Pelajaran Penting dari Ibadah Ramadhan dalam kaitannya dengan kehidupan Spiritual seorang MUSLIM

Pelajaran Penting yang didapat dari Puasa Ramadhan dan amaliah ibadah Ramadhan adalah hadirnya kehidupan spiritual yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Kehidupan Spiritual yang diharapkan oleh Islam adalah :

1. Kehidupan spiritual yang berdiri di atas landasan tauhid murni untuk Allah SWT

Dengan puasa Ramadhan kita dilatih untuk menjalankan ketaatan hanya mengharap karena ridha Allah SWT.

Puasa Ramadhan mengajarkan kepada kita untuk menjalankan ibadah puasa hanya karena Allah SWT, mustahil seorang yang beriman kepada Allah SWT dengan sengaja membatalkan puasanya tanpa sebab yang jelas.

Artinya : Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus. ( QS Al Bayinah : 5 )

Dari Abu Hurairah, Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Semua amalan bani adam untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk-Ku dan Aku akan membalasnya, puasa adalah perisai, jika salah seorang dari kalian sedang berpuasa janganlah berkata keji dan berteriak-teriak, jika ada yang mencercanya atau memeranginya maka ucapkanlah :Aku sedang berpuasa. Dami dzat yang jiwa Muhammad ada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah Azza wa Jalla dari pada bau misk, orang yang berpuasa mempunyai dua kegembiraan, jika berbuka mereka gembira, jika bertemu Rabbnya mereka gembira karena puasa yang dilakukannya. (Muttafaqun ‘Alaih).

2. Kehidupan spiritual yang mengikuti sunnah Rasulullah SAW ( ITTIBA’)

Fudhail bin iyadh : ” Amal yang terbaik adalah amal yang paling ikhlas dan paling benar, karena amal tidak akan diterima kecuali jika dikerjakan dengan ikhlas dan benar.

Demikian pula halnya dengan Puasa Ramadhan, hanya karena Allah SWT dan mengikuti tuntunan Rosulullah-lah seorang Muslim menjalankan ketaatannya.

3. Kehidupan spiritual yang menyeluruh dan komprehensif ( Integral)

Spiritual seorang muslim adalah kehidupan yang menyeluruh, mendalam dan komperehensif (integral).

Seorang muslim menjalani ketaatan saat bersama orang banyak dan ketika sedang sendirian, ketika di rumah dan ketika di jalan, dalam ilmu dan dalam amal, ketika bepergian dan ketika bermuqim, saat tidur dan saat terjaga.

Kehidupan spiritual seorang muslim tidak hanya terbatas di masjid ketika melaksanakan ibadah ritual, lalu ia keluar darinya dengan tali kendali yang terlepas tanpa terikat oleh apapun.

Seorang muslim senantiasa bersama Allah, tidak lalai dari-Nya, tidak lupa mengingat-Nya dan tidak meremehkan atas pengawasan-Nya.

Seorang muslim dalam aktifitas-aktifitas keduniawiannya yang murni – seperti pertanian, perdagangan, perindustrian, dan perkantoran – tetap tidak terpisah dari kehidupan spiritualitas. Ia dituntut untuk selalu merasa di awasi oleh Allah SWT dalam pekerjaannya sehingga iapun meyempuranakannya, dengan tidak menipu, tidak mengkhianati dan tidak mendzolimi dalam bahasa kerennya tidak KKN.

Demikian halnya dengan Puasa Ramadhan,

  • mengajarkan kepada kita untuk menjaga Nilai puasanya dalam segala keadaan,
  • menjaga amaliah ibadah di bulan ramadhan dengan amalan yang terbaik, shalat senantiasa berjamaan di masjid, berinfaq, bersodaqoh dll

4. Kehidupan spiritual yang berkesinambungan (Istimror)

Kehidupan spiritualitas seorang muslim meliputi semua tempat dalam seluruh aspek kehidupannya, ia juga meliputi semua waktu dan fase kehidupannya hingga ia bertemu dengan Allah SWT.

Beberapa Agama hanya mencukupkan pemeluknya beribadah kepada Tuhannya sehari dalam sepekan atau – dalam ungkapan yang lebih pas – satu jam dalam sehari. Kemudian Agama itu membolehkan penganutnya untuk meninggalkan ajaran agamanya selama sepekan penuh untuk urusan dunia, hawa nafsu dan kesibukan-kesibukan pribadinya.

Keadaan itu tidak dijumpainya dalam Islam, bahkan ibadah dalam Islam ada yang diwajibkan sekali seumur hidup (Haji), Ibadah yang diwajibkan setiap tahunnya (Puasa Ramadhan), Ibadah yang diwajibkan seminggu sekali (Jumat), ada juga ibadah Harian (Shalat).

Demikian halnya dengan Puasa Ramadhan, satu bulan penuh seorang muslim dididik untuk menjalankan ketaatan beribadah kepada Allah SWT – shalat berjamaah, shalat sunnah, Infaq dan sedekah – dengan harapan 1 bulan sebagai wahana pelatihan untuk di 11 bulan selanjutnya.

5. Kehidupan spiritual yang dilandasi oleh kemudahan dan kelapangan

Kehidupan spiritualitas Islam – meskipun menyeluruh, komperehensif dan berkesinambungan – adalah kehidupan yang mudah dan tidak rumit, ia tidak membebani manusia dengan kesulitan dan tidak mengekang manusia dengan tali dan belenggu yang dapat mematahkan tulang punggung.

Seorang muslim tidak dibebani kecuali dengan sesuatu yang dimampuinya dan tidak dituntut melainkan dengan sesuatu yang kuasa dilakukannya.

Artinya : ”(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui”. (Al Baqarah : 184 )

Artinya : Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. ( QS. Ali Imran : 79 )

Marilah kita menjadi hamba yang Rabbani dan bukan Hamba yang Ramadhani.

Allahumma Salimna ilaa Ramadhana,

Wa Salimlii Ramadhana, Wa Tusalimhu Minna Mutaqabalan ”

 ” Ya Allah selamatkanlah aku ke Bulan Ramadhan dan Selamatkanlah Ramadhan bagiku dan terimalah Ramadhan itu dariku ”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s