Tawasul

“Hal Jazaa ul ihsanu ilal ihsan,

dan tiadalah kebaikan itu akan di balas melainkan dengan kebaikan,

Tidak ada satupun di dunia ini yang kebetlan, semuanya sudah diatur oleh yang maha kuasa, bahkan kejadian  beberapa tahun sebelum kisah ini di mualipun sudah merupakan rangkaian skenario dari Alloh SWT, beberapatahun yang lalu aku pernah di rawat di sebuah Rumah sakit gara-gara dehidrasi…

Saat itu rasanya…luemesss luar biasa…pinggang terasa sakit….kulit keriput dan beberapa pembuluh dari di bawah kulitku tampak seperti pecah karenanya terlihat bercak-bercak kemerahan di bawah kulitku.kata dokter  benda keton yang ada di cairan urinku menunjukkan angka 4, aku sih nggak ngeh, angka 4 menunjukkan apa, yang jelas dokter merujuk saja kalo aku harus menginap di rumah sakit, jika janinku ingin selamat.

sejak saat itu dokter memberikan beberapa indikator yang harus di waspadai jika kejadian berulang. Sekarang, jika setiap kali pinggangku terasa sakit…spontan yang kulihat adalah kulit di tanganku…apakah tampak keriput atau ada bintik-bintik merah seperti orang terkena Demem berdarah?

Kalo sudah tampak tanda-tanda itu…cepat-cepat deh…aku bom dengan banyak minum….dan sesudahnya…dapat di pastikan aku akan sering bolak-balik ke kamar mandi untuk  BAK.

sperti pagi itu, saat aku berada di mina,tepatnya tanggal 12 Zulhijah 1431 H.dari awal aku ke mina, sebetuknya aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak terlalu banyak minum, he..he..maklumlah, kamar mandynya kan nggak hommy banget spt di tanah air, tapi, Alloh rupanya berkehendak lain,diberi Nya aku rasa sakit di pinggang, meski belum jelas terasa tapi aku yakin betul itu adalah alarm dari tubuhku, bahwa ia memnutuhkan cairan.Akhirnya Bismillah, dari pada aku sakit dan ibadahku terhambat, maka aku putuskan lebih baik aku repot antri ke kamar mandi.jadi…cepat-cepat aku minum banyak air putih.dan, dapat di pastikan dong,  beberapa menit kemudian aku jadi bolak balik ke kamar kecil buat BAK.

hari itu hal yang masih kami lakukan dalam rangkaian ibadah haji adalah, kami masih harus melempar ke 3 jumroh…(AQOBAH,WUSTHO DAN ULA)..

Ustad mengabarkan kepada kita kalo kita melemparkan jumroh  Ba’da Zawal, Hari itu langit mendung sekali, angin waktu itu berhembus sangat kencang, menggerak gerakkan enda kami dengan sangat kencang,bahkan yang aku amati adalah suara sirine yang terdengar terus menerus, dari luar tenda kami terlihat polisi banyak berjaga-jaga di luar komplek perkemahan armina…

tiba-tiba ada teman kami yang membaca keras-keras pemberitahuan dari salah satu Profider telepon Lokal…bahwa…untuk para jamaah haji…di himbau untuk tidak keluar lebih dahulu untuk melempar jumroh….karena di perkirakan…di minna akan terjadi hujan badai…

setelah Sholat Zuhur kami di mohon untuk mempersiapan diri,membawa payung,jaket,dan tentu saja kantong berisi batu yang akan di lempar.

langit terlihat sangat gelap dengan kilatan kilatan petir yang besar dan berkilat kilat…semua sibuk mempersiapkan.terbersit dalam fikiranku, sebelum aku berangkat perlu ke kamar kecil nggak ya?hem, barusan sebelum sholat sebetulnya aku sudah ke kamar kecil,tapi rasanya saat itu aku kok pingin ke kamar kecil  lagi yah…

aku lihat teman-temanku semua sibuk…mau minta tolong anter ke kamar kecil gak enak…ah…gak papa lah…deket ini…akhirnya aku putuskan untuk pergi ke kamar kecil sendirian.

dengan setengah berlari,ku tengadahkan kepalu ke atas, langit semakin gelap, mendung bergelayut…percikan percikan cahaya kilat sesekali terlihat…angin bertiup cukup kencang,

Sesampainya di kamar mandi,beruntung aku, karena ternyata tak perlu antree…kamar mandi hampir sebagian besar kosong…jadi langsung aku masuk ke salah satunya, tak seberapa lama aku di dalam kamar mandi , tiba-tiba…Bresss…hujan turun sangat kencang….bahkan terdengar sangat keras dari dalam karena atap kamar mandi terbuat dari seng,sedikit panik, cepat-cepat aku keluar…subhanalloh, ternyata di luar kamar mandi  justru  lebih menakutkan lag, karena aku langsung bisa melihat langit yang sangat kelabu, dengan kilatan petir mirip sebuah cemeti yang menyambar nyambar..saat itu suara hujan terlihat aneh di telingaku, mirip seperti kerikil dan di sebarkan di ats atap seng dengan keras, ku coba…angkat kakiku untuk bisa merasakan tetesan air hujan…ups…tersa sakit dan dingin…banget…Subhanalloh…pantesan suaranya aneh,.Hujan Es Rupanya….

BBBRRRRRR dingin, sambil ku rekatkan kedua tanganku, kulihat ada beberapa orang yg nasipnya sama denganku,diwajah mereka semua terlihat ketakutan, yang rupanya juga mulai menjalar di dalam hatiku, ya Alloh, Redakan hujannya barang sejenak.  Di dalam hati,ada rasa menyesal, wah..coba tadi nggak usah ke kamar mandi yah, padahal nggak kebelet banget kok, wah,berkecamuk kembali hatiku, kenapa tadi gak bawa HP ya…coba kalo bawa…kan bisa minta tolong suamiku untuk menjemput…atau siapalah,😦..tapi semua penyesalan seandainya seandainya segera aku sudahi,sekarang yang penting bagaimana solusinya nih, supaya kami yang terjebak hujan badai di toilet ini bisa selamat sampai ke tenda kami masing masing.

ku coba bertanya kepada seseorang dari kami yang ada di toilet ,apakah mereka ada yang membawa hp?ternyata juga tak satupun yang membawa hp, laian kalo mereka bawa hp pun tak ada satu nomorpun yang aku hafal.jadi ya..sama juga bo ong.

Sementara  anginnya bertiup semakin keras, petirnya pun mulai terdengar menggelegar.panik yah…jelas panik. berbagai bayangan buruk melitas begitu saja dalam benakku, entah karena imajinasiku yang terlalu tinggi atau terlalu ngelantur, bahkan musnahnya kaum add dan kaum tsamudpun ada dalam benakku saat itu, masya Alloh….saat itulah ketidak berdayaanku sebagai seorang makhluk berada di titik nol. aku hanya bisa pasrah,dan ber Doa

Illahana ya Robbana, ampuni hamba ya Robb,…hamba Pasrah kepadamu atas apa yang akan terjadi dg hamba, tapi hamba mohon, jika engkau hendak mentakdirkan sesuatu terhadap hamba, jangan saat ini ya Robb” sambil sesekali kuhapus air mataku, berusaha menginstrokpeksi ada kesalahan apa aku ya Robb, ampuni aku ya Robb, jika aku tanpa sengaja telah berbuat dosa, kalo bukan engkau yang mengampuni dosaku, lantas  kepada siapa lagi aku akan memohon.

Hiks..kuhapus air mataku kembali,” jika engkau menginginkan hamba kembali kepadamu ya Robb, maka jangan sekarang ya Robb, tempatnya nggak elit banget ya Robana, saat ini hamba masih di depan kamar mandi ya Robb,”

Dalam fikiranku saat itu,wah…bagaimana beritanya nanti ya, kayaknya pembaca beritanya akan membacakannya begini “pemirsa, telah terjadi hujan dan badai di mina, yang menelan korban beberapa jamaah haji indonesia,salah seorang korbanya adalah seorang jamaah haji asal bandung…jasadnya di temukan di depan  kamar mandi” Hi…serem pisan,  Cepet cepet aku Istighfar…jangan ya Robbb….Lindungi hamba ya Robb…jauhkanlah hamba dari takdir yang buruk ya Robb…jika engkau mau mewafadkan hamba maka wafatkanlah hamba sebagai orang yang terhormat di langit dan terhormat di dunia, di sebaik baiknya tempat ya Robbana,” kataku terus berdoa sambil mengahpus air mata yang semakin deras mengucur.

Angin terus berhembus sangat kencang,bahkan air hujanpun turun semakin deras, seolah olah seperti air laut yang di tumpahkan dari atas langit.ku pandangi wajah-wajah pasrah di antara kami.dari gerakan bibir mereka aku tahu tak seorangpun dari kami yang tidak berzikir.

entah dari mana Mualainya…

tiba-tiba Alloh mengingatkan aku akan sebuah kisah tentang 3 orang pemuda yang terjebak dalam sebuah Gua…

masing-masing pemuda itu berdoa dengan menggunakan amalan yang menurut mereka paling Ikhlas mereka lakukan….dan sedikit demi sedikit batu yang menutupi gua itu bergeser…sehingga merekapun terbebas….

tercenung aku memikirkannya,dengan harap dan Cemas, aku lantunkan doaku…

“Ya Robb…malu sebenarnya hamba mengungkap ini,di tanah haramMu ini,hamba pernah menolong seorang nenek-nenek yang sedang kehausan di tengah teriknya mataharimu dan di tengah lautan orang orang yang sedang beribadah denganmu,

Saat itu persediaan air minumku pun sudah habis, tapi ku lihat wajah nenek itu sudah memucat, bibirnya sudah tampak sangat kering…ku alihkan pandangakan ku ke sekeliling…rupanya…semua orang di sekitarku pun sama-sama terlihat ke hausan…untuk menuju ke tempat air zam-zam masih sangat jauh dan saat itu sangat padat sekali jamaah,yang aku punya saat itu hanya sedikit air yang aku punya di botol spray,bismillah, dengan menyebut namamu ya Robbana maka aku tawarkan air yang mungkin hanya beberapa teguk itu,

“Ya Robb…seandainya…engkau menanggap bahwa amalan itu semata-mata karenaMU, maka hamba memohon kepadamu dengan amalan itu…. dengan Kuasa dan Rahmat MU, berhentikanlah… hujan ini…barang sejenak…atau engkau utus seseorang untuk  menolong kami, hamba tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi saat hamba berada di sini, kabulkanlah doa hamba ya robb, aamiin

Dan,maha Suci engkau Ya Robb,hanya kepadamulah berpulang semua pujian, belumlah lidah ini kering,

pertolongan yang kami harapkan pun datang…

tiba-tiba datang seorang ibu…sambil membawa 2 buah payung..

Ibu ini hendak menjemput teman nya yang berada di sebelahku.meski engkau tidak mengerimkannya secara langsung,tapi hamba yakin, engkaulah yang menggerakan hatinya.

Saat itu…aku langsung menyambutnya ,”alhamdulillah….ibu…saya ikutan ya bu…ke kemah ibu…saya takut di sini bu”

Ayo- ayo…semua ikut….katanya sambil menangis…saya juga tidak ingin kalian semua berada di sini, kalian pasti kedinginan di sini…subhanalloh, kulihat pancaran kasihMu di matanya.

(“Ya Alloh…saat ini ketika menulis…hamba juga memohon kepadamu…payungilah sang penolong ini kelak di yaumul hisab ya Robb,di  hari di mana saat itu orang kepanasan karena matahari tinggal sejengkal…).mudahkanlah semua urusan penolong kami ini di dunia dan di akhirat.aamiin.

Dan kamipun berombongan menuju i ke kemah ibu itu (belum sempat berkenalan).karena subhanallohnya…begitu kami meninggalkan gerbang toilet…tiba-tiba hujan berhenti…jadi…aku pun berubah Fikiran…:ibu…hatur nuhun…karena hujannya berhenti saya mau langsung ke kemah saja bu..jazakumulloh khoir.semoga Alloh membalasnya dengan yang lebih baik lagi bu,dan akupun langsung berlari…

Allohu Akbar Maha Besar engkau dengan segala RahmatMu… begitu sampai di kemah…Bresss….hujan kembali datang dg angin yang memang sangat kencang….

jam 15.30 kami baru berangkat melempar jumroh…masya Alloh…mata kami terbelalak melihat di jalan-jalan benar-benar porak poranda…ternyata di luar kemah kami benar-benar jadi badai dan banjir…banyak barang-barang bahkan tenda tenda pun hanyut terbawa air,semua  berceceran di jalan….

Alhamdulillah ya Robb…engkau selamatkan kami semua di dunia, dan semoga engkau selamatkan juga kami dari Fitnah akhir Zaman….Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s