MESA’KE TENAN

hai…hai..kalo yang bukan orang jawa pasti bingung…baca judulnya….betul kan? mesa’ke tenan itu artinya…kasihan sekalee…

coba kita tanya pada diri kita sendiri…pernah ngga ya…kita merasa kita seperti di kasihani orang….pinjam bahasa gaulnya mah “kasihan deh lu…”
seumur-umur…aku baru pernah merasakannya di masjidil haram loh….
begini ceritannya…

malam itu seperti biasa…selepas sholat isya…aku langsung berkumpul bersama-sama bangsa melayu di bagian paling kanan ruang jamaah wanita di masjid nabawi.seperti biasa kami antree ke roudoh…
bagi para wanita…kalo mau ke roudoh itu di beri kesempatan 3 waktu yaitu ba’da subuh…ba’da zuur dan Ba’da Isya..maklum, masjid nabawi ini adalah masjid Rosululloh SAW, sehingga adap adap masuk ke masjid itu harus di jaga.kam para wanita hanya di berikesepatan di 3 waktu tersebut,supaya tidak berdesak desak dengan kaum lelaki.  Ruangan yang di sediakanpun tidak semua bagian roudoh. Dan karena ruangan yang di sediakan cukup sempit (hanya sepertiganya ) semntara yang mau masuk itu buanyak…banget,…jadi yah harus sabar antree…kita di kelopokkan per bangsa…ada arabic, pakistan India, Turkiye dan Melayu.yang nik adalah bangsa mana yang akan masuk duluan?itu jadi hak prerogratif para askar wanita.
kalo pas Rizki…kita melayu dapat giliran pertama, jadi  jam 9.30 bisa langsung masuk.tapi kalo gak kebetulan ya…kita harus sabar menunggu,bisa lebih dari satu jam.

selama menunggu kita bisa mempergunakan waktu kita untuk berzikir, baca Qur an atau berkenalan…kalo pas ada Azkar yang bisa bahasa melayu…kita juga suka di beri pengajian…di terangkan adab-adab masuk ke Roudoh…seperti tidak berlari,tidak saling mendahului,bersholawat,berdoa boleh juga sholat mutlak/hajat/tahajud 2 rokaat dsb…

nah…malam itu kebetulan aku ngantuk banget…baca Qur an gak maju-maju ayatnya…yah…dari pada salah salah…seperti biasa aku tengok kanan kiri,eh…sebelah kananku ada ibu-ibu yang tanpa di sengaja juga sedang memandang ke arahku.

“bu…dari mana?” tanyaku memulai pembicaraan.
“dari medura dek…adek dari mana?” jawabnya dengan dialek khas madura.

“sy dari bandung bu” jwabku sambil tersenyum.dan perkenalan pun di mulai..
“ibu dari KBIH apa?” tanyaku lebih jauh lagi,
sepertinya  si ibu  bingung dengan pertanyaanku,terbukti dengan gelengan kepalanya,so..cepat-cepat aku ralat pertanyaanku…”oh…ibu mandiri ya…dari depag?”

demi mendengar pertanyaan terakhirku, maka ia pun tersenyum, bahkan bercerita bahwa dari kotanya ada 400 orang yang berangkat, semuanya berada di dalam hotel yang sama.malah kata dia kemarin rame-rame…di jamu sama syehnya…

“kami datang merame ke rumah syehnya dek”katanya semangat,”dikasih makan,di kasih leh oleh,semua jamaah kami di kasih leh oleh tasbih sak gepok sama kurma”

sampai di sini saya lah yang justru bingung,  yUp, tepat sekali…yang aku bingungkan sebenarnya adalah siapakah Syeh itu?seorang ustadkah?seorang pemilik apartemenkah? wallohu alam bi showab, bahkan Hm…sampai sekarang sy juga bingung…siapa yang di maksud syehnya itu…ada yang bisa menjelaskan?🙂

“wah…enak ya bu, dapat oleh oleh gratis” komentarkan juga ikutan antusias nih..tapi, karena masih penasaran juga akhirnya aku sambung lagi ,

“bayarnya hajinya nambah berapa bu?”
“yo sama dek sama yang laen…33 juta..lah kalo adek berapa bayar hajinya?sama kan?”

“nggih bu, sami”, trus aku terangkan , kalo aku bayarnya sekitar 34.000 dollar…karena pas pelunasan itu dollar lagi turun jadi totalnya cuma 30 juta 200 ribu.cuman bu…saya ikut bimbingan Haji di KBIH…jadi harus bayar manasik…2jt 250 rb…bayar Hadyu bis Tnazul dsb 1.150 SR.
“wah…larang yo dek,nek aku ndak…murah aja…manasik yo tis gratis” tambahnya dengan semangat yang sama.”di sini yo di ajak jalan jalan pake bis, bisnya nggak bayar”
he…he…kalo begini judulnya…joko sembung bawea gitar nih…sudah ngggak nyambung jreng…

jadi aku akhiri pembicaraan tentang KBIH,dan beralih ke topik yang lain.
“eh bu…ngomong-ngomong udah cerita-cerita dari tadi kita bekum kenalan nih…nama ibu siapa?” tayaku mencoba mengalihkan,
“aku?” kata dia, eh..ternyata si ibu malah balik bertanya kepadaku, “nama apa dek,nama asli atau nama haji?”tanya si ibu kepadaku dg polosnya, dan pertanyaannya justru membuat aku balik lg bertanya,
“nama haji?”
” lah,iyo dek…semua sing melok haji (semua yang ikut haji) di kasih nama baru sama syehnya….” jelas si ibu.
karena penasaran aku jawab ” nama dua-duanya bu…nama asli dan nama haji”
“oh…nek,nama asliku..isnaeni…kalo nama hajinya Siti Halimah” katanya dengan wajah sumringah,
“lah adek…sopo namane?” gatian bu siti halimah bertanya kepadaku,
“saya…heni bu,dari bandung” jawabku.
“lah …nama hajine sopo?”tanya bu siti halimah penasaran,
dengan polos pula aku jawab “he…he…saya gak punya nama haji bu…”
“Loh…yak opo?gak duwe tah??”(serunya dengan pandangan heran ke arahku)
mungkin pikirnya kasihan deh…anak ini…sudah mahal-mahal eh…gak di kasih nama haji lagi.
deuh…gak tahan aku melihat pandangannya, hi..hi…hi…meski dia tidak bilang…dari tatapan matanya aku  menangkap maksudnya, tidak lain :”kasihan deh lo….!!!”🙂

he..he..buru buru aku membaca mushafku kembali dan berharap segera tiba giliran kami, bangsa melayu masuk ke roudhoh…Allohumma Sholi alaih…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s