Malaysia oh malaysia

Jangan heran ya…kalo aku ambil judul ini…

mungkin untuk mereka yang berhaji di tahun tahun sebelumnya persoalan ini tak terlalu mencolok…tapi untuk tahun 1431 H ini…menurut pandanganku ini cukup mengganjal…apa sebab…

di awal kedatanganku ke masjidil harom…aku selalu membaca secuil tulisan yang selalu ada di belakang kepala para jamaah haji wanita dari malaysia…mungkin supaya mereka lebih mudah mengenali rekan senegaranya…karena rumpun melayu cukup susah untuk membedakan mana Indonesia,malaysia atau filiphina….tapi…yang paling menonjol dalam pandanganku…adalah mereka sepertinya malu di samakan dg Indonesia yang menurut pandangan mereka identik dengan TKW….

Eit….jangan suuzon dulu dengan ku ya…

aku soalnya punya pengalaman yang cukup buruk dg salah satu warga malaysia saat umroh 3 tahun yll…

yang cukup menohok bilang…wah…kamu beruntung ya…bisa umroh…orang Indonesia di negaraku banyak yang jadi BIBI loh…GUBRAK!!!!

dari pengalaman itulah saat di tanah suci kemarin aku menekadkan diri tak mau bersebelahan denmgan orang malaysia…apa sebab…aku ingin menjaga Hati…takut dongkol…kotor hati karena mangkel…

Nah…karena kekesalanku itulah…teman- teman sekamarku (halo bu LIZ, Nenek, Bu Gusni…..miss u) mereka kalo ketemu sama orang malaysia…ngobrol…dsb mereka kesel…selalu deh mereka menceritakannya ke aku…sampai-sampai…di suatu siang…aku bilang…”makanya…jauh-jauh aja deh…dengan mereka…dari pada kesel…”

Tapi…subhanalloh…Rupanya…inilah pelajaran pertamaku berkenaan dengan Lisan…

Suatu pagi…kami memutuskan nak berlama-lama di Masjidil haram…sampai-sampai…ajakan city tour ke jabal uhud,dan nur pun kami abaikan…karena merasa ah..saat umroh kan udah pernah…

jadilah selepas sholat Syuruk…kami keluar Masjidil haram hendak mencari sarapan pagi…tapi tiba2…di depan LIFT ada seorang wanita tengah baya dan suaminya meanggil kami…

“Adik…bisa minta tolongkah…diambilkan picture…kami nak balik ke KL besok…belum ada kami punya banyak Picture di sini…”

meski ku sambut dengan senyum…dalam hati aku membatin juga ..”wah…orang malaysia nih…”

boleh kak…dan ku bantu juga mereka mengambil foto berdua…klik…klik…

“Cobe kaka liat…wah…cantik…”boleh lah kakak minta tolong lagi ambe di tempat lain yang tak kalah cantik…

he…he…dasar tukang foto…aku dan suamiku…llangsung bersemangat untuk menerangan tempat2 yang o.k. buat ber pose…jadilah kami fotografter mereka…jeprat-jepret….sambil berkenalan…namanya kak hanum…suaminya bernama bapak Tholip…orangnya Well come banget…renyah tertawanya..l..setelah tau umur kami jauh di bawah mereka…mereka langsung panggil nama kami langsung…akrab kesannya…sampai saat mereka tanya dari jam berapakah kalian ke mari…wah…kalo dari jam 3 berarti belum sarapan ya…ayu…barang kakak…kita sarapan sama-sama…biar kaka yang belanja ya…(baca Traktir)…

subhanalloh…he..he…pinjem kata-kata bu lizaba…La Syukron fii wajibi…(tak ada kata terima kasih untuk sesuatu yang wajib) arti bebasnya..mah..tak ada kata terimakasih untuk sesuatu yang wajib….artinya…ya…jangan di tolak lah….

jadilah kami …ke sebuah Resto di sebuah hotel terdekat di masjidil haram bernama Sofwa tower…di situ ada Malaysia Cuisine….

hmmm…bisa di tebaklah…kami…nih…orang kampung yang tak pernah mencoba masakan selain masakan jawa…jadi deh berwisata kuliner…

ketika mereka sedang antree…We,,,he…h…mata ini tak kuasa membendung laju air mata yang menetes pelan….subhanalloh nikmat sekali teguranmu ya Alloh…Engkau menegur dengan cara mu…Astagfirulloh…ampuni hamba ya Robb…hamba berangak ke sini bermaksud untuk membersihkan diri…dan engkau kabul doa hamba…

“Robbanag firlanaa Wali ikhwaninaladzina sabaquna bil iman…wa la taj”al Fii Qulubina Ghilaliladzina Aamanu…Robbana Innaka roufurohim…”

Ya Robb kami…ampunillah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami…dan JANGANLAH ENGKAU TANAMKAN KEDENGKIAN DI DALAM HATI KAMI TERHADAP ORANG-ORANG YANG BERIMAN…Ya Robb kami sesungguhnya engkau maha penyayang lagi maha penyantun….

semoga bisa menjadi ibroh buat semua…untuk tak mudah memfonis suatu kelompok atau golongan hanya di sebabkan karena tingkah laku segelintir orang….dan…hati-hati dengan Lisan…karena kelak di yaumul hisab…lisan tak akan lagi melakukan pembelaan terhadap kita…saat itu ia akan di kunci…dan tangan serta kaki kitalah yang kelak akan menjadi saksi…dan kita mohon kepada Alloh…agar Rahmatnya selalu menyertai kita …IRHAMNA YA ROBBANA….

aaamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s