AFF CUP? Seru yah?

http://ichsanfarro.files.wordpress.com/2011/03/2181145137_d91a88d36e.jpg

Tadi malam pertandingan  sebak bola, Indonesia vs  Malaysia piala “AFF”,

he…he..kita semua tahukan? belum pertandingan saja suporternya sudah panas…saling melemahkan  mental, mencaci, melecehkan, bahkan  lihat di beranda FB,  pagi pagi banyak juga  status teman teman  yang menurutku bernada provokasi.

Tadi malam faktanya Tim kita kalah, tapi tetaplah memberikan apresiasi mereka telah berusaha dengan baik.

memang satu satunya pertandingan olah raga yang paling banyak menyihir pemirsanya untuk fanatic berlebihan ya sepak bola, di kotaku saja ada sekelompok orang orang yang menamakan dirinya “bobotoh ” atau “Viking” buat mendukung tim lokal PERSIB.di jakarta ada Jack Mania, di surabaya ada “bonek” ,dsb.

jumlah mereka banyak…dari yang  biasa (fans) yang sekedar suka karena persamaan daerah sampai yang fanatic banget banget (Grupies) , he..he..itu kenapa aku amati juga beberapa pertandingan PILKADA, para ketua grupies ini banyak di datangi Para calon pemimpin.meski perlu di buktikan juga yah dengan survei, apakah signifikat kefanatican mereka para grupies ketika tim mereka beraffiliasi ke politic.

Melihat fenomena Provokasi ini jelas lah…aku nggak mungkin berteriak “woi..para penggemar bola” ati ati ya..ini profokasi..bagian dari stretegi yahudi untuk memecah belah manusia. Pertandingan bola yang tadinya di tujukan untuk persahabatan, membuat kita para penontonnya rehat sejenak dengan adrenalin dan endorprin yang keluar silih berganti karena melihat serunya pertandingan, tetapi karena adanya  profokasi baik yang langsung (dengan saling mengejek, mencaci maki sampai ke bulying antar suporter tim) sampai ke profokasi yang sifatnya tidak langsung…he…he…yang ini sifatnya rada MAGIS, sebab cara kerjanya memang menyusup ke dalam dada manusia, sifatnya indifidu, tak terlihat, tapi mereka sistematis…yah..betul…profokasi ini berasal dari syaiton.

Jadi harus bagai mana nih, jadi penonton bola, he…he…kalo setiap pertandingan ada provokasi bisa bisa pertandingan ini di laporkan ke komnas ham ! (edisi lebay nih..) nah lo…apa hubungannya ?ya iyalah..banyak yang terancam haknya , gara gara banyak sup0rter yang bikin gaduh, banyak yang nggak suka bola jadi ikutan terganggu karena caci maki, bahkan kalo tahu ada pertandingan tim tertentu kita yang semula mau bepergian jd ngebatalin..karena “sararieuneun” alias ketakutan.

nonton bola yang harusnya keluar hormon pemicu produktifiats dan kebahagian (endorprine) eh..karena isinya caci maki dan marah marah yang keluar justru hormon pemicu stress (kortisol)

Kalah menang dalam pertandingan adalah sesuatu yang biasa..suporter harus sadar yah..jangan ada dendam atau dengki.  Bahkan saya mah ada ide..kepada para seponsor bola, bikin juga sayembara buat para penonton sepak bola, sayembaranya bukan siapa yang menang atau berapa gol yang di hasilkan, coba bikin sayembara, siapa dari penonton yang bisa mengambil hikmah terbaik dari pertandingan bola yang baru saja berlangsung…hi..hi…asyik kayaknya keren lagi, karena penonton akhirnya bisa juga belajar sebuah tim work yang bagus.

yuk kita lihat bagaimana sebetulnya islam memandang sepak bola?

HUKUM OLAH RAGA

Olah raga disyariatkan dalam agama Islam, jika yang dimaksud adalah untuk melatih badan menjadi semakin kuat, sehat, semangat, jauh dari kema­lasan, dan supaya terhindar dari berbagai macam penyakit, serta supaya selamat dari perkara dosa.(Lihat Kurotul Qodam bainal Masholih wal Mafasid, h1m.19)

Dalam Islam terdapat beberapa olahraga yang dilakukan oleh kaum muslimin pada zaman Rosu­lulloh seperti gulat, memanah, berenang, me­ngangkat beban, lari, pacuan unta, dan kuda (ibnul Qoyim, kitab al furusiah)

Syaikhul Islam berkata : “Bermain bola, jika maksudnya memanfaatkan kuda (bermain bola di atas kuda) atau dengan manusia saja (tidak meng­gunakan kuda) untuk melatih kesigapan dalam menyerbu (musuh), atau (melatih kesigapan) masuk –keluar (benteng) dalam berjihad, selama tujuan­nya untuk persiapan jihad yang telah diperintahkan Alloh dan Rosul-Nya, maka ini adalah baik. Tetapi jika (olahraga) itu memadhorotkan kuda­-kuda atau manusia, maka hal itu dilarang.”

Syaikh Ibnu Utsaimin berkata : “Menekuni olahraga boleh dilakukan selama tidak melalaikan perkara wajib. Jika melalaikan yang wajib, maka hukumnya haram. Jika (olahraga tersebut) menjadi rutinitas sehari-hari sehingga menghabiskan wak­tunya, maka termasuk menyia-nyiakan waktu, dan paling ringan hukumnya makruh. Dan jika melakukan olahraga dengan mengenakan celana pendek sehingga terlihat sebagian atau hampir semua paha­nya, maka (olahraga) itu dilarang, karena sesung­guhnya (pendapat) yang lebih benar adalah para pemuda wajib menutup pahanya, dan tidak diboleh­kan melihat para pemain (bola) yang menampakkan pahanya.”[6]

he..he…sampai di sini kayaknya sudah jelas yah…bermain bola atau nonton bola itu sebenernya boleh, tergantung dari tujuannya yah..kalo untuk sesuatu yang mendatangkan kebaikan, seperti menjadikan badan kita jadi kuat, belajar strategi, team work,dsb.yah sah sah saja..asal ketentuan secara syar’inya terpenuhi, spt tidak membuka aurot bagi pemain bolanya (paha bg laki laki), tidak melalaikan dari hal hal yang wajib, spt sholat, tidak menyebabkan pecahanya persahabatan ,dsb.

nah buat kita nih para penikmat sepak bola, asalkan kita perhatikan rambu rambunya, silakan saja anda  bermain bola atau menonton sepakbola.tapi kalo tujuannya sudah melenceng, wah…tampaknya anda juga harus waspada yah..

karena saya adalah seorang ibu, orang tua dari anak anak say, saya juga lantas mencari sumber hukum yang jelas bagi anak anak saya yang salah satunya suka banget main bola,

SEPAK BOLA BAGI ANAK- ANAK

Selayaknya para orang tua atau para pendidik memberi kelonggaran bermain buat anak-anak didik mereka selama permainan mereka (baik sepak bola atau yang lainnya) tidak menimbulkan madhorot yang lebih besar. Ibnul Haj al-Abdari berkata: “Selayaknya anak-anak diizinkan untuk bermain dengan permainan yang bagus setelah menyele­saikan kegiatan belajar, supaya mereka bisa melepas lelahnya belajar, dengan syarat permainan tersebut tidak menambah mereka lebih lelah. Karena mela­rang anak-anak (untuk bermain) dan memaksa me­reka harus terus belajar membuat hati mereka mati, serta akan membekukan otak dan menghilangkan kecerdasannya, menjadikan mereka benci belajar, menyempitkan hidupnya, dan pada akhirnya me­reka mencari jalan untuk meninggalkan belajarnya secara keseluruhan.”

tentu saja kita perlu memberikan rambu rabunya bahwa bermain bola itu untuk mengambil manfaat spt kesehatan, kekuatan, team work,strategi,dsb.

Demikianlah tinjauan fiqih Islam atas sepak bola. Semoga Alloh menjadikan kita hamba-hamba yang selamat dari godaan setan. Wallohu A’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s