Menangis

Hem…aku ingin menulis tentang menangis…

karena menangis itu……,
bisa jadi senjata bagi semua permasalahan yang buntu…

Karena menangis itu….,
bisa mewakili semua yang tak terucap oleh kata…

bahkan air mata orang yang menagis itu bisa bersaksi loh …di akhirat kelak…
karena barang siapa yang menagis di sebabkan takut kepada Allalh maka haram baginya api neraka…

aku sendiri…termasuk orang yang mudah menangis…mudah terrenyuh oleh suasana…asal ada pemicunya sedikit aja…air mata ini akan susah untuk di bendung ….Agak lebay memang…
Tetapi…terkadang aku juga suka susah untuk menangis sehingga sesekali aku juga sering merindukan dan berupaya untuk menangis …terutama…di malam hari ketika akan bermunajat…karena aku yakin dengan menangis ini bisa melembutkan hati ..

Untuk para bapak…
jangan pernah takut untuk menangis…bahkan orang sekeras Umar bin khotob pun menyuruh kita untuk menangis…dan ketika kita tidak bisa menangis maka menangislah karena ternyata kita tidak bisa menangis….

dan…ssst,,…dengan menangis ini…aku sering memenangkan perkara loh…
yap….jika kebetulan sedang berselisih pendapat dengan suamiku…he…he… laki-laki memang tidak tahan dengan air mata wanita…

beberapa hari yang lalu aku juga baru saja menangis…terguguk di depan guru anakku..
entahlah…perasaan haru itu tiba tiba aku rasakan…ketika aku menerima rapot anaku…
yang alhamdulillah…secara akdemis ia termasuk salah satu yang terbaik di sekolahnya…

yang membuat aku terharu…bukanlah karena nilai sekolahnya yang bagus…melainkan justru ketika aku membaca rapor sikap …..sebuah rapor yang berisi penilaian sikap anakku dari teman teman dan guru gurunya…..

buru buru ku hapus air mata yang terus mengalir deras….
sesekali aku beristigfar…

astagfirulloh al adzim….
ku ulang istighfar itu terus …berharap agar hatiku tertata…karena sebentar lagi aku akan mengucapkan terima kasih kepada guru wali nya…
tidak lucu kan kalo aku mengucapkannya sambil terguguk guguk…

tiba-tiba ada seorang ibu juga yang tampaknya juga ikut terharu melihat aku menagis…
dengan ragu ia menyapaku…”Ibu mamahnya Ilham Yah…”
aku meng angguk pelan…” iya bu…ada apa?”
“saya mamahnya Alif” katanya sambil megulurkan tangannya…
“TRima kasih bu…Trima kasih…ilham anak yang baik…saya mengucapkan trima kasih dengan ilham…karena ilham anak saya jadi berubah”

ingin langsung ku peluk dia…
sebuah pernyataan yang justru semakin membuat air mata ini semakin liar ke luar…

Subhanalloh…Astagfirulloh al adzim…maafkan kesalahanku selama ini ya Robb…

mebetapa mereka menghargai anaku dengan memberikan penilaian yang positif terhadapnya..bertanggung jawab, dewasa, bisa mengatur emosi, bijaksana,tempat curhat yang enak…dll

sementara aku….aku ibunya..sepertinya…selama ini seolah tak pernah terlihat di mataku…semua kebaikannya…
setiap hari…yah setiap hari…jika ada suara yang erdengar melengking di rumahku…itu adalah suaraku yang sedang memberikan pengarahan kepada anakku dengan suara yang lumayan keras….
Bahkan terkadang….aku juga memberikan penilaian yang buruk terhadap anakku…sering aku mengecapnya dengan kata-kata tidak disiplin,berantakan..,lamban,dsb.

sementara…halo…aku adalah orang yang sering memberikan beberapa ceramah di beberapa majelis taklim di beberapa komplek perumahan di kotaku…

aku tahu ilmu tentang pendidikan anak…aku sering mengikuti beberapa seminar tentang pendidikan anak yang…yah…ketika aku marah kepada anakku ABG ku ini aku sadar…sangat sadar…bahwa aku sedang mencoret…bahkan sedang memutuskan beberapa sambungan sambungan syaraf di sell otak anak terkasihku….

Ya Alloh….ibu macam apa aku ini…tersadarkan aku oleh mereka…mereka yang bisa melihat dengan objektif segala kekurangan dan kelebihan anakku..
aku…selama ini sibuk dengan standar nilai yang mungkin tidak hanya membuat anakku sulit untuk menjangkaunya…tapi menjadikan aku stress jika ada yang tak sesuai dengan harapan….
sehingga terkadang meledak…ketika ia berbuat tak sesuai dg harapanku….

Mungkin aku terlalu keras….tapi demi Alloh..wahai anakku…..itu karena aku ingin menjadikanmu “waj al na lil mutaqinna imaman…”
doa yang selalu aku lantunkan dengan berurai air mata….

Dan hari itu…akupun tersadar…
bahwa setiap anak selalu di lahirkan dengan segala kekurangan dan kelebihannya….

betapa aku punya tiga orang buah hati yang seperti apapun keadaanya …mereka adalah amanah dari yang kuasa…yang kelak..semuanya akan aku pertanggung jawabkan di hadapan NYA…
I love u so much…nak…kalian adalah anugrah terindah buat Ummi…sekarang…dan selamanya….

dan…ternyata kali ini pun aku menuliskan tentang menangis sambil menangis…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s