Wanita dengan banyak Cinta

jika ada tulisan saya yang berjudul lelaki dengan banyak cinta…maka sekarang giliran saya menceritakan tentang wanita dengan banyak cinta….

Sebut saja Namanya SANG DEWI..orangnya secantik namanya…

siapapun yang kenal dengannya akan merasa dekat dengannya…sangat Sundanese…

Aku mengenalnya sebulan sebelum keberangkatan haji

Awalnya agak segan …karena kalo dari penampilan beliau…hmmm sepertinya dari kelas yang berbeda…tapi subhanalloh…dari obrolan-obrolan singkat …..dari tatapan matanya…aku sudah mulai menilai…”She is a special women…”

jadi…aku pun make a wish ah…berharap bisa mengenalnya lebih jauh….

Alhamdulillah…doaku di kabulkan…Saat di minna tidur kami bersebelahan..kami berbagi apa saja…

dan ternyata penilaianku tak meleset…selama di sana ia selalu bisa membuat orang tertawa…karena orangnya rada bule…tapi logatnya sundanese pisan…bukan cuma itu saja..ia juga selalu bisa membuat para nenek senang dan tertawa…terkadang ia memijat dari satu nenek ke nenek yang lain…(padahal kita dalam keadaan sama-sama capek loh…) kadang dia juga bercerita dg bahsa sunda yang kocak ( bodor) ,…sehingga membuat kami tertawa gerrrr

siapa yang menyangka…di balik senyumanya …ia pernah mengalami perjuangan yang luar biasa…

Suaminya sendiri yang bersaksi…

kalau istrinya ini orang yang hebat…sabar…tulus…dst (sangat jarang loh…ada suami yang memuji istrinya…)

kenapa luar biasa…yah…bagi seorang wanita perjuangan untuk mengajak seorang suami kembali ke jalan yang lurus adalah suatu perjuangan yang sangat luar biasa…yah walaupun perjuangannya belum seperti Asiyah Istri Firaun…tapi untukku sulit aku bayangkan..jika aku ada pada kondisinya……hah…mungkin aku akan menagis setiap hari…

bagaimana mungkin…jika kita sudah siap-siap dari tahun 2006 pingin…banget pergi haji…semua yang di butuhkan…yah..minimal niat dan uang sudah bukan kendala lah…eh…karena kesibukan karir suaminya jadi tertunda…dari tahun ke tahun…selalu saja ada kata…tahun depan aja…udah tahun depan…eh…tahun depannya lagi….

bisa ku bayangkan…jika aku yang mengalaminya…wah…kalo aku bisa nagis bombay tuh….

tapi ternyata yang terjadi berbeda dr yang aku bayangkan… sang Dewi ini terus berusaha..memahami apa sebetulnya kendala suami…jika suami merasa dia sueper suibuk…jadi…rada repot kalo harus mengurus surat menyurat dan cece merece…maka ia mengalah…biarlah capek capek dikit …dia yang rela bolak-balik ke bank..ke depag untuk menguruskan surat menyurat dan admistrasi suaminya….

Sang Dewi ini juga super sabar… menunggu sampai benar-benar suaminya merasa..o.k.kita berangkat tahun ini…

dan…ternyata…ketika suaminya merasa bahwa o.k. kita daftar tahun ini(Waktu itu 2009) hingga mendapatkan porsi tahun 2012…ternyata Alloh berkehendak lain..mereka mendapat kejutan….2 th lebih maju dr yang di jadwalkan….

subhanalloh…

ternyata skenario Alloh menjadikan suami sang Dewi ini menjadi karom kami…”dengan pengalaman beliau mempimpin…tentu saja membuat Rombongan kami menjadi Rombongan yang Sholid dan ceria….

yang ingin sy ceritakan ini adalah pengalan unik sang DEWI…

yah…di balik pemimpin yang segar pasti ada wanita yang segar dong…yah…dia itu ya sang Dewi…wanita yang menurut saya sangat banyak mempunyai persediaan cinta…

dalam sebuah ceritannya kita pernah bertanya…bu…kenapa sih bu…kok manggilnya ke bapak suka beda…beda….

iya…emang itu kebiasaan saya…

“kadang di panggilnya suaminya akang…kadang di panggilnya papih…kadang juga di panggil Honney…gimana mod aja lah…

kalo lagi banyak duit honey dong…kalo lagi mau makan di luar ya papih…nanh kalo mau ogok ( baca manja…biasa saya suka panggil akang…) ” kata bu dewi suatu saat ,sambil tentu saja matanya selalu berbinar-binar cerah…

spontan kami tertawa…

he…he..perlu di contoh ya…kan bagus juga kalo kita punya panggilan yang berbeda…sepert bunda Aisyah r.a.ketika bersama Rosululloh SAW juga mempunyai panggilan yang berbeda-beda loh…sesuai kondisi hatinya…kalo lagi bahagia beliau biasa panggil ya habbibulloh…kalo lagi gak mood beliau basa banggil ya ibnu Ibrahim…

he…he…kalo kita punya panggilan yang berbeda kan berarti suami kita jadi tahu dongk kondisi mod kita…:)

kerenn…..

kembalike sang Dewi…

meski kami tidak selalu bertemu setiap saat karena regu kami berbeda…tetapi dari jauh…diam-diam aku selalu memperhatikan…dan beliau ini paling sering terlihat sedang menuntun nenek nenek…

bahkan pernah..di sebuah kunjungan ke kebun Qurma…di saat semua teman-teman turun memilah dan memilih Qurma untuk buah tangan…subhanalloh…beliau itu sedang mencari-cari toilet karena mengantar salah satu nenek yang sebetulnya bukan anggota grup kita….akibatnya…di saat beliau mau belanja…eh…mobilnya sudah mau berangkat…

dan yang subhanalloh…expresinya itu yang membuat saya kagum…karena terlihat tak ada sedikitpun ekspresi kecewa karena tertinggal…selalu ceria dan menyapa semua yang beliau kenal…

dan menurutku karena inilah…karena beliau punya sekeranjang cinta untuk kami yang berada di sekilingnya…hingga Alloh pun…memberikan hadiah yang luar biasa…

beliau bisa mencium hajar Azwad…tanpa harus antre,,…berdesak-desakan…dsb.

menurut pengakuan beliau…saat mau mencium hajar aswad…jalannya gampang…banget…dan lowong banget…padahal…he…he…sepertinya malam itu juga aku juga survey loh…siapa tahu aku bisa mencium hajar aswad tanpa resiko berdesak2 dg kaum adam…tapi yah…memang belum rizkiku kali…menurut pengamatnku…kok…di sudut itu gak pernah sepi yah….

dan …

Alloh selalu memudahkan urusan orang-orang yang memudahkan urusan orang lain…hingga sang dewipun juga mengalami kemudahan yang Alloh berikan karena ia selalu memudahkan urusan orang lain…

Dengan ceria beliau menceritakan tentang pengalamannya….

“Alhamdulillah saya bisa mencium hajar aswad..kata bsang dewi sambil senyum-senyum….saya juga masih heran sampai sekarang…waktu itu saya sholat…kalo tidak salah waktu itu sholat isya…dan imamnya Zudais…wuih…sulit untuk mengalaminya lagi…malam itu saya merasakan getaran yang amat dasyat di hati saya…bahkan…dari ujung rambut sampai ujung kaki semuanya bergetar…alunan suara sang Imam itulah yang membuat hati saya bergetar….mungkin…karena kesedihan yang sangat mendalam mau berpisah dg ka’bah….selesai sholat…saya berdoa Ya Robb..lusa saya akan pulang…dan sampai saat ini hamba belum berani mencium hajar azwad…jika engkau berkenan ya Robb…sampaikan hamba di hadapannya ya Robb…agar hamba bisa menempelkan bibir hamba…di tempat di mana bibir Rosululloh dan para sahabat juga menempel di situ….”tutur sang dewi…lancar…sesekali di usapnya genangan air mata di ujung ujung matanya…

malam itu saya juga heran…akang membawa saya twowaf…perlahan tapi pasti…hingga tak terasa bisa sampai di sudut dekat askar berdiri dan Siuuutttt…serasa tak percaya…saya berhasil menempelkan bibiir saya di hajar Aswad…lama lagi…

subhanalloh…syukur hanya kepada Alloh lah…”tuturnya dengan bersemangat…”

bukan cuma itu saja…lanjutnya…masih dengan semangat yang sama…

saya juga waktu sebelum magrib sempat berdoa..”Ya alloh…sekian lama di imami oleh Uzt.zudais gak penah lihat wajahnya….sebelum sy pulang ya Alloh…ijinkan hamba bertemu langsung dgn nya ya RObb”

eh…subhanalloh…ternyata kontan di bayar sama alloh…itu mah selepas sholat magrib…eh…lihat pak Imam lewat…subhanalloh….saya mah sampai bergetar…”

subhanalloh…senang saya mendengar pengalamannya berhaji…”selalu ada kemudahan bagi orang yang memudahkan urusan orang lain…”

wallohu alam…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s