Kompak ..

Banyak orang bilang syetan di Masjidil harom itu Guede-guede…hi…hi…malah ada yang bilang di sana itu syetannya mbahnya syetan.tapi yah…namanya juga syetan…baik di sana maupun di sini sama aja…mereka tak akan pernah suka kalo ada hamba yang beriman… taat…rukun….dan saling mengasihi…

Salah satu godaan yang sering di alami para jamaah haji adalah selisih paham anatara suami dan istri…macem-macem lah tingkahnya…ada yang selisih paham cuman gara-gara janjian minta di jemput di tempat anu…eh…di tunggu-tunggu gak muncul-muncul…si istri pulang duluan…si suami nunggu gak ketemu-ketemu panik…putus asa pulanglah ke pondokan ternyata istrinya sedang tidur…wah…jadi deh..

kadang ada yang selisih paham gara-gara masalah semangat…si istri pingin ke masjidil haram terus…eh…suaminya pingin istirahat…jadi deh…diem-dieman…karena si istri terkadang maksakeun untuk keukeuh berangkat sama temannya…

hi…hi…

Aku dan suamiku juga tak luput dari masalah yang satu itu…..walaupun tak sampai bersitegang…tapi selisih pendapat hampir selalu ada,….padahal doa mah setiap selesai sholat…dalam putaran thowaf…minta ya Alloh karuniakan kepada kami keluarga yang sakinah ma wadah wa rohmah…lembutkan lisanku untuk bertutur kata pada suamiku…mudahkan suamiku untuk memahami perkataanku dengan mudah…dst…

hm….mungkin karena keluarga sakinah itu memang harus dg usaha kali ya…

atau meminjam kata -kata bijak suamiku…Alloh memberikan kita kempatan untuk mendapatkan keluarga sakinah melalui berbagai macam perbedaan…:) …jadi kamipun mendapat ujian juga untuk doa kami yang satu ini…masalah mah ada saja…

yang paling sering adalah masalah AZAM….atau tekad…

aku seperti umumnya orang-orang yang berdarah O kalo punya tujuan…sepertinya harus terlaksana saat itu juga…sementara suamiku berdarah B…katanya sih orang yang berdarah B itu pertimbangannya banyak..

dan he…he…he…karena perbedaan inilah kisah ini di mulai…

pagi itu ba’da syuruk…seperti biasa kami thowaf sunah…Alhamdulillah…putaran thowaf tak sepadat biasanya…jadi kami bisa lebih mendekat ke ka’bah dengan mudah…putaran demi putaran berjalan lancar…doa-demi doa kami lantunankan dg khusyuk..bahkan bisa mendekat dan mengusap dg mudah ke rukun yamani…meski di sudut hajar aswad…tetap saja orang-orang berdesak-desakan…jadi yah…di sudut hajar aswad ini kami hanya bisa taslam alias melambai saja…Bismillahi Allohu Akbar…sisi multazam…kami perlambat langkah.agar bisa lebih lama memohon….terus…berputar…sampai di sisi hijr ismail kami merapat…melempel pada dinding pagar hijr …

mas…kita masuk hijr yuk…syukur-syukur bisa sholat di situ…

ah…nggak mungkin mi…susah..lihat aja pintu masuk dan pintu keluarnya sama..kita berdoa di sini aja…lagian kita sama nenek Yayah…

Mas…ingat…”Allhumma la Sahla Illa ma Ja’altahu sahla.”..(tidak ada yang mudah kecuali Alloh menghendaki kemudahan….nenek kita taruh aja di tengah…umi di depan…Abi di belakang melindungi yah…kita berdoa…Allumma yasiru wa la Tu asiru…semoga di permudah Alloh swt….

Dan Bismillah kami menata barisan kami…sampai di pintu hjr…subhanalloh…orang berjubel…kembali suamiku berkata…jangan masuk mi…gak memungkinkan sepertinya…

“gak mas…Allhumma la sahla illa ma ja’al tahu sahla…(sambil dalam hati Aku berdo a…ya Alloh…permudahlah…berikanlah kesempatan kepada hamba…untuk bisa sholat yang seperti Rosulmu sabdakan ” seperti sholat di dalam ka’bah ya Robb)…sambil terus memohon…aku ikuti arusnya…Subhanalloh…samapai saat menuliskannya pun aku masih bergetar….tentara Alloh begitu banyak….di depanku persis ada seorang Afrika yang mempunyai badan yang tinggi dan sangat besar (Alluhumma ya Alloh…untuk pahlawan tak di kenal ini…hamba memohon…semoga Alloh memudahkan segala urusannya…)

Mas…lihat di depan ummi ada orang besar…kita ikut sama dia aja ya…

akhirnya suamiku menangguk…sambil terus berzikir…aku ikuti saja arusnya…sampai akhirnya…meski berdesak-desak aku bisa masuk ke dalam…terus…ke dalam sampai akhirnya aku di tengah-tengah di bawah talang emas…kata suamiku…mi…banyak-banyak berdoa saja…ingat…doakan supaya kita istiqomah…aku menangguk…air mata sudah tak terbendung lagi…

sedang asyik masyuk…tiba-tiba…terdengar suara medok gaya jawa timuran…exit…I want exit…

tiba-toiba suamiku menjawil pundakku…mi…ikut mas ini aja…dia mau keluar nih…

aku diam saja…ku teruskan munajatku…maafkan aku suamiku…kali ini aku membantah perintahmu…Ya Robb…ijinkan hamba Sholat di sini ya robb…engkau maha berkuasa…datangkanlah pertolonganmu ya robb…

BIsmillah…meski…kondisi tak memungkinkan…ku kuatkan niatku..jika sholat ini tak sempurna maafkan hamba ya Robb karena kondisinya memang sepertinya tak memungkinkan…dan…

Allohu akbar…seperti sholat-sholat yang lain …hanya kali ini ku pejamlan mataku tuk menghadirkan jiwaku…dengan Isyarat ku bungkukkan tubuhku pertanda ruku dan sujud…di rakaat yang kedua…tiba-tiba ku buka mataku dan Subhanalloh…seorang laki-laki langsung menatap mataku…dan berkata Sholu…aku tidak tahu…apakah ini perrtanyaan atau perintah…tapi kuanggukan wajahku…tiba-tiba..ia memberikan Isyarat kepada teman di sebelahknya dan hap…seketika mereka berpegangan tangan membentuk sebuah pagar betis…dan mempersilahkan kami bertga untuk sholat…segera ku perbaharui sholatku…Alloh…..tak kuasa hamba menahan air mata…getaran itu kembali datang sangat kuat bahkan…karena aku merasakan seluruh tubuhku benar-benar bergetar…menahan perasaan syukur…takjub…tak berdaya atas kekuasaan NYA dan takut……ku angkat tanganku kembali untuk takbiratul ikhrom….Allohu akbar..ku lantunkan Alfatihah dg sepenuh hatiku….Alhamdulillahi robbil alamin…(nikmatmu sungguh luar biasa ya robb…engkau beri hamba kesempatan sholat di dalam hijr mu ini dengan sempurna..

kenikmatan ini sulit aku lukiskan di dalam sebuah tulisan…yang jelas sepulang dari hijr Ismail …aku mendapat sebuah kecupan ringan di kening “terima kasih ya mi…” berkaca2 mataku….tapi hati tak bisa di pungkiri…bisikan itu kembali datang…deu…dari dulu kalo nurut and kompak kan lebih tentram….SSST….cepet-cepet deh…ku potong lintasan buruk itu sebelum keterusan….Astagfirullah al adzim….

Kini aku hanya bisa berdoa…mengenang kembali getaran itu …berharap agar getaran itu bisa datang kembali…

ilahanna ya Robb hamba hanya bisa berdoa…semoga semua pujian yang hamba haturkan kepadaMU di sana engkau terima ya rob…dan semoga semua doa yang hamba lantunkan di sanapun juga engkau ijabah…

“Robbana La Tuzigh Quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wa hablanaa min la dunka rahmatan innaka antal wahhaab”

” Ya Robb kami…janganlah engkau jadikan hati kami condong pada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami, karuniakan kepada kami rahmat dari sisi engkau…karena sesungguhnya Engkaulah Maha pemberi Karunia…(QS.3 : 8)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s