“Satu Tulisan lagi sebelum mati”

masih seputar tentang cita cita dan cinta, kali ini tentang cita citaku menjadi penulis,

Jangan hanya pernah mimpi menjadi penulis tanpa pernah menulis, setiap orang yang bisa berbicara pasti bisa menulis, karena menulis pada hakikatnya adalah menuangkan apa yang hendak di bicarakan, demikian juga denganku, meski belum sempurna tulisanku, tetapi aku akan terus menulis, karena ternyata dengan menulis aku menjadi lebih banyak berbagi, tentang banyak hal, aku menjadi lebih bijak dalam berkata karena setiap akan menulis aku berlatih memilih setiap untaian kata yang hendak aku tulis, dan aku berharap, anak keturunanku akan bisa menikmati rekam jejak nenek buyutnyaūüôā, apa yang dilakukannya, apa yang di bacanya, bahkan gejolaknya pun akan bisa terekam,

Tulisan Asma nadia tentang Satu Buku Sebelum Mati, cukup menginspirasiku,karena  setiap orang memiliki cerita.  Sebagaimana saya percaya, setiap kita pasti pernah atau barangkali pun masih melalui garis perjuangan yang jika dikisahkan akan menginspirasi dan menggerakkan lebih banyak orang.

mengutip cerita asma tentang perjanan hajinya,beliau bertemu seorang pembimbing haji yang sangat bijak. Dalam usia baru lima puluhan, beliau telah pergi haji sebanyak 28 kali. Jika ditambah dengan umroh, mungkin sudah 50 -70 kali Ustadz tersebut ke tanah suci.

Terbayangkan¬† pengalaman yang beliau miliki seperti apa,he…he…satu kali perjalanan haji saja bisa 40 cerita lebih jika dituliskan, aplagi 50 kali ke tanah suci, Berapa banyak yang bisa dipelajari umat dari setiap perjalanannya. Jamaah yang pernah mendapatkan bimbingan beliau, biasa memanfaatkan keberadaan Ustadz ini untuk bertanya tentang apa saja, demi menggali ilmunya.

ketika kemudian Alloh berkehendak memanggilnya, maka rekam jejaknya menjadi hilang, Sebab ustadz tersebut tidak menulis.   Tentu, bisa saja murid-murid Ustadz tersebut menuliskan pikiran, pengalaman dan perjuangan almarhum, tetapi pasti berbeda  jika langsung dari sumbernya. Ada detail, maupun emosi,  yang mungkin akan mengalami pergeseran, atau berkurang kekuatannya jika orang lain yang mengisahkan.

inilah kejadian yang membuat aku bersemangat untuk menulis, meski hanya dalam sebuah blog, menulis sama halnya membuat karya seni, dan seni sejati selalu memiliki umur yang panjang. Melalui tulisan, pikiran, cita-cita, perjuangan dan setiap persimpangan kehidupan yang pernah dilewati, tidak mati, sekalipun usia kita berhenti.

Terlepas diterbitkan atau tidak, tulisan akan menjadi warisan luar biasa setidaknya bagi keluarga yang ditinggalkan, bagi anak cucu,  hingga mampu memahami perjuangan yang dilalui orang-orang tua mereka. Generasi muda  akan   melihat betapa kesuksesan yang saat ini ikut mereka nikmati, berasal dari keringat dan perjuangan yang luar biasa.

Yah usia kita terbatas tapi, sementara sebuah tulisan akan tetap abadi meski kita telah fana..

Dengan menulis semoga cinta, semangat dan prinsip  yang saya pegang selama hidup, bisa terus menemani anak-anak sekalipun bunda mereka tak ada lagi di sisi. Berharap agar sedikit rekamam tulisan tersebut, bisa membantu mereka menghadapi persoalan kehidupan dan tantangan di masa depan. Syukur-syukur bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Untuk mereka, insya allah saya akan terus menulis hingga Allah memanggil nanti.

Spirit ” Satu tulisan lagi¬† sebelum mati”, membuat jari ini terus menari di atas tuts keyboard, menuliskan banyak hal yang bermanfaat.

Dengan tulisan tak hanya kesuksesan, bahkan kegagalan yang dilalui bisa menjadi inspirasi bagi orang lain. Dengan menulis pula, kita bisa membantu  orang lain agar tidak masuk ke lubang yang sama seperti yang pernah kita alami.

Dan insya allah dengan menulis yang disertai  keikhlasan, seseorang telah membuka rekening tabungan bagi amal jariyahnya. Sebab keran-keran ilmu tetap mengalir karenanya,  meski jantung tak lagi berdetak.

selamat menulis, karena menulis adalah bagian dari cara kita berbagi.  Selamat mencoba.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s