BERTEMU DALAM DO’A

Teringat peristiwa wukuf setahun yang lalu,

Pagi itu,bersemangat aku mempersiapkannya, kupilh baju putih terbaik yang aku miliki,antrian panjang di kamar mandi tak menyurutkan langkahku untuk mandi agar segar badanku meski tak ber parfum, karena kami masih berihrom,

semalam sudah ku pinta pada yang KUASA untuk melancarkan semua kegiatan hari ini…berharap semua yang aku panjatkan hari ini di ijabah olehNya….

hati, ku persiapkan baik2, zikir dan kata kata yang baik aku ucapkan setiap saat…kumpulan doa2 matsur, asmaul husna, dan segepok doa-doa titipan sanak kerabat aku persiapkan….

yah…untuk sebuah hari yang di sebut WUKUF

untuk sebuah hari inilah aku menahan rindu selama bertahun-tahun,
insya Alloh, ba’da Zawal (bd zuhur….langit di buka…Semoga semua doa kan diijabah olehnya…

pukul 7 pagi kami siap siap berangkat dengan bis…dari minna menuju ke Arofah, setengah jam kemudian bis yang mengangkut kamipun tiba,

hampir semua dari kami bertanya tanya, tanya kepada ustad pembimbing kami..”ustad…kira kira kita sampai ke arofah jam berapa ustad? ustad pun tak bisa memberikan jawaban yang pasti…yah..kita siapkan mental saja …kata ustad…bisa cepat..bisa juga lama…berdoa saja kepada alloh semoga di lancarkan…

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Alloh, perjalanan kami lancar, hanya setengah jam kami berkendaraan,
jam 8.30 pagi kami tiba di Arafah,  sungguh di luar prediksi kami, karena prediksi kami akan terjadi kemacetan,

Alhamdulillah, jalan seolah kosong, karena biss kami melintas dengan cepat, bahkan hingga dekat dengan kemah tempat kami akan melaksanakan wukuf, Alhamdulillah ya Robb,

Semua orang berbondong-bondong menuju ke tempat ini…
karom dan karo membimbing kami menuju tenda wukuf,

Subhanalloh..aku bayangkan tempat ini adalah miniatur padang masyhar…hanya bedanya tempat ini tak seterik padang masyhar kelak…di mana matahari tinggal sejengkal…

Ilahanna ya Robbana…

semoga kelak jika aku di padang masyhar, bisa senyaman dan setentram seperti di arafah kini,

untuk jamaah haji indonesia, tenda di arofah ini tak sebagus tenda di Minna, karena tenda di arofah ini adalah tenda tenda musiman, yg bisa di lepas pasca haji, sehingga tenda di arofah ini tanpa AC.

pukul 10 pagi kami bersiap untuk muhasabah sebelum doa di lantunkan, dan setelah acara pembukaan di mulai ustad memperkenalkan tamunya, kebetulan hari itu di tenda kelompok kami kedatangan seorang tamu..teman lama ustad rupanya…sekilas seperti orang dari bangsa CHINA

wajahnya bersih…kulitnya bersih…berjanggut meski sipit matanya.

namanya…tak kudengar dg jelas…ia berasal dari turkistan…sebuah negara jajahan Uni sovyet yang komunis…
beliau khusus datang sebelum wukuf…untuk meminta doa kepada kami jamaah MAQDIS…agar mereka di berikan kekuatan untuk menegakkan Islam di negaranya…

Di usia 13 th ia sudah menjadi seorang hafidz Qur an 30 juz…yang ayat demi ayatnya ia hafalkan dg bimbingan ayahnya,

dari gua ke Gua…karena mereka para penghafal Quran di turkistan senantiasa di kejar-kejar oleh Rezim Komunis, bahkan yang lebih kejam lagi adalah bahwa jika para hufaz ( penghafal quran itu tertangkap) para tentara komunis itu selalu menyiksa bahkan menembak di daerah kepala, karena di kepala merekalah al quran itu tersimpan.

ini bedanya dengan kita, jika kita terbiasa mengoleksi alquran, dr segala penerbit dan sekala keutamaannya, namun sedikit sekali menghafal al quran, jika mereka, setiap kelompok penghafal al quran hanya memiliki satu al quran, tetapi mereka memiliki al quran yang mereka bisa bawa kemanapun mereka pergi.meski beribu ribu al quran di bakar oleh Rezim komunis, tapi al quran yang ada di kepala mereka dan di hati mereka tak akan pernah hangus.

Malu rasanya, aku yang mengaku aktifis, apa lagi tinggal di sebuah negara yang aman tentram dan sentosa…bukan 30 juz yang ku hafal tapi juz 30 yang selalu ku ulang-ulang agar tak tertukar-tukar ayat ayatnya,

kembali tamu kami menceritakan sekilas keadaan dirinya,

kini ayahnya sedang sakit-sakitan akibat sering tertangkap dan dintimadasi oleh rezim, Dan kembali, permohonan untuk didoakan ia utarakan… sepertinya beliau memang serius sekali meminta agar kami menyebutnya dalam doa.

Masya Alloh,bergetar hati ini,

nama negaranya saja baru aku dengar hari ini, inilah yg di sebut ukhuwah, inilah yang menyatukan kita ummat islam, meski terpisah oleh jarak dan waktu,

tapi…illahana…saksikanlah…kami semua menyayanginya karenaMu ya Robbana, kami bisa merasakan kepedihannya…betapa kami kini merasakan bahwa kami mencintainya karena mu ya Robb

hari ini engkau telah memberi kami sebuah pelajaran yang tak ternilai…arti sebuah doa dari seorang saudara yang tak terikat oleh darah dan perkawinan tapi sebuah doa yang di lantunkan dengan penuh cinta karena sebuah ikatan agung bernama ukhuwah,

Sekarang kami bisa merasakan ikatannya,dahulu doa ini aku lantunkan meluncur begitu saja dr mulutku karena sdh lama aku hafal, tapi kini, aku bisa membayangkan perjuangan mereka berpindah pindah dari gua ke gua,agar bisa menghafalkan al quran dg lancar dan aman.

“Allohumman Shur junduka wa aulia akal mujahidina fi turkishtan,fi filistin…fi kulli makan yudzkaru fii his mulloh…”.

ya Alloh bantulah para tentaramu dan para walimu yang tengah berjihad di turkistan,di palestina…dan di semua tempat yang di dalamnya di sebut nama Alloh………

tak terasa,bukan hanya air mata yang bercucuran,tapi jiwa dan jazad kamipun bergetar ketika melantunkan doa ini. Mudahkanlah jalan mereka untuk menegakkan kalimatMu ya Robbana.

Robbana Taqobal do’a….Aamiin….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s