Cinta Tanpa Syarat

Apakah cinta itu harus memiliki?

kalo pertanyaan itu di tujukan kepadaku ,sejujurnya aku pasti akan menjawab yah…harus.

apakah cinta itu harus berbalas?

dan kalo aku yang menjawab pertanyaan itu maka aku juga akan menjawab yah…cinta harus berbalas, jika aku telah memberikan  cintaku 100 pesen maka wajar dong kalo aku menuntut 100 persen, banhkan lebih.he…he…maanya suka ada konflik konflik kecil di rumah karena cinta tak berbalas ini,🙂

 

dan apa jadinya kalo semua orang di dunia ini selalu berhitung seperti diriku, wah…pasti runyam.Alhamdulillahnya…tak semua orang seperti aku…karena masih banyak orang yang tulus, seperti kasih seorang ibu, tak pernah ada tuntutan apa apa kepada anaknya.seperti matahari, yang selalu menyinari kita sepanjang pagi hingga sore, tak perduli kita berterima kasih atau tidak,seperti Alloh yang Arohman, apakah hambanya beriman atau tidak Ia tetap membolehkan kita tinggal di bumiNya,ia tetap memberikan udara yang kita hirup dengan cuma cuma.Fabbi ayyi ala i Robbikumma tu kadziban, maka nikmat tuhankamu manakah yang kamu dustakan.

 

Hari ini, seorang temanku membrikan pelajaran yang tak terhingga, ia bercerita tentang perjalan cinta sejatinya,sebuah kisah cinta yang tak harus menuntut pembalasan yag sama,cinta yang sederhana.

sebut saja namanya mba titi (bukan nama sebenarnya), seorang gadis energik, mahasiswa sebuah perguruan tinggi negri elite di kota kami.gadis yang telah mendedikasikan hidupnya di jalan dakwah.  kesehariannya sederhana, senyum manisnya selalu tersungging, menyapa setiap orang yang ia kenal.kecantikannya benar benar menggambarkan kesempurnaan ciptaan Illahi yang bukan hanya kecantikan lahiriyah saja yang ia miliki melainkan, kecantikan bathiniahlah  yg juga menjadikan ia magnet semaraknya dakwah di kampus itu. sebuah kecantikan,kecerdasan dan keramahan yang bersatu dalam dirinya mampu membuat diinya menjadi icon bahwa aktifis kampus tak harus jumud,kucel dengan ip yg pas pasan.

 

Dalam puncak prestasinya, ia pun mendapat pasangan yang menurut kami menjadi idaman setiap gadis manapun.bagaimana tidak ia mendapatkan pasangan yang dalam pandangan kami serasi, pas banget!! kayaknya kalo anda menyaksikan pernikahan mereka anda memang pantas berkata WOW gitu!

Seorang pemuda aktifis dakwah kampus, yang secara fisik juga tampan,akhlak yang sopan dan pekerjaan yang mapan.

 

Dan siapa menduga bahwa kisah itu bermula dari sini,

malam itu spt yang terjadi pada pasangan yang baru menikah, mereka melakukan apa yang sudah halal bagi mereka,bedanya..entah di sebabkan oleh apa, yang jelas tiba tiba Mas tok (begitu mba titi memanggil suamiya) muntah muntah,..dan jadilah malam itu malam yang belum happy ending.😦.

dan malam itu mereka tertidur dalam keadaan membisu.

esoknya, bahkan esoknya lagi dan entah sudah berapa malam mereka tertidur membisu,

 

dan mba titipun memulai ceritanya,

“awalnya aku mengira, yah ini adalah sebuah kekakuan yang wajar, biasa terjadi pada pasangan yg baru menikah, maklumlah kami menikah tanpa proses pacaran lebih dahulu”.

yang aku dengar dari para senior kan untuk memecahkan kekakuan,setiap pasangan membutuhkan waktu yang berbeda beda…itulah yang membuatku berusaha berbuat sewajar mungkin.aku melakukan apa yang biasa di lakukan oleh seorang istri,spt memasak, menyiapkan apa yang menjadi kebutuhannya sehari hari.komunikasi kami wajar…mengalir…wajah mas thok akan berbinar kalo ia menceritakan adik adik menthornya dengan segala kelucuan mereka, yang terkadang membuat kami tertawa bersama, sehingga oleh orang luar tingkah kami juga terlihat sangat wajar sebagai pasangan pengantin baru yang baru saling kenal.

kesibukan kami mengisi berbagai pengajian,membina beberapa organisasi di kampus dan mengerjakan tesis  membuat hal hal yang menyangkut kebutuhan “fitroh “sepasang suami istri menjadi terabaikan.bahkan setelah dua bulan pernikahan kami,

hingga pada suatu hari,mas tok mendapat berita yang cukup membahagiakannya mendapatkan kesempatan S3 di jerman.

 

Jadilah kami pengantin baru, yang di pisahkan oleh jarak dan waktu.menjalani kehidupan long distance, karena aku meminta waktu untuk menyelesaikan tesisku lebih dahulu.kami hanya berhubungan lewat email.saling berbagi cerita tentang dakwah di kampus kami masing masing.6 bulan kemudian, setelah semuanya ku selesaikan, Alloh kembali mempertemukan kami.

 

sebuah kerinduan yang sudah membuncah…

“aku kangen ” kata mba titik sambil berkaca kaca.

aku berharap mas tok juga demikian.waktu perpisahan kami yang panjang itulah yg membuatku justru belajar mencintainya.aku menjadi dekat dengan ibunya , mencari semua sisi positif yang terdapat pada dirinya.membuat aku selalu bersyukur bahwa akulah yang berhasil menjadi istrinya.

 

Tapi,sebetulnya,

Sejak perjumpaan kami di bandara am Main Frankfrut,  aku sudah bisa melihat keanehannya, tak ada rasa kangen, tak ada senyum yang merekah renyah, tak ada pelukan hangat, yang aku lihat adalah tatapan mata yang penuh dengan luka,kesedihan.

duhai..apa yang terjadi dengan suamiku,

kami hanya berjabat tangan,saling bertanya kabar sekedar memecah kebisuan.di sepanjang jalan ia bersikap sewajarnya seorang guide kepada turisnya.menceritan berbagai tempat yang kami lalui.

belum terjawab keherananku, sampailah kami di sebuah apartemen.yang menurutku sangat menawan dan indah.

kami memasuki sebuah ruangan yang tertata rapih,

“ini kamarnya”kata mas thok sambil membuka pintu…

mataku memandangnya sekilas adakah rona kebahagian di sana?tak sempat ku tatap matanya karena mataku langsung menyapu semua ruangan di situ.

“wah…subhanalloh…rapih sekali mas” kataku antusias.

ups,…tapi ada yang aneh di kamar ini fikirku,kenapa ada dua bad single yang di pisahkan oleh meja dan lampu?tapi..fikiranku saat itu tidak aku perpanjang.

“adik tidur di situ yah,mas tidur di sini” kata mas thok sambil merebahkan badanya di kasur.

“bajunya bisa ditata di lemari sebelah” sambungnya.

aku melihatnya heran, hendak bertanya, tapi ah…nanti saja.nikmati dulu apa yang ada sekarang, kubuka jendela, kulihat pemandangan di lluar sana yah subhanalloh, indah sekali.udaranya sejuk.

tak berapa lama aku tinggalkan ruang tidur kami, mencari dapur,alhamdulillah..kataku.”dapurnya bagus banget mas” kataku sambil membuka semua laci .mencoba berkenalan dan menyusun kekuatanku, karena dari dapur inilah akan ku pikat hati suamiku. fikirku waktu itu. di dapur yg sangat rapih ini terlihat perlengkapan yang modern,kompor listrik yang bagus,ada sebuah freeser besar dan ketika kucoba membuka wow..isinya sudah full.

“adik bisa memask sesuka hati adek” katanya mengejutkanku.

“suka kan” katanya tersenyum.

“wah..mas tahu betul ya selera adik, kataku bahagia mendapat dapur cantik idaman setiap istri. belanjanya di mana mas? tanyaku sambil terus membuka buka semua peralatan yang tersedia.

“deket..paling sekitar 1 km dari sini ada supermarket, nanti mas antar adik ke sana yah.sekarang istirahat dulu.katanya sambil menggandeng tanganku ke kamar.

seperti kambing kecil yang menurut pada induknya akupun menurut, beranjak ke ruang tidur kembali sembari berdebar apakah yang terjadi berikutnya?ternyata itu di lluar yang aku kiira, karena ternyata tak terjadi apaun selama kami di sana.bahkan hingga 2 tahun selama kami di sana.

 

Dalam kesehariannya

kami mempunyai aktifiats yang hampir sama seperti ketika kami di bandung,setiap week end,kami akan membaca buku2, berdiskusi, mendatangi pengajian, sesekali jalan jalan ke luar kota menyambangi beberapa teman kami di kota lain.so far, semua berjalan normal, hanya masalah “kamar ” saja sebetulnya yang menjadi ganjalan kami.  dan aku tidak berani mengusiknya karena setiap ada pembicaraan yang ke arah situ pasti kulihat awan mendung yang bergelayut di wajahnya.

 

hingga di suatu malam kuberanikan diri untuk mengajakanya berkonsultasi dengan seorang psykholog  muslim dari indonesia yang kebetulan mengisi pengajiandi kedutaan.  Alhamdulillah mas thok mau.

ternayata dari situlah kisahnya  mulai terkuak.

mas tok mempunyai traumatik yang luar biasa saat masa kecilnya.ia pernah mendapatkan perlakuan tak senonoh oleh omnya.berulang kali.dan ia terbebas manakal ia memutuskan bersekolah ke luar kota.kisah yang ia tutup rapat tanpa menceritakan kepada siapapun termasuk ibu nya. Rasa sakit hatinya, lukanya ia pendam sendiri selama bertahun tahun.

Traumatik itu pulalah yang menyebabkan ia muntah muntah saat malam pertama kami berkenalan dulu.

astagfirulloh al adzim…ku coba memeluknya tatkala tubuhnya tergoncang, aku tak pernah melihatnya menagis sedemikan keras, kecuali di malam malamnya saat ia bermunajat pada Robbnya.

sabar ya mas..kataku menenangkan..insya Alloh, ini bisa di sembuhkan.

“sekarang adik sudah tahu siapa mas, mas bukan lelaki yang bisa membahagiakan adik, sekarang terserah adik, mas memberikan kebebasan kepada adik untuk memilih”

aku menagis terguguk, tidak mas..aku tidak mungkin meninggalkan mas terluka sendirian.kita akan lalui ini bersama, aku bisa menjadi teman tempat mas mencurahkan semua unek unek yang mas rasakan.aku tidak menuntut apa apa.kita di persatukan oleh dakwah ilalloh, maka hanya Allohlah yang bisa memisahkan kita”

sejak saat itu, kehidupan kami menjadi lebih tenang, semuanya sudah terungkap,kami rutin melakukan konsultasi, berusaha menghilangkan traumatik mas thok,kami terlihat seperti dua sahabat, hanya bedanya ikatan kami disaksikan oleh para malaikat.

dan kami berharap sekembalinya kami ke indonesia ini semua akan menjadi lebih baik, karena kami sekarang sudah bisa merasakan kehangatan cinta kami tatkala kami berpegangan tangan.aku berharap cinta itu  akan hadir disaat yang tepat.  dan Allohlah yang paling tahu kapan saat itu akan tiba.

 

selamat berjuang ya mba…jangan pernah menyerah karena kata Rosululloh juga “man la yarham la yurham” barang siapa yang menyayangi pasti ia akan di sayangi.meski tak selalu berbalas di dunia aku yakin, Alloh pasti memberikan balasan setimpal bagi orang orang yang tulus mencintai.doa kami menyertaaimu.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s