semua berdoa semoga keadaan di muzdalifah tak se syerem seperti yang kita bayangkan….

Dan Alhamdulillah…Alloh ijabah doa kami…di mudzdalifah kita dapat tempat yang datar…toilet berjejer rapi…yang lebih menaggumkan lagi adalah…toiletnya lebih bersih dari toilet minna…jadi beberapa teman yang sebelumnya di mina gak bisa pup di muzdalifah mereka bisa pup dan mandi dengan relax …

Alhamdulillah ya Alloh…engkau mudahkan kami…

datang di muzdalifah kami langsung siap-siap sholat magrib dan Isya dg cara di jamak Qosor…

di muzdalifah ini …uniknya…masing-masing kabilah..azan dan iqomah sendiri-sendiri….

karena gelap…senagian dari kami menyelipkan senter di kuping…untuk membaca Alquran dan sebagian lagi beristirahat…supaya malam bisa sholat tahajud……

malam itu…pinggangku tersa sakit.

ini sudah biasa bagiku…pinggang dan kulit ini seperti alarm bagiku kalo aku Dehidrasi…kulitku biasanya ada semacam bintil-bintil mereah seperti pembuluh darah yang pecah…

nah kalo sudah begini tandanya aku harus mengebomnya dengan banyak minum…

akhirnya malam itu aku mawas diri…sambil banyak minum sambil berdoa…Ya Robb…jagalah aku…berikanlah kesehatan kepadaku…aku ingin semua berjalan dengan lancar selama prosesi haji dan sesudahnya…

dari muzdalifa kita bertolak ke masjidil harom untuk Thowaff dan sai Ifadoh..

alhamdulillah semua berjalan lancar…sampai sepulangnya dari masjidil haram kita langsung ke minna lagi untuk melempar jumroh…

Subhanalloh…di sini juga Alloh memberikan kelancaran…saking lancarnya…bis kita juga bisa ikut naik sampai ke lokasi jumroh…dan ini sangat jarang terjadi…

hingga saat pulang…muthowiff kami…untuk menunjukkan kepada kami bahwa kami beruntung ia berucap…”Tuh…tuh…lihat yang haji Plus aja jalan kaki…benar -benar plus tuh…ya…Plus jalan kaki…

GGeRRRR sebagian dari kami tertawa…sambil melihat ke samping BUss…memang banyak sekali orang-orang yang berjalan kaki…

Sebetulnya saat itu …sy juga heran…mereka mentertawakan apa ya…menterawakan mereka yang jalan kaki atau merasa bersyukur karena kita beruntung bisa naik bis……

tapi…tak lama…kembali muthowif kami berkata…kita lewat sini aja…jalan pintas…paling setengah jam kita sampai ke kemah…

bis…melaju pelan…karena jalan padat…

padat sekali bahkan…jangan setengah jam…samapi jam 12 malam kita belum sampai kemah…jalan macet total….

sebagian dari kami mulai instroskpeksi…

sepertinya…Alloh sedang mengajak kita bercanda…

lalu ada dari kami yang mengatakan…ingat tidak tadi ada yang mengatakan haji plus jalan kaki….dan banyak dari kita yang tertawa….

ini di bayar kontan nih…mata supir kita juga di silapkan…mau cari jalan pintas eh…malah macet…cet….

kami semua terdiam….

.khusus untuk regu 4 mulai ada rapat kecil…membahas rukun haji yaitu mabid di minna…intinya…kita harus sampai di mina…minimal di perbatasan lah…karena mabid di mina itu termasuk ke rukun haji…

jadi dari rapat kecil itulah kita simpulkan…kita akan jalan kaki…sampai batas mina…

kemudian kita mengirimkan utusan untuk meinta ijin ke ustad. sambil mengingatkan kepada teman-teman…untuk memperbanyak Istighfar…barangkali tanpa sengaja karena kesalahan-kesalahan kitalah sehingga perjalanan kita terhambat….

setelah mendapat ijin dari ustad kita regu 4 ber13 berjalan kaki…tak lama…hanya 10 menit…sampai di perbatan Minna. di jalan kita menggelar tikar,…baca Qur an…atau berzikir…

dan tak lama juga tiba-tiba laju kendaraan berangsur mulai lancar…dan bis kita juga tak berapa lama lewat …

Alhamdulillah…kami bisa sampai di kemah pukul 1 dini hari dan bisa tidur untuk persiapan melentar jumroh berikutnya…

Allohu Robbi…Allummagfirlanaa warhamnaa…wa’fu anna…

Ampuni kami ya robb…Rahmati kami…dan maafkanlah kami ya Robbb jika tanpa sadar terkadang tingkah laku kami sedikit berbelok dari apa yang engkau Ridhoi…tapi karena kasih sayang Mu engkau ingatkan kami den

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s