PRIHATINI

Nama yang singkat…sesingkat aku mengenalnya…

namanya sudah bisa menggambarkan sebagian kisah hidupnya….

Brrr …..Sore itu…agak dingin memang…sempat ku lihat di sudut hotel ada termograft…menunjukkan angka 13 derajat…
Selepas Sholat magrib ku rapatkan kembali phasminnaku……seperti biasa untuk menunggu sholat Isya…sebagian jamaah haji melanjutkannya dg membaca Alqur’an..

ayat demi ayat ku coba melantunkannya dg lebih hikmat…sesekali ku lirik arti di sebelahnya…tapi…
BBRRR….dingin-dingin begini memang godaan yang terberat adalah melawan rasa kantuk..dan kalo sudah ngatuk…he…he…seperti yang biasa terjadi lah…badan kita jadi tidak stabil…kadang miring ke kiri…diut….kadang ke depan atau kekanan…diut.

bersyukurlah kalo kita nggak sampai mangap atau encess hi…hi…kalo sudah begini pas terjaga pasti…culang-cileng lihat ke kiri dan kanan kita menahan malu…….

seperti malam itu…karena kantuk sudah terasa sekali…segera aku ambil posisi PW alias Posisi Wenak…(Trik ini di ajarkan oleh bu Rina) yang penting…kita nyaman…dan wudhu pun tak akan batal…(kan wudhu itu batal kalo kita tidur miring atau telentang…atau kalopun duduk, duduknya sambil bersandar).

Jadi…ku silangkan kakiku…ku rapikan pakaianku…sset ku tarik kedua telapak tanganku…ku rapatkan kedua pangkalnya…dan ku taruhkan di bawah daguku…de dua sikut ku topangkan pada ke dua pahaku…hem…nyaman deh…
hi…hi…Ta’awudz emang wajib sih..siapa tahu ngantuknya memang dari godaan syetan yang terkutuk….tapi kalo sudah taawudz ngantuk itu tetep datang juga…’ya..posisi PW inilah yang paling nyaman…

tiba-tiba…ada suara wanita menyapaku di sebelah…ibu dari bandung yah…
betul bu…ujarku keheranan…perasaan dari tadi nggak ngomong-ngomong…kok dia tahu aku dari bandung…
“KOK ibu tahu saya dari bandung…

“dari suara ngajinya…tahsin ya…aku mengangguk pelan…
suara adek mengingatkan saya dg suara ngaji suami saya almarhum..ujarnya sambil menempelkan tangannya di pundakku…dia juga dari bandung…kenalkan…

“nama saya prihatin…(katanya sambil mengulurkan tangannya padaku)
setahun yang lalu seharusnya saya sudah berangkat dg suami saya…tapi yah…Takdir Alloh berkata lain..
ku pandangi wajahnya menerawang kosong ke depan…seolah berusaha menembus ruang dan waktu di masa lampau…
Agak takut-takut aku bertanya…”Ada apa dengan suami ibu…

Suami saya sudah meninggal 1 tahun yang lalu yang lalu dek…terkena kanker kelenjar getah bening…
Maaf bu…bukan maksud saya mengorek kenangan ibu…

sebetulnya kami sudah lama…sekali ingin berangkat ke sini..tiga tahun yang lalu kami menabung…tahun lalu sebetulnya jatah kami pergi…tapi 4 bulan sebelum keberangkatan suami di vonis kanker….stadium 4,
suami saya dokter loh dek…sehari -harinya sehat…tak ada tanda-tanda apa-apa selain kepalanya terkadang terasa pening……dan dia mudah sekali terserang flu…waktu itu…kami fikir…itu biasa dialami oleh semua orang apa lagi…dokter itu rentan sekali kan tertular penyakit dari pasiennya…

sampai suatu hari suamiku di dapati pingsan di rumah sakit…sehingga kami di sqarankan untuk menlakukan general chek up.dan hasilnya…subhanalloh…membuat hati kami menjerit…

“saya ingin menagis waktu itu bu”…(katanya sambil berkaca-kaca)
tapi saya lihat suami saya begitu tegar….saya berusaha memegang tangan suami saya waktu itu untuk menguatkan…bukan menguatkan dia…tapi menguatkan diri saya sendiri…
sering aku bertanya-tanya…
kenapa bisa ya…padahal… sebagai seorang dokter ia cukup menjaga makanan…istirahat..dll
tapi yah…ini adal;ah bagian dari takdir yang harus saya jalani…
bukankah kita harus menerima semua takdir yang terjadi pada kita…baik takdir yang buruk ataupun yang baik….

pulang dari ruang kosultasi tak ada yang bisa saya ucapka…saya sudah bisa membayangkan hari-hari seperti apa yang akan saya lalui ke depan…
Saya perhatikan suami saya tegar sekali…”bunda…tenang ya…umur itu di tangan Alloh” katanya seolah-olah dia tahu apa yang ada dalam fikiran saya…
bu prihatin pun terdiam…saya juga terdiam…bingung mau ngomong apa…mau nyambung dari mana…

Tapi…selalu ada hikmah di balik setiap kejadian ya dek…..
malam-malam kami jadi malam terindah bersama Robb kami…doa-doa kita menjadi lebih khusuk…hari-hari kami menjadi hari-hari penuh kasih sayang…seolah kami memang benar-benar akan berpisah esok hari…sehingga sayang rasanya kalu di lewatkan tanpa makna…

sebagai seorang dokter…suami saya sangat taat sekali menjalani program kemo yang sudah di jadwalkan oleh dokter..
beliau menjalani rangakian kemoteraphi…bahkan.tahun lalu saya masih ikut manasik bersama suami saya sambil mendorong kursi roda…waktu itu saya masih berharap semoga kami masih bisa berangkat bersama ke tanah suci….saya berusaha menguatkan suami saya …”tenang ayah…Insya Alloh kita bisa berangkat bersama…nanti bunda yang akan mendorong ayah…
sesekali bu prihatin menyeka air matanya…

Rupanya takdir berkata lain…pasca iedul fitri…Alloh memanggil suami saya…tepat ba’da sholat subuh dia merasa mual…dan tiba-tiba ia muntah darah…di pangkuan saya….(tertunduk bu prihatini…)
eh…kenapa saya jadi curhat keibu ya…
yah…terus terang mba…selama ini saya selalu curhat dg Alloh saja…entah kenapa malam ini saya pingin berbagi dg ibu…
terharu aku mendengar pengakuan tulusnya…
tak sanggup aku berkata-kata…takut salah ngomong…
“bu…kataku…di badalin aja bu…tahun depan ibu ke sini lagi buat membadalkan suami ibu…”kataku perlahan…

tiba-tiba kulihat cahaya di matanya…
“Alhamdulillah…sudah saya badalkan dek…saya minta tolong ke Ustad pemilik KBIH saya untuk membadalkan suami saya…yah…saya berharap…karena dulu cita-citanya ingin berangkat berdua…jadi yah…saat ini juga saya membayangkan kalau saya juga berangkat bersama dengan beliau…”

Subhanalloh ya Robb…malam ini engkau mengajarkan kepada hamba ketulusan seorang istri…ketegaran seorang istri….entahlah…aku sendiri tak sanggup untuk membayangkan bagaimana seandainya aku mengalami hal seperti ibu Prihatin yang sangat memprijatinkan…
apakah aku cukup tegar….setegar ia menceritakannya kepadaku….
Wallahu Alam bi showab yang jelas Alloh SWT berfirman dalam Surat Al baqoroh 286
“Laa yukalifullohu nafsan ila Wus aha…laha..ma kasabat wa alaiha makta sabat ”

Wallohu ‘Alam bi showab

One response to “PRIHATINI

  1. Like this…postingannya menyejukkan jiwa, sarat hikmah, dan melembutkan hati..bahasanya enak, mengalir, dan bikin terharu…izin berselancar disini ya Mba Heny..salam kenal *peluk dari jauh :))

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s