Coretan tak berjudul

Lagi melankolis kali ya..sabtu pagi ini lagi iseng buka buka wall anakku di facebook, ternyata, ada beberapa coretannya yang ternyata membuat mata ini tak kuasa meneteskan air mata, anak yang aku kira “cuek bebek” terhadap lingkungannya ternyata di dalam diamnya menyimpan sejuta perasaan untuk kami orang tuanya…

bahkan ada sebuah kertas bekas coretannya menuliskan puisi yang aku temukan di “tong sampah”

hicks..puisinya ternyata bisa menggetarkan aku ibunya,

sebuah puisi tanpa kepala, makanya aku beri judul saja coretan tanpa judul.
inilah petikan coretannya,

Di awal rencana kepergiannya, aku heran tiap kali melihat ummi dan abiku menagis setiap saat.

Setiap selesai sholat mereka meangis,

Setiap memandang kami bertiga,meski beberapa saat sering aku tangkap ada genangan air mata di pelupuk matanya

semula aku tak menggubris tingakh mereka, yah..mungkin karena begitu banyak tugas dari sekolah,atau mungkin aku kali ya..yang tidak peka terhadap kondisi lingkunganku,

atau, mungki sebernanya aku juga bisa merasakan kesedihan mereka, tapi aku nggak mau berfikir terlalu dalam.pusing ah…

dan semakin hari aku semakin yakin, bahwa kepergiannya tidak mungkin diundur lagi atau dibatalkan…

perpisahan dengan semakin lama menjadi sebuah keniscayaan yg ada di depanku,

Ya Alloh, sekarang aku baru sadar,

kenapa semua tamu yang datang ke rumah, juga selalu menangis ketika memeluk mereka,

Ya Alloh,kini aku juga tahu, kenapa orang tuaku selalu menagis ketika memandangi kami anak anak nya.

kepergiannya ke tanah haram, adalah undangan mulia,

di sebuah tempat yang sudah dirindukan oleh mereka selama bertahun tahun,

kecintaa mereka pada Mu ya Alloh , melebihi cintanya kepada kami anak anaknya,

sehingga mereka rela meninggalkan kami anak anaknya, menuju sebuah tempat bernama ka’bah

Boleh jadi mereka akan kembali, boleh jadi mereka tak kembali.

sekarang aku pun menagis seperti mereka,

akupun menagis memandangi adik adikku yang masih tak mengerti arti sebuah tangisan.

adikku menangis karena kami semua menagis melepas kepergian  kedua orang tua kami.

merekah yang akan menjadi tanggung jawabku?

entahlah…

aku juga tidak tahu apakah kelak jika mereka tak kan kembali ,aku juga kuat menaggung beban yang selama ini mereka tanggung,

Sekarang yang aku inginkan hanyalah berdoa kepada Mu ya Alloh

jagalah kedua Orang tuaku,mudahkanlah semua Urusannya di sana

Aku ingin engkau menjaganya, menjaga kehormatanya dan mengirimkannya kembali kepada kami,

karena kami disini masih membutuhkan bimbingannya,

aku ingin mendengar kisah indah mereka selama di “rumahMU”

kisah menarik di masjidil haram, tempat yang juga aku rindukan.

Ya Alloh, ijinkan kami bisa melihat senyum mereka lagi,

ijinkan aku mendengarkan kembali suara melengking ibuku ketika menyuruhku membaca al uran,

meski terkadang aku  terlihat kesal dengan semua perintah mereka,

tapi ijinkan aku mendengarkan seruan ummi abiku lagi ya Alloh..

dan aku berjanji untuk tidak membuat mereka kesal lagi.

Pergilah  dengan tenang wahai ummi abiku

Aku yakin Alloh akan menjaga kalian

jangan khawatirkan kami di sini

karena Allohlah yang akan menjaga kami,

kita akan selalu bertemu dalam doa doa kita

semoga Allohmempertemukan kita kembali , di rumah kecil kita yang hangat.

Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s