Sebuah Kerinduan di saat Maulid Nabi SAW

Kini setelah hamba sudah pulang dari tanah harammu…betapa ujian keimanan itu begitu kuat….

Kami hanya bisa mengenang kenikmatan bertamu di rumah MU dengan segala hidangan yang engkau suguhkan kepada kami Tamumu….

Dan kami hanya berharap…kiranya Engkau sudi ya Robb mengundang kami kembali ….

dari millis sebelah…meski tak serupa…

JIKA ROSULULLOH SAW BERKUNJUNG KE RUMAH KITA

Bayangkan jika tiba-tiba Rosulullos SAW dengan izin Alloh tiba-tiba mengetuk rumah kita…

“tok…tok…tok..dengan wajah yang selalu tersenyum…beliau mengucapkan salam “Assalamualaikum….”persis di depan pintu rumah kita….

Apa yang akan kita lakukan?

Seharusnya kita berbahagia karena sosok yang kita rindukan selama ini ada di depan rumah kita…

Seharusnya juga kita cepat-cepat membukakan pintu agar beliau bisa beristirahat di rumah kita…

Dan seharusnya juga kita cepat-cepat membukakan pintu agar kita bisa cepat pula memandang wajah teduh beliau yang bersinar seperti rembulan purnama…

“Tapi apa yang kita lakukan? ternyata kita malah berteriak sebentar ya Rosul….

kita justru panik…tergopoh-gopoh membersihkan rumah kita…menurunkan foto keluarga kebanggan kita dan kita ganti dengan kaligrafi bertuliskan Muhammad Rosululloh Agar beliau senang…,kita ganti koleksi kaset -kaset kita dengan kaset murotal dan sejenisnya agar beliau senang, kita ganti bacaan komik ala “harajukku” milik anak-anak kita dengan bacaan-bacaan tentang Siroh nabi agar engkau senang…dan….subhanalloh…banyak sekali ternyata yang harus kita ganti agar membuat dirimu senang kepada kami….sehingga…tak terasa…sudah terlalu lama engkau menunggu di luar sana…dan kembali kami berteriak “Sebentar ya Rosul….”

Terburu-buru kita singkirkan kotak ajaib bernama televisi di sudut terindah rumah kita…yah…sebuah kotak ajaib yang sanggup menyihir seluruh anggota keluarga lebih berlama-lama dengannya di banding membaca al Qur’an

Mungkin kita juga akan kembali berteriak sebentar ya Rosul…karena kita juga panik…bagaimana jika kemudian beliau mau sholat berjamaah dengan kita?sementara kita tak cukup punya ruangan untuk sholat berjamaah, karena yang kita sebut tempat sholat hanya sebuah temapt kecil di pojok kamar kita…itupun hanya cukup umtuk satu orang….

Mungkin juga kita akan semakin panik…setelah melihat anak-anak kita berdendang di depan televisi menyanyikan lagu-lagu yang belum saatnya mereka nyanyikan…sehingga….kata berikutnya yang keluar dari mulut kita adalah “mba….tolong bawa anak-anak main” Astagfgirulloh…ternyata kita malu dengan Rosululloh…jika Ia melihat anak-anak kita yang lebih hafal sosok kura-kura ninja, naruto,avatar…di banding dengan sosk Rosululloh, keluarga dan para sahabatnya….

Mungkin satu jam, dua jam atau bahkan lebih beliau masih menunggu sambil tersenyum di depan rumah kita….justru kitalah yang semakin tergugu karena semakin panik…

Bagaimana jika ternyata Rosululloh tidak hanya akan berkunjung…tapi ia akan menginap di rumah kita…

akankah beliau masih tersenyum melihat kehidupan kita, yang tidak membaca Quran kecuali hari jum’at…danitupun hanya surat Yassin yang sudah kami hafal sejak kecil… ,

Akankah beliau masih tersenyum melihat keluarga kita yang tidak ke masjid meski adzan magrib sudah berkumandang…., di saat sepertiga malam…tak satupun dari keluarga kita yang bangun …..bahkan sholat subuhpun kami kesiangan…

maafkan kami ya Rosul…jika engkau menunggu terlalu lama di luar sana…

ternyata masih banyak lagi hal-hal yang harus kami bereskan agar engkau tetap tersenyum dan bangga bahwa kami adalah umatmu…Ummat yang kelak akan engkau banggakan di hadapan Nabi yang lain….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s