Menjadi Muslim Militan? Why Not!!

Tidak semua teknologi berdampak negatif,  10 hari ini terakhir ini kita menyaksikan buktinya bersama, kita bisa menyaksikan nasib saudara seiman kita di palestina, bahkan  bisa menjadi world trending topik di sosial media, yang ternyata bisa mengetuk hati kita semua tidak terkecuali juga umat lain selain yahudi.

Kita juga bisa melihat, dari mulai surat saudara kita dari palestina, foto foto anak anak dan wanita wanita tak berdosa yang berdarah darah sampai ke vidio perjuangan mereka melawan kebiadaban tentara sebuah negara yang menamakan dirinya Israel.

Kita saat ini bukan hanya mau jadi penonton bukan?

Bukankah Alloh SWT di dalam surat Al hujurot berfirman  “innamal mu”minuna ikhwah” sesungguhnya setiap mukmin itu bersaudara.

Dan baginda Rosululloh saw pun bersabda “mukmin yang satu dengan mukmin yang lain itu ibarat seperti satu tubuh, jika ada anggota tubuh kita yang sakit maka akan sakitlah seluruh tubuhnya”

lalu apa yang bisa kita lakukan?

Hal   yang paling mudah dan semua diri kita bisa melakukannya  adalah Berdoa, mendoakan agar Alloh memberikan pertolongan kepada para pejuang palestina, (Allohummansur Mujahidinna fii Filistin),   Mereka saudara saudara kita di tanah palestina  adalah orang yang terlahir sebagai pejuang, mental mereka sudah terbentuk sejak mereka di lahirkan bahkan sejak mereka di dalam kandungan, para ibu yang sedang mengandung anak anaknya mempunyai jiwa yang kuat, mereka menginginkan menjadi bangsa merdeka yang bebas melakukan aktifitas mereka di tanah mereka sendiri, jiwa jiwa yang kuat inilah yang membentuk anak anak mereka menjadi anak anak yang kuat, yang tidak pernah takut akan desingan peluru.  yang tidak pernah takut akan kematian.jiwa yang kuat yang selalu merindukan Syurga.

Jiwa mereka yang kuat inilah yang membuat kita minder, sejak kita lahir kita sudah terbiasa dengan berbagai macam kenikmatan, bukankah negara kita aman, tentram, subur, gemah lipah loh jinawi (baldatun toyyibatun wa rodun Gofur), dan kenikmatan ini membuat jiwa jiwa kita banyak yang terlalaikan, hingga ketika hati hati kita terenyuh, dan ingin menyumbangkan jiwa kita untuk membantu saudara saudara kita di Palestina, mereka justru menolaknya, mengapa? yah, boleh jadi karena mental kita jauh berbeda, kita di tempa dengan keadaan yang berbeda.

tapi la tahzan, jangan kemudian kita bersedih dan bertambah minder karena kita tak sekuat mereka, kita tidak boleh terpuruk dengan segala macam penjajahan di sekliling kita yang tidak kita sadari, telah menjajah jiwa kita.

Saudaraku,bangkitlah jadikan jiwa kita se”MILITAN” mereka.

jangan pernah takut dengan kata militan, karena militan itu tidak seburuk yang kita bayangkan.Militan tidak identik dengan teroris.Militan identik dengan KAFFAH.

bukankah Alloh SWT berfirman “Ud’khulu fi Silmi Kaffah” masuklah ke dalam islam secara kaffah.jadi menjadi muslim militan sebetulnya adalah kewajiban kita semua.  sekali lagi jangan pernah takut menjadi muslim militan, karena menjadi muslim militan sesungguhnya sama dengan menjadi muslim yang KAFFAH.

jadi bagaimana supaya kita bisa menjadi muslim yang MILITAN?

yang harus kita lakukan  adalah perkuat ikatan kita dengan Alloh SWT, atau di sebut Quwwatu sillah billah

lihatlah perbedaannya, saudara saudara kita di palestina meski dengan peluru yang berdesing, meski dengan rasa tidak aman karena bisa saja setiap saat serangan bom bisa membombardir rumah mereka, tetapi mereka justru mudah sekali mencetak para penghafal quran.dan inilah yang justru membuat mental para Yahudi ini menciut.  karena mereka meyakini bahwa para hufas ini tidak pernah takut menjemput kematian mereka di tengah peluru tentara israel.

pertanyaannya adalah siapa yang mencetak para hufas itu?

Teringat cerita ustadzah Yoyoh Yusroh almarhum, beliau dulunya adalah duta rakyat palestina untuk wilayah asia pasific,  ketika beliau datang ke rumah rumah di palestina, beliau menjumpai fenomena yang menakjubkan.

sebelum saya ceritakan hasil infestigasi beliau selama di sana saya ingin anda merefleksikan sebentar, apa yang akan kita laukan jika di rumah kita ini, terjadi pemadaman listrik barang satu hari saja, apa yang akan kita lakukan?

he..he…saya sebagai ibu rumah tangga sudah bisa membayangkan betapa banyak kekacauan yang terjadi di rumah kita, karena tidak ada air dan listrik, tentu saja seluruh anggota keluarga kita tidak bisa mandi, kita para ibu menjadi tidak bisa cuci piring, baju, memaska, dsb.apa yang akan kita lakukan?boleh jadi kita akan keluar dan menanyakan pada para tetangga, karena para tetangga kita samakeadaannya dengan kita, boleh jadi akhirnya kita malah curhat masal, akhirnya malah ngerumpi…

ini bedanya!

Begini penuturan mba yoyoh yusroh, Kondisi perumahan di Palestina berbeda dengan kondisi rumah rumah kita di Indonesia, rumah rumah di sana berbentuk seperti apartemen (SAQQOH”  yang bertingkat tingkat, ketika terjadi pemboikotan terhadap kota GAZA, mereka tidak mendapatkan pasokan obat@an, makanan,dan  listrik Karena terjadi  pemadaman listrik maka otomatis air pun tidak mengalir di rumah rumah mereka, para ibu luar biasa ini maka bergotong royong memenuhi air air di rumah mereka dengan cara gotong royong, dari lantai bawah, diangkut ke lantai di atasnya dan seterusnya ke lantai paling atas.   apakah waktu mereka terbuang begitu saja dengan mengangkutin air?  ternyata tidak, karena sambil mengangkat air mereka sambil menghafal al quran.  jika mereka bersenandung maka senandung mereka adalah senandung para mujahid yaitu surat al anfal.

Jika ibu mereka seperti itu, tidaklah heran jika anak anak merekapun bersemangat untuk menghafal al quran, apa lagi nama harum brigadir al Qosam ada di hati mereka, mereka semua sejak kecil bercita cita menjemput syahid bersama pasukan al qosa, dan syarat untuk menjadi pasukan al Qosam adalah hafal al quran 30 juz

berikut adalah foto anak anak penghafal al quran yg ingin menjemput syahid dengan menghafal 30juz

 

yah..itu fenomenannya, membangun Quwwatu silah billah ( ikatan yang kokoh dengan Alloh SWT) ini bisa di bangun dengan kedekatan kita dengan al qur”an, karena al quran adalah sebaik baiknya zikir kepada alloh SWT.

Allh SWT dalam al Qur’an surat ali Imron : 31 berfirman ” Jika kamu benar benar mencintai Alloh maka ikutilah aku (Rosululloh saw).Niscaya Alloh akan mengasihi dan mengampuni dosa dosamu”.

apa yang akan terjadi jika Alloh mencintai kita?

yuk kita buka hadist arbain nomor  38 :

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhya Allah ta’ala berfirman : Siapa yang memusuhi waliku maka Aku telah mengumumkan perang dengannya. Tidak ada taqarrubnya seorang hamba kepada-Ku yang lebih aku cintai kecuali dengan  beribadah dengan apa yang telah Aku wajibkan kepadanya. Dan hambaku yang selalu mendekatkan diri kepada-Ku dengan nawafil (perkara-perkara sunnah di luar yang fardhu) maka Aku akan mencintainya dan jika Aku telah mencintainya maka Aku adalah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang dia gunakan untuk melihat, tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakan untuk berjalan. Jika dia meminta kepadaku niscaya akan aku berikan dan jika dia minta perlindungan dari-Ku niscaya akan Aku lindungi “ Riwayat Bukhori.

tepat sekali!.jika kita ingin  di cintai Alloh SWT, maka kita harus banyak melakukan ibadah ibadah yang sunah (nawafil), karena jika kita sering melakukan ibadah ibadah yang sunah maka kita akan di cintai Alloh.dan jika dan Alloh mencintai kita maka Alloh akan menjadi pendengaran, penglihatan,tangan dan kaki bagi kita, artinya Alloh akan selalu menjaga dan menolong kita.bahkan janji Alloh, Alloh akan mengabulkan semua permohonan kita.

jadi tunggu apa lagi, yuk banyak melakukan sunah Rosululloh saw.

secara teknis sebetulnya ada beberapa hal yang secara bertahap bisa kita lakukan agar kita bisa menjadi muslim militan.  :

1. Hatinya hidup, mau mendengar ayat-ayat Allah dan apabila disebutkan nama Allah, bergetar hatinya. Karena Allah adalah yang Maha Besar, maka pantaslah ketika nama-Nya disebut bergetar hati, dan bertambahlah keimanan ini. Hati seorang muslim yang militan dan shalih dihidupkan oleh dzikir yang senantiasa ia lakukan saat berdiri, duduk, maupun berbaring.

الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS. Ali-Imran: 191)

2. Dekat dengan Al-Qur’an, meskipun sesibuk apapun. Karena Al-Qur’an adalah dzikir terbaik serta Allah sudah menjamin kemudahan keseluruhan isi Al-Qur’an. Membaca Al-Qur’an haruslah dimulai dengan keimanan di hati, sehingga ketika dibacakan kepadanya bertambah imannya.

وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ ﴿١٧﴾

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (Al-Qamar: 17).

3. Kepada Tuhannya ia selalu bertawakal. Tidak pernah menyandarkan kepada kemampuannya. Sepenuhnya tawakal kepada Allah swt. Persiapan sangat penting akan tetapi itu tetap saja sepenuhnya hanya kepada Allah-lah bertawakal.

قُلْ إِنَّمَا يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٨﴾

Katakanlah: “Sesungguhnya yang diwahyukan kepadaku adalah: “Bahwasanya Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa. Maka hendaklah kamu berserah diri (kepada-Nya).” (Al-Anbiya: 108)

4. Suka beribadah, yaitu ibadah-ibadah mahdhah, salah satunya adalah shalat. Selain menyempurnakan yang wajib juga senantiasa menghidupkan shalat-shalat sunnah. Seperti yang telah dicontohkan oleh Rasulullah saw, beliau senantiasa menjaga shalat dua shalat sunnah entah dalam keadaan safar maupun mukim, yaitu shalat witir dan shalat qabliyah subuh.

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ ﴿٢٣٨﴾

Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’. (QS. Al-Baqarah: 238)

5. Senang dan mudah berinfak. Seorang muslim yang shalih dan militan sangat mudah berinfak dari apa-apa yang ia cintai karena ada sebuah kesadaran yang tinggi bahwa di setiap hartanya ada bagian untuk orang-orang miskin.

وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ ﴿١٩﴾

Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian. (Adz-Dzariyat: 19)

6. Tetap pergi berjihad, ringan maupun berat. Jihad di sini adalah al-qital (perang). Akan tetapi, muslim yang shalih dan militan mengetahui jihad dengan perang bukanlah menjadi dasar gerakan. Dasar gerakannya adalah kelembutan, dialog, dakwah, dan debat dengan cara yang terbaik. Namun, jika akhirnya belum berhasil juga dan bahkan membahayakan umat muslim maka berperang menjadi kewajiban

انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ ﴿٤١﴾

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. (At-Taubah: 41)

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ ﴿١٩٠﴾

Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. (Al-Baqarah: 190).

7. Para nabi berjuang bersama rabbaniyyun. Rabbaniyyun ini tidaklah tersedia seketika, melainkan membutuhkan tahapan-tahapan yang perlu dilakukan, yaitu: perekrutan, pembinaan, dan dakwah. Binaan para nabi ini selalu mau berjuang di jalan Allah juga, mereka selalu berusaha merekrut yang lainnya untuk pada akhirnya bersama-sama berbaris di jalan Allah. Berjuangnya para nabi (murabbi) senantiasa bersama dengan para binaannya (mutarabbi).

وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ ﴿١٤٦﴾

Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. (QS. Ali-Imran: 146)

8. Berani mati dan berani setengah mati. Terkadang ada umat muslim yang berani mati di jalan Allah, namun ketika ia setengah mati –dalam artian bisa jadi memiliki cacat tubuh atau keburukan fisik disebabkan jihad di jalan Allah– ia kecewa, menggerutu, dan bahkan putus asa terhadap karunia Allah. Akan tetapi, seorang muslim yang shalih dan militan ia akan tetap ridha dan ikhlas dengan itu semua, karena ia meyakini: segores luka di jalan Allah, kan menjadi saksi pengorbanan.

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ فَتَكُن فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ ﴿١٦﴾

(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Luqman: 16)

9. Berharap syahid di jalan Allah. Jika kita ingat kisah Khalid bin Walid, betapa besar pengharapannya syahid di jalan Allah. Tak pernah sedikit pun ia berpikir akan kembali ke rumah setelah berjihad di jalan Allah. Pernah dalam salah satu perang, sebagai komandan ia memerintahkan seluruh pasukannya mundur, agar ia bisa maju sendiri ke medan perang dan menjemput syahid. Namun, Allah berkehendak lain, majunya Khalid justru membuat musuh-musuhnya tunggang-langgang hingga Khalid belum juga berjumpa syahid di medan jihad.

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ ﴿٥٢﴾

Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan (kemenangan atau mati syahid). Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu.” (QS. At-Taubah: 52)

setelah semua hal di atas, Hal terpenting yang tidak boleh di tinggalkan adalah  ISTIQOMAH.

menurut imam an nawawi istiqomah adalah teguh pendirian.

Alloh SWT, di dalam al quran berfirman

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “”Tuhan kami ialah Allah”” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “”Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. QS.Fusilat : 30

inilah ayat yang di jadikan sebagai hiburan para mujahid,  mereka yakin akan Syurga yang di janjikan alloh SWT, sehingga mereka meneguhkan pendirian mereka untuk berjihad di jalan alloh SWT, tiada ketakutan bahkan tiada kesedihan di hati mereka.

subhanalloh, semoga Alloh memudahkan kita untuk menjadi muslim yang kaffah, dan terhadap ujian saudara saudara kita di palestina , kita harus yakin bahwa alloh akan segera menurunkan Tentaranya.  dan pertanyaanya adalah maukah kita menjadi tentara Alloh?

teringat sebuah surat di dalam al qur’an (“wa ma makaralloh, wallohu khoirun makirin”) yang artinya barang siapa yang membuat makar kepada Alloh maka Allohlah sebaik baik pembuat makar.

semoga alloh menggerakan hati kita untuk selalu bertambah baik disetiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s