Sebab dipimpin oleh orang zalim

Mengapa rakyat di negara yang mayoritasnya adalah umat Islam ini banyak dipimpin oleh pemimpin yang mementingkan kepentingan diri dan kelompoknya saja? Ke-banyakan pemimpin di negara ini, baik dari kalangan eksekutif, legislatif, maupun yudikatif jarang sekali yang serius memikirkan kese-jahteraan rakyat atau mencarikan solusi bagi masalah yang dihadapi rakyat secara tulus? Mereka seakan berlomba-lomba mengeruk dan menghabiskan kekayaan negara yang diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat?

Allah SWT berfirman, “Dan, mengapa ke­tika kamu ditimpa musibah (pada Peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan keka-lahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada Peperangan Badar), kamu berkata, ‘Da-rimana datangnya (kekalahan] ini?’ Katakan-lah, ‘itu dari (kesalahan] dirimu sendiri.’ Se-sungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS Ali Imran 3:165).

Dalam ayat ini, Allah SWT menegaskan kepada kaum Musliminyang mempertanyakan sebab kekalahan mereka dalam Perang Uhud itu adalah dari kesalahan umat Islam sendiri. Oleh karena itu, sebelum kita menunjukkan jari untuk mencari siapa yang salah maka seharus-nya kita melihat dulu ke dalam diri kita mas-ing-masing. Karena, segala yang menimpa kita adalah karena dari dalam diri sendiri.

Dan, bagaimana keadaan dan sikap pemim­pin kita itu merupakan refleksi dari keadaan dan sikap kita terhadap Allah SWT Karena ki-talah yang memilih mereka untuk memimpin.

Ibnu Taimiyyah dalam kitab Minhaj al-sun-nah menyebutkan riwayat bahwa Nabi SAW bersabda, “Sebagaimana keadaan kalian maka seperti itulah pemimpin kalian.” Dan, dalam atsar yang lain diriwayatkan bahwa Allah SWT berfirman, “Aku adalah Allah ‘Azza wa Jalla, raja dari para raja, hati dan otak para penguasa itu ada di tangan-Ku, barang siapa menaati-Ku maka Aku akan menjadikan para penguasa itu sebagai rahmat baginya, dan barang siapa yang mendurhakai-Ku maka Aku akan menjadikan mereka sebagai azab baginya. Maka, janganlah kamu sibuk mencaci maki para penguasa, tetapi taatilah perintah-Ku maka akan Aku lembutkan hati mereka untuk kamu.

Kita umat Islam ini adalah umat yang ber-jaya dan sukses ketika menaati Allah SWT dan mengikuti sunah Rasul-Nya. Kita menjadi umat yang terbelakang dan kalah jika kita men-durhakai Allah SWT serta jauh dari hidayah dan syariat-Nya.

Itulah yang telah diperlihatkan dan dialami oleh generasi terbaik umat ini, yaitu para saha-bat Nabi SAW. Dengan keimanan dan ketaatan yang begitu kuat dalam menjalankan perintah Allah SWT, mereka bisa menundukkan dunia dan mengajak orang berbondong-bondong memeluk agama Allah SWT.

Benarlah apa yang ditangisi oleh sahabat Abu Darda’ ketika penaklukan Siprus, ditanya-kan kepada beliau, mengapa beliau menangis pada hari Allah SWT memenangkan agama-Nya dan memuliakan para tentara-Nya.

Maka, beliau menjawab, “Saya menangisi keadaan mereka yang mendurhakai Allah ini sehingga Allah SWT memberikan kekuasaan kepada kita atas mereka dan aku takut akan datang hari ketika kaum Muslimin lalai dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT. Se­hingga, Allah memberikan kekuasaan atas mereka kepada musuh mereka.

Untuk itu, umat Islam harus melihat kem-bali dan mendalami sunatullah dalam peruba-han suatu bangsa, perubahan ke arah positif maupun negatif, bergantung pada perubahan apa yang ada dalam diri kita sendiri.

Perubahan harus dimulai dari yang terda-lam di jiwa suatu bangsa itu, seperti ideologi (akidah), cara berpikir, budaya, sistem nilai, gaya hidup, dan Iain-lain. Setelah itu, Allah SWT akan melakukan perubahan bagi bangsa atau kaum tersebut. (QS al-Ra’d [133:11).

Jika ingin menegakkan nilai kebenaran aki­dah yang kita yakini maka camkan prinsip ini,

“Kekuasaan harus direbut, hanya orang pandir yang meminta dan menunggu diberikan kekuasaan oleh pemimpin yang zalim, tapi yang bakal berkuasa adalah yang ditolong Allah saja, bukan yang menang dalam kontes. Untuk itu lakukan dan tegakkan hal-halyang dapat mendatangkan pertolongan Allah SWT”

Sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s