Berawal dari Rp.100,-

Di dunia ini tidak ada sesuatu yang kebetulan, bahkan jatuhnya selembar daun di tanahpun Alloh sudah mencatatnya.  Demikian juga dengan perkenalanku dengan dek Indah.  kami berkenalan di sebuah bazar yang di selenggarakan oleh sebuah organisasi wanita di jawa barat ini.Alloh mentakdirkan stand kami bersebelahan.pagi itu kami sibuk menata stand kami masing masing sehingga belum sempat berbicara panjang dan lebar, mata kami sekedar saling mengamati apa sebetulnya yang akan di pajang di bazar ini.

Sepintas orangnya ramah,matanya bersahabat sekali dan hem…tampaknya aku sudah mengenalnya lama…sekali, tapi ah..buru buru aku menepisnya, kan biasa kita sesama pemakai kerudung ini kadang terasa, sudah pernah ketemu atau kenal dimana gitu…

setelah semuanya tertata rapih,barulah mataku menjelajah ke arah stand stand yang lain. stand yang paling tidak membuat aku tertarik adalah justru standnya dek indah ini.sekilas aku lihat di mejanya ada setumpuk pembalut wanita yang hi…hi…aku tahu, dek indah ini orang MLM makanya aku langsung memasang benteng setinggi tingginya,bukan apa apa..sesama jeruk dilarang makan jeruk.keyakinanku bahwa dek indah ini orang mlm  ini di perkuat dengan setumpuk buku yang juga ia pajang di mejanya,sekilas aku baca, judulnya “pergi haji dengan Rp 100,-“.

ha?fikirku waktu itu..mana bisa pergi haji dengan serus rupiah kalo bukan dari MLM,paling paling ujung ujungnya juga money game.dan rupanya benteng itu aku bangun denagn sangat tinggi, hingga membuat aku tak menyapanya dengan ramah seperti kebiasaanku,aku justru kebih suka ke stand bros, kerudung,perlengkapan anak anak dsb.lumayan..cuci mata dengan murah, maklum diantara sesama pedagang kami selalu memberi “Harga tetangga” untuk sesama pemilik stand.

Manusia boleh mengelak, tetapi Allohlah yang membolak balikan hati manusia.Tat kala aku kembali ke stanku aku lihat beberapa ibu ibu mampir ke stand di sebelahku.dan tanpa aku sadari aku mendengarkan pembicaraan mereka.Dek indah dengan suara yang lebut menjelaskan khasiat pembalut yang ia jual..bla,bla,bla, yang sebagian penjelasannya sdh aku hafal saking banyaknya temanku yang menjual pembalut tsb.mengalir begitu saja,dan akupun mengikuti pembicaraan pedagang dan pembeli  tanpa aku sadari, hingga salah satu pembeli itu bertanya “ini buku apa mba?”, belum sempat di jawab oleh yang jualan tiba tiba dia membaca dengan suara keras “Pergi haji dengan 100 rupiah?ah..masa…gimana ceritanya nih?”

nah…ini dia nih..pasti ujung ujungnya MLM nih…diam diam aku mendengarkan penjelasan dek indah,

“iya bu..bisa saja…tidak ada yang mustahil bu, asl kita punya azam,ada usaha maka Alloh yang akan memudahkannya, pokoknya semuanya diceritakan di buku ini bu,kisah nyata loh..kalo ibu beli bahkan bisa langsung dapat tanda tangan yang menulisnya loh” jelas dek indah dengan lembut.

suaranya yang lebut membuat aku lebih seksama memperhatikan penjelasannya.dan dengan polosnya  ibu pembeli bertanya kembali “seratus rupiah ini maksudnya apa mba?kok bisa dapat langsung tanda tangan pengarangnya?, mba penulisnya ya?”

ha?penulisnya?tanpa ba bi bu..aku langsung berdiri dari kursiku dan dengan semyum pamungkasku akupun masuk dalam obrolan mereka “wah…bener, dek indah penulisnya yah?wah hebat..baru naik haji tahunkemarin ya?

“kok tahu” kata dek indah sumringah.

“iya tahu dong, tuh..kelihatan dari baju yang dek indah sekarang pake, ini seragam haji tahun lalu kan?” kataku penuh semangat.

mulai aku buka buka bukunya, wah…ternyata dugaanku salah, buku ini ternyata sukses story dek indah dengan suaminya yang berhasil naik haji.terus terang sebetulnya yang membuat aku tertarik adalah, kisahnya yang berhasil di bukukan, he..he..dlm hati aku berharap bisa berguru pada dek indah ini.

Subhanalloh…bener bener perjuangan yang hebat, selama ini aku merasa bahwa keberangkatanku ke tanah suci benar benar heroik penuh dengan perjuangan, ternyata,diatas langit masih ada langit.

Perjuangan dek indah dan suaminya ini tergolong unik, mereka adalah keluarga muda yang sangat sederhana, dari awal mereka menikah mereka sudah mengazamkan bahwa mereka  punya mimpi pergi haji di usia muda.suaminya hanya pegawai negeri biasa di sebuah departemen, sementara awalnya dek indah sendiri adalah seorang ibu rumah tangga biasa.  yah bisa di bayangkan sebetulnya sesederana apa kehidupan mereka.

aku sendiri sampai terharu mendengar  cerita tentang perjuangannya mengumpulkan koin demi koin, menimbang berbagai keinginan untuk membeli sesuatu, yang mereka beli adalah apa yang benar benar mereka butuhkan bukan yang mereka inginkan, meski terkadang ketika mereka jalan jalan ke mall, benar benar hanya hanging out, tanpa membeli apa apa, tentu saja dibutuhkan kecerdasan juga untuk mengelola menu di dalam rumah,dengan  berbagai makanan sederhana tapi tetap sehat dan bergizi.Dan aneka  olahan tempe dan tahu menjadi pilihan dek indah, dari tahu dan tempe goreng biasa, sampai pepes tahu,gulai tahu, orak arik tempe, perkedel tempe sampai sate tempe,dsb.Dan yang pasti dibutuhkan mental yang kuat juga, karena menurut cerita dek indah tukang sayur tempat dek indah biasa belanja saja sampai mengomentari ‘ah..kalo dek indah kan tempe tahu maniak”

Salut deh buat perjuangannya, hari ini kalo kita mau bertanya kepada semua kenalan kita apakah mereka ingin naik haji?hampir dapat di pastikan mereka akan berkata “oh..tentu dong” tapi ketika mereka kita tanya  kalo memang ingin pergi haji, sudahkah mereka hari ini berdoa ingi pergi ke baitulloh?sudahkan mereka mulai menabung untuk niat mereka pergi ke tanah suci?maka bisa juga di pastikan akan semakin terlihatlah siapa sebenarnya yang benar benar serius ingin pergi haji.

azam atau niat dari dek indah dan suaminya  untuk pergi haji benar benar mereka wujudkan tidak hanya di dalam hati saja.mereka memulainya dengan menabung koin demi koin yang mereka simpan di stoples astor, yang menurut penuturan dek indah sejak koin  Rp 100,- pertama di masukkan, maka berbagai keajaiban dan keberkahan mereka alami.  dari mulai suaminya naik pangkat sampai di terimanya dek indah menjadi PNS.Subhanalloh..benar benar Allohlah yang mencukupkannya, ketika seseorang sudah berniat haji maka Alloh pun akan mendatangkan rizki dari arah yang tidak di sangka sangka.

godaan untuk memakai tabungan wow…jelas ada dong, apalagi dengan kebutuhan yang semakin mendesak, kelahiran anak, sakit,dsb. tapi alhamdulillah mereka berhasil melewati ujian itu.kederhanaan, kesabaran dan keistiqomahan sepertinya sudah berhasil mereka terapkan demi “menjadi tamunya Alloh SWT”,
9 tahun mereka sabar menabung,sebuah penantian yang panjang untuk mengobati rasa rindu mereka kebaitulloh.dan penantian itu akhirnya datang juga ketika mereka akhirnya berhasil menjadi tamuNya pada tahun2011.Barakalloh,semoga menjadi haji yang mabrur.tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh.karena Alloh bukan memanggil orang yang mampu tetapi Alloh justru akan memampukan orang yang menjawab panggilanNya.

sekarang tinggal kita nih…kalau kita meniatkan ingin pergi ke baitulloh, maka mintalah kepada Alloh dalam setiap doa kita, bukankah Alloh swt berfirman “ud’uni astajiblakum” mintalah kepadaKu niscaya akan aku kabulkan, dan niat bukanlah bukan cuma di dalam hati, niat yang oleh Alloh swt dicatat sebagai satu perbuatan baik itu adalah niat yang di sertai dengan amal perbuatan yang menunjukkan kesungguhan niat  kita.

ini adalah gambar dek indah dan suaminya dengan stoples astor mereka :

Wallohu alam bi showab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s