Serial Tarikh Sahabat “belajar Keikhlasan dari sang fakir Ulbah bin Zaid”

Selalu ada yang unik dari setiap lembar sejarah perjalanan Rosululloh saw yang aku baca…

ntah lah…orang bilang aku otak kanan…tapi…aku sangat suka sejarah…bukankah orang orang otak kiri paling suka sejarah…atau…hi…hi…itu tandanya kaloaku  harus bersyukur…karena otakku berkembang dengan baik…baik yang kanan maupun yang kiri.(yang ini narsiss abisss)

 

Kali ini aku pingin berbagi tentang seorang tokoh yang jarang di ulas di lembaran lembaran sejarah.

dia adalah sosok bernama ulbah bin zaid, salah satu sahabat Rosululloh saw, bukan sahabat yg utama memang…karena sosoknya teramat biasa sekali…kehidupannya sangat fakir…

 

tetapi justru karena kefakirannya itulah ia menjadi sangat luar biasa

 

Kisah ini diawali dengan adanya kabar dendam pasukan Romawi atas kekalahan mereka di perang Mu’tah…perang pasukan Muslim (3000 orang) melawan pasukan Romawi yg berjumlah 200.000 orang.

mereka…kaum romawiyyun ingin membalas kekalahan mereka di kandang kaum muslimin yaitu di madinah…

 

menurut kabar,  kaisar heraklius telah bergerak menuju madinah bersama 40.000 pasukannya.dan kabar ini segera di respon pleh rosululloh saw dengan seruan berjihad. kaum muslimin berbondong bondong menyambut seruan jihad.

 

madinah saat itu terlihat sibuk.pasar pasar penuh sesak oleh para mujahidin,baik yg muda maupun yang tua…mereka sibuk membeli keperluan perang, dari pedang, panah, pelana kuda, tameng dsb,

 

Bagai mana mungkin mereka tak bersemangat…mereka telah di seru oleh Rosululloh SAW untuk bersegera menuju syurga Alloh yang luasnya lebih dari bumi, langit dan seisinya…

yah, keyakinan mereka sangat luar biasa…mereka begitu sangat terobsesi dengan syurga…

dan jalan ter instan untuk menjemput syurga adalah jihad ,

Mereka sangat yakin…bahka ruh orang orang yng syahid akan di perebutkan oleh malaikat yang akan menaikkan ruhnya ke atas langit.

 

Di tengah hiruk pikuk  pasar perlengkapan perang itu…terlihat seorang laki laki yang terlihat sangat sedih…

lelaki itu hanya bisa menatap perlengkapan perang itu tanpa bisa membelinya…ia sangat ingin pergi berperang…tapi apalah yang ia punya…untuk makan hari ini saja ia tak punya…

 

Semakin sedih lah ia tatkala teringat seruan Rosululloh saw, ‘man jahaza jaisyul usroh falahul jannah”

 

Maka semakin terbenamlah ia dalam kesedihan,fikirnya..semua orang berbondong bondong menyambut seruaN Rosululloh,mereka menyumbang apa yg mereka punya…

di tambah lagi seruan Rosululloh ‘barang siapa yg mau mengikuti perang ini maka bawalah perbekalannya sendiri”

 

pergilah Utbah bin zaid ini ke masjid…di sana  terlihat Rosululloh saw sedang di kelilingi para sahabatnya , tiba tiba datang Abu bakar as shidiq yang menyumbangkan seluruh hartanya berjumlah 4.000 dirham ( sekitar 400 jt)

 

ketika di tanya oleh Rosululloh saw,’wahai abu bakar apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?” maka ia menjawab dengan lantang ‘hanya ALLOH DAN ROSULNYA YANG AKU TINGGALKAN UNTUK KELUARGAKU”

 

kemudian Nabi SAw mndoakannya “tidak ada harta yang paling bermanfaat bagiku sebagaimana bermanfaatnya harta Abu bakar”

 

tak berapa lamapun di susul Ummar yang membawa separuh dari hartanya,terlihat juga Ustman bin afan dengan tergopoh gopoh membawa 10000 dinar(10.200.000.000) yang ia bawa dalam gamisnya.

 

dan Rosulullohpun berdoa ‘ya Alloh Ridhoilah Ustman, karena aku telah ridho kepadanya”

 

dan tak berapa lama kemudian terlihat rombongan dengan kepulan debu yang sangat tebal…ternayata itu adalah1000 unta  kafillah dagang Ustman dari negeri Syam,

SEPERTI GULA DAN SEMUT…. segeralah ustman di buru oleh para tengkulak yg siap membayar dengan harga yang tinggi, mengingat saat itu adalah  musim paceklik…semua orang membutuhkan gandum tetapi barang nya tak ada.maka berlakulah hukum pasar…ketika permintaan meningkat maka harga akan naik…para tengkulak pun terlihat berlomba lomba memberikan penawaran yang menggiurkan kepada Ustman bin affan.

 

dan berkatalah salah seorang di antara mereka

 

“wahai Ustman…kami beli semua barang mu dengan 2 x lipat ( 100 persen untungnya)

 

“tidak” jawab ustman.

 

“telah ada yang memberi penawaran yang lebih tinggi dari kalian. jawab Ustman lagi.

 

‘kalo begitu kami berani menaikkannya menjadi 3 x lipat (200 %) kata si tengkulak.

 

dan ustman pun menjawab…”tidak…belum cukup kalo cuma 3x lipat”

 

tidak puas dengan jawaban ustamn yg terlihat santai dan terlihat  tidak tertarik dengan penawaran para tengkulak…

tak dinyana…ternyata di antara mereka ada yg nekad juga…”wahai ustman…aku tawar kafilahmu dengan 10 kali lipat (alias seribu %).dan demi alloh belum ada di sejarah perniagaan di madinah penawaran setinggi yang kami lakukan terhadap kafilahmu di hari ini”

 

dan ustmanpun kemudian berkata ‘wahai tuan tuan…adakah di antara kalian yang mau memberikan penawaran lebih dari 700 x lipat?karena barang ini sdh ada yang membeli hingga 700 x lipat”.

 

‘apa?” kata mereka serempak

“sudah gila kau rupanya ustman….siapa pula yang sudah membeli kafilah mu mu dengan 700 x lipat?”

dan ustamnpun menjawabnya…

“Alloh…Alloh SWT telah membelinya dengan 700 kali lipat”

kemudian di bacakannya QS> al baqoroh : 261

 

“saksikanlah wahai para tengkulak…semua barang perniagaan ini seluruhnya aku infakkan di jlan Alloh swt.

 

Subhanalloh…Allohu Akbar,…saudaraku…mereka adalah manusia…sama seperti kita dengan dua mata dua tangan dan dua kaki…mereka bukanlah malaikat…tetapi kesungguhan mereka sangat luar biasa….tiada ketakutan sedikitpun dalam hati mereka bahwa harta mereka akan habis ketika mereka menginfakkan sebagian bahkan seluruh hartanya…

 

ehmm…kita lihat…bagaimana perasaan tokoh kita ulbah bin zaid?

air matanya semakin terurai…

apa lagi semakin lama semakin banyak para sahabat yang berdatangan…dari abdurahman bin auf yang membawa 200 uqyah perak,abbas bin abdul mutholib membawa harta yg juga luar biasa banyaknya..

 

air matanya semakin menjadi tatkala di lihatnya yang datang bukan hanya sahabat yang kaya saja, tetapi sahabat sahabat seprti ashim bin adiy…membawa 70 wasaq qurma, bahkan ada yang membawa satu mud qurma…mereka semua berinfak di depan ulbah…

 

apa yang hendak aku sumbangkan…

sambil berurai air mata ia pun pulang membawa kesedihan…syurga begitu di depan matanya…tapi dengan apa ia akan menjemputnya…??

 

hingga malam tak jua matanya bisa terpejam…hingga akhirnya

bangkitlah ia dari tikar lusuhnya…bergerak ia menuju air, berwudhu dan…lihatlah apa yang ia lakukan…

dengan isak tangisnya ia mengadukan kerisauan pada sang kholik…

 

dalam rukuk dan sujud panjangnya…ia mengadukan segala ketidak berdayaanya, mengadukan segala kegundahannya, memohon agar jangan sampai karena ketidak mampuannya, kefakirannya membuat kedudukannya di mata Alloh menjadi hina…

 

desah suaranya memecahkan malam…bahkan arsy pun bergoncang karena doanya…

 

“Ya alloh…Engkau Perintahkan kami untuk berangkat ke tabuk, sedangkan engkau tidak memberikan sesuatu apa pun sebagai  bekallku berangkat berperang, malam ini ya alloh…saksikanlah…aku bersedekah dengan kehormatanku kepada setiap muslim…dari perlakuan zalim mereka terhadap diriku,Ya Alloh tidak ada yang aku infakkan sebagai mana orang lain berinfak  di jalanmu, yang aku punya hanyalah kehormatanku sebagai seorang muslim…maka terimalah sedekahkuMakam  ini ya Alloh…”

 

dan tak terasa fajarpun telah tiba…ia lupakan keluh kesahnya…seolah telah mendapat pencerahan yang luar biasa…sebuah energi positif yang luar biasa telah ia dapatkan…

 

ia tetap di barisan terdepan sholat subuh pagi itu,..

seperti biasa selepas sholat berjamaah Rosululloh pun menghadap ke jamaah yg hadir sholat subuh.

tiba tiba beliau bertanya “Siapa yang tadi malam telah bersedah? berdirilah”

 

semua jamaah terdiam…

tidak ada satu pun di antara  mereka yang merasa yakin telah bersedekah, maka pertanyaan itu pun kiembali di ulang oleh rosululloh

“siapakah yang tadi malam telah bersedekah?berdirilah!”

kembali para sahabat terlihat terdiam…hanya dari mata mata mereka terlihat bingung siapa yah?

 

karena tidak ada yang berdiri maka Rosulullohlah yang berdiri…di dekatinya Ulbah bin Zaid,dan beliau bersabda “Sungguh Ulbah…sedekahmu tadi malam telah di terima oleh Alloh sebagai sedekah yang makbul”

 

Subhalaloh…piaslah wajah ulbah…kata kata Rosululloh lebih mengagetkan dirinya  di banding mendengar suara halilintar di siang bolong…

rona kebahagiaan segera memancar dari wajahnya…

 

“benarkah ya nabi?tanyanya dengan harap dan cemas…benarkah sedekahku yang tidak apap apanya tadi malam telah makbul di hadapan Alloh SWT?

 

benar wahai ulbah…berangkatlah engkau ke tabuk dan bawalah enam ekor unta bersama teman temanmu.

awan pun mulai sirna dari wajahnya…

tiada kesedihan  lagi…ulbah telah menjemput syurga dengan doanya…

 

dan dengan izin Alloh seperti yang  kita baca dalam sejarah …perang tabuk di menangkan oleh kaum muslim…

 

 

masih banyak kisah indah yg terukir dari perang tabuk ini…ikutin  serialnya yah…

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s