Belajar Mencintai dan dicintai dari Abu Bakar As shidiq.

Siapa yang tak kenal dengan sosok abu bakar?khalifah Rosululloh saw pertama, orang yang selalu membenarkan apapun yang di katakan oleh Rosululloh saw.cintanya kepada Rosululloh saw melebihi cintanya pada dirinya sendiri maupun keluarganya…

lihatlah, kejadian ketika abu bakar mendesak Rosululloh untuk berdakwah secara jahriah (terang terangan), ia berteriak dengan kalimat thoyyibah di depan ka’bah dan ternyata  seorang bernama abdul muith meninjunya, hingga ia terjerengkang di depan ka’bah dan iapun menginjak perut abu bakar dengan sekuat tenaganya, hingga ashidiq pun pingsan dari pagi hingga sore hari, dan ketika ia siuman, maka hal yang pertama kali ia tanyakan adalah bagaimana keadaan Rosululloh SAW.

Rosululloh saw bersabda,bahwa “umat muslim itu ibarat seperti satu tubuh, jika salah satu anggota tubuhnya sakit, maka sakitlah seluruh tubuhnya”.  Ketika saya mengisi majels taklim,Terus terang saya sendiri awalnya bingung mencari aplikasi yang real dari hadist ini dalam kehidupan kita sehari hari kita,paling paling gambaran saya sebatas pada ketika saudara saudara kita menderita, entah itu kelaparan, kekurangan bahkan terintimidasi maka kita ikut merasakannya, yah minimal membantu minimal dengan mendoakannya.  Tapi masya Alloh…ternyata Abu bakar mengimplementasikan sabda Rosululloh ini jauh…hingga ke dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia meraskannya benar benar bahwa Rosululloh itu ibarat satu tubuh dengannya, hingga ketika  abu bakar mengetahui bahwa Rosululloh saw sakit, maka seketika itu juga badan abu bakar ikut sakit, sama seperti yang Rosululloh rasakan, dan ketika ia melihat Rosululloh telah sembuh, maka seketika itu juga ia akan sembuh.

Kita akan lebih tercengang lagi ketika membaca lembaran sejarah, bahwa abu bakar ashidiq mebegitu mencintai Rosululloh ketika peristiwa hijrahnya Rosululloh saw dari mekah ke madinah.suport sistem semua yang menyiapkan adalah Abu bakar dan keluarganya (abdulloh bin abu bakr dan Asma binti abu bakar), bahkan abu bakr sendirilah yang menemani Rosululloh saw.  Ia akn berjalan lebih dahulu ketika memasuki gua. ia akan memeriksa dan memastikan keadaan aman, jika dirasa aman,barulah Rosululloh saw, ia persilahkan masuk.bahkan ia mempersilahkan Rosululloh SAW untuk tidur di pangkuannya.hingga di riwayatkan salah satu lubang ada yang belum sempat ia tutup dengan robekan kain bajunya, ternyata dari lubang itu terdapat ular yang menggigit kakinya, tak kuasa ia membangunkan Rosululloh, ia tahan rasa sakit hingga tak sengaja air matanya terjatuh ke pipi Rosululloh SAW,  beliau terbangun, dan menanyakan apa sebenarnya yang sedang terjadi…dan beliaupun mengobatinya dengan air ludah beliau yang agung, sehingga rasa sakit Abu bakarpun segera hilang,

di riwayat yang lain juga di sebutkan…bagai mana tingkah laku abu bakar yang sebentar sebentar berjalan di depan Rosululloh, sebentar sebentar berpindah ke sebelah kanan, belakang dan kiri beliau.Kalu saya bayangkan kelihatannya abu bakar ini ketakutan sekali dan terlihat sangat sibuk sekali…berjalan sambil mengelilingi Rosululloh.kalo di bayangkan sekarang ya..seperti body guard yang ada di sekeliling kepala negara,jika kepala negara yang mengelilinginya banyak orang jika Rosululloh hanya satu orang, wajarlah jika abu bakr terlihat sibuk sekali, hingga membuat Rosululloh saw bertanya kepadanya “wahai abu bakar kenapa engkau berbuat demikian?maka as shidiq pun menjawab, ketika aku berjalan di depanmu ya Roslulloh aku merasa bahwa mungkin saja musuh kita akan menyerang dari arah depan, tetapi sesaat kemudian aku berfikir bahwa musuh bisa saja datang dari arah samping kanan, makanya aku berpindah ke samping kanan, dan sebentar kemudian aku berfikir bahwa, boleh jadi musuh akan menyerang dari arah belakang , maka secepatnya aku pun berpindah ke arah belakng,dan tak berapa lama aku berfikir mungkin saja musuh itu akan menyerangmu dari arah samping kiri.dan Rosulullohpun tersenyum mendengar jawaban Abu bakar.

dan di perang tabukpun Umar bercerita bahwa ia selalu kalah dalam melakukan kebaikan karena selalu di dahului oleh abu bakar,hingga saat Rosululloh memobilisasi sahabat untuk berkontribusi dalam perang tabuk umar bertekad bahwa kali ini ia akan bisa mengalahkan Rosululloh saw, karena ia akan menyumbangkan sepruh hartanya, di luardugaan ternyata kembali abu bakr mengunggulinya, karena ketika ditanyakan kepada abu bakar ‘apa yang ia sumbangkan untuk fisabilillah ini, abu bakar menjawab, “hanya Alloh dan Rosulnya Yang ia tinggalkan untuk keluarganya”.

di dalam kitab Tarikh Khulafaur Rosyidin, di ceritakan tentang kesaksian anaknya Abdurahman bin abu bakar (masuk islamnya ketika perjanjian hudaibiyah), ia bercerita kepada ayahnya bahwa ketika perang badar, ayahnya berada di dalam jangkauan senjatanya, tetapi ia berusaha menghindar supaya tidak bertemu muka langsung dengan bapaknya, tetapi apa kata abu bakar?”jika aku ketemu engkau pada saat itu maka aku tak akan sungkan sungkan untuk membunuhmu”.

duhai…cinta seperi apakah sebetulnya yang tertanam di hati abu bakar?

teringat firman Alloh swt
“Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Âli ‘Imrân [3]: 31)

yah,abu bakr amat mencintai Sang Kholiknya, sehingga iapun mencintai kekasih Alloh, sepenuh hatinya, sepenuh jiwa raganya, dan ternyata cinta abu bakr ini tak bertepuk sebelah tangan, Rosulullohpun sangat sayang kepada Abu bakr, hingga pernah ketika abu bakr berselisih pendapat dengan umar, ia telah meminta maaf kepada uamar tetapi ternyata umar tidak menerima maafnya, ketika kejadian itu ia ceritakan kepada Rosululloh, maka Rosulullohpun menghiburnya “engkau telah dimaafkan Alloh ya abu bakar”.dan ketika umar datang, seketika Rosulullohpun berubah wajahnya karena marah terhadap umar sehingga membuat uamr bertanya ya Rosululloh kenapa wajahmu berubah?maka Rosulullohpun bersabda

“sesungguhnya Alloh swt mengutusku kepada kalian, lalu kalian berkata “engkau bohong” ,sedang Abu Bakar berkata “ia benar”ia telah membantuku dengan jiwa dan hartanya.apakah kalian akan meninggalkan sahabatku?”

dan seketika umarpun menagis, dan sejak saat itu ia pun berjanji tidak akan menyakiti abu bakr lagi.

Rosululloh SAW adalah laki laki sempurna yang telah begitu banyak memberikan suritauladan yang baik bagi kita,  hampir semua sahabatnya merasa bahwa dirinyalah yang paling di cintai oleh Rosululloh saw, hingga pernah suatu hari amr bin ash tidak bisa mengatasi rasa penasarannya, apakah dirinyalah  orang yang paling di cintai Rosululloh saw?

hingga di suatu hari ia bertanya “ya Rosululloh siapakah di dunia ini yang paling engkau cintai?”,

maka beliau pun menjawab “Aisyah”

“kalau dari kalangan laki laki ya Rosululloh?” tanya amru bin ash lagi

dan beliaupun menjawab “ayahnya”

masih penasaran  amru bin ash bertanya lagi “lalu siapa lagi ya Rosululloh?”

“Umar ibnul khotob” jawab Rosululloh.

dan sesudah itu amru bin ashpun terdiam, ia tidak mau meneruskan pertanyaannya karena ia takut namanya akan di sebutkan paling akhir,

masya Alloh…keromantisan seperti apakah yang kita hadapi dari generasi pertama umat islam ini, mereka betul betul saling mencintai, cinta mereka tulus, tetapi cinta mereka bukanlah cinta yang buta,

Kita belajar dari sejarah saat Rosululloh SAW wafat.

ketikaUmar bersumpah akan membunuh semua orang yang mengatakan bahwa Rosululloh saw wafat, maka datanglah abu bakr dan menengkan Umar ibnul khotob “wahai orang yang bersumpah, tahanlah”, maka umarpun terduduk.

“Ingatlah, siapa yang menyembah Muhammad SAW, maka sesunggunya Muhammad telahtiada,Dan siap yang menyembah Alloh sesungguhnya Alloh adalah zat yang maha hidup dan tidak mati” maka abu bakrpun membacakan ayat “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rosul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rosul.Apakah jika ia wafat atau di bunuh kamu akan berbalik ke belakang(murtad)?barang siapa yang berbalik ke belakang maka ia tidak dapat mendatangkan madhorot kepada Alloh sedikitpun, dan Alloh akan memberi balasan kepada orang orang yang bersyukur ” QS. ali Imron :144

pidatonya penuh kecintaan, sehingga orang orang saat itu menjadi tenang, mereka serentak menagis, terhenyak, seperti baru di sadarkan dari mimpi mereka.

dan ketika beliau kemudian di baiat menjadi khalifah, maka simaklah pidatonya ,

Wahai sekalian Manusia,

Aku telah diangkat menjadi pemimpin bukanlah karena aku yang terbaik diantara kalian,

untuk itu jika aku berbuat baik bantulah aku, dan jika aku berbuat salah luruskanlah  aku,

 Sifat jujur itu adalah amanah,

sedangkan kebohongan itu adalah pengkhianatan.

‘Orang lemah’diantara kalian aku pandang kuat posisinya di sisiku dan aku akan melindungi hak-haknya.

‘Orang kuat’ diantara kalian aku pandang lemah posisinya di sisiku dan aku akan mengambil hak-hak mereka yang  
mereka peroleh dengan jalan yang jahat untuk aku kembalikan kepada yang berhak menerimanya.

Janganlah diantara kalian meninggalkan jihad,

sebab kaum yang meninggalkan jihad akan ditimpakan kehinaan oleh Allah Swt.

Patuhlah kalian kepadaku selama aku mematuhi Allah dan Rasul-Nya.

Jika aku durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka tidak ada kewajiban bagi kalian untuk mematuhiku.

Berdirilah untuk menunaikan sholat semoga Allah Swt melimpahkan Rahmat-Nya kepada kita semua”.

Dan dengan cinta itulah ia memimpin kekhalifahan, dengan cintanya ia memerintahan untuk melakukan pengumpulan ayat ayat al quran dalam satu mushaf, dengan kecintaan yang besar kepada keberlangsungan umat islam pulalah yang membuat kelembutannya berubah menjadi ketegasan ketika memerangi orang orang yang tidak mau membayr zakat, orang orang yang murtad hingga nabi palsu.

Demi Alloh, kita umat islam begitu banyak berhutang budi kepadanya,kita merindukan Abu bakar, kita wajib mencintainya sebagaimana Rosulullohpun mencintainya.

yang lebih penting lagi, kitapun merindukan sosok pemimpin seperti Abu bakar yang mencintai Rakyatnya karena cintanya kepada Alloh dan Rosulnya.

Ya Alloh berikanlah sholawat kepada nabi Muhammad ,hambamu, nabiMu dan RosulMu,Nabi yang Ummi.Juga keluarganya dan para sahabatnya,berikalah keselamatan sebanyak yang engkau jangkau dengan ilmu Mu, yang tergores oleh penamu,dan yang terangkum dalam kitabMu.Ridhoilah ya Alloh “PARA PEMIMPIN KAMI” , Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali, serta semua sahabat,semua tabiin dan tabiit,juga orang orang yang mengikuti mereka sampai hari pembalasan.Maha suci Tuhanmu,Tuhan kemulyaan dari apa apa yang mereka sifatkan.Keselamatan semoga tercurah kepada para utusan dan segala puji bagi Alloh, Tuhan sekalian Alam”

aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s