Pedagang kaki lima itu menerima modal tunai dari Allah SWT ..

Hari ini 9 Dzulhijah 1433 bertepatan dengan tanggal 25 Oktober 2012, sekitar 3 juta jamaan haji dari seluruh dunia berkumpul di padang Arafah untuk melaksanakan wuquf, yang menjadi puncak pelaksanaan Ibadah Haji. Wuquf berasal dari kata waqf yang artinya berhenti, dimana hal ini berarti bahwa pelaksanaan puncak ritual ibadah haji dilaksanakan dengan cara berhenti di padang arafah dari waktu dhuhur sampai menjelang maghrib.

Mereka berkumpul di padang arafah dengan satu tujuan untuk bermunajat sekaligus merenungi perjalanan diri sebagai seorang hamba, sudah sejauh mana perjalanan menuju kepada sang kholiq, yaitu Allah SWT, karena kepada-Nyalah semuanya akan kembali.

9 Dzulhijah 1431 bertepatan dengan tanggal 15 November 2010, dalam kekhusyu’an bermunajat kepada Allah SWT, dan sedang asyiknya menikmati aliran butiran bening dari celah sudut mata dalam berdo’a dan berdzikir, tiba-tiba seseorang menyapa kami yang ingin menumpahkan ke-syukurannya, dan akhirnya terjadilah perbincangan singkat tentang pengalaman ruhani beliau dalam perjalanan menuju ke tanah suci.

Seorang bapak tua…dengan guratan-guratan keras di wajah yang menunjukkan bahwa kehidupannya juga keras…..air mata masih mengalir di pipinya…dan beliaupun memandang kami…sibuk mengusap air mata dan  hidungnya…

Dari nada dan tatapan matanya terlihat rona kesedihan dan juga rasa syukur yang membuncah, dia adalah pak Umar, seorang tukang penjual buah-buahan yang biasa berjualan di emperan toko alias pedagang kaki lima. Beliau berasal dari kota kecil di Medan yang pada saat ini, saat dimana jutaan manusia berdiam diri untuk melaksanakan wukuf, memuji dan bersyukur kepada Allah SWT karena beliau dapat menunaikan ibadah Haji walaupun sebelumnya hampir batal berangkat, karena menjelang keberangkatannya ke tanah suci, dagangannya diobrak-abrik oleh polisi pamong praja yang senantiasa melakukan razia, di tempat mangkalnya para pedagang kaki lima.

Alhamdulillah dengan berbekal dari uang “Living Cost” yang merupakan hak jamaah haji, beliau bisa bertahan di tanah suci ini dan berencana akan menyisihkan sisanya untuk Modal usaha buat menyambung hidup di tanah air. Bahkan ternyata tidak hanya itu saja, rasa kekhawatiran beliau yang disimpan di hatinya apabila tidak ada uang tersisa selepas pelaksanaan ibadah Haji nanti, ternyata oleh Allah SWT diijabah langsung dengan diberikan modal ‘Tunai’ yaitu dana yang dia peroleh dari uang kembalian sewa pondokan, karena ternyata pemondokan jamaah haji yang berasal dari daerahnya sudah ada yang menanggung, yaitu muqimin sukses dari daerahnya yang ada di tanah suci.

‘Insya Allah Modal dari Allah ini akan kami pergunakan untuk membuka usaha dari nol lagi, begitu kata pak Umar sambil menyeka air matanya yang tidak bisa dibendungnya.

Subhanallah, begitu sayangnya Allah kepada pak Umar, dengan mengadukan semua permasalahan kepada-Nya langsung di ijabah dengan diberikan Modal untuk usaha. Selamat berjuang pak Umar, semoga di tanah air usahanya barokah dan meraup keuntungan yang besar untuk selanjutnya digunakan sebanyak-banyaknya dalam mengagungkan asma-Nya amiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s