“Mba…ada yang mau aku ceritakan”

Judul diatas adalah judul sebuah bbm yang masuk ke bbku 3 hari yang lalu.bbm dari seorang ibu yang hatinya sangat gundah.  Sebetulnya kegundahannya sudah lama berlangsung, tanda tandanya aku rasakan sudah sekitar sepuluh hari yang lalu. tatkala kami pulang bareng dalam sebuah acara,  beliau sudah cerita..”mba…kenapa yah..si “AA” demikian ia memanggil anak sulungnya, “setiap pulang sekolah AA mah selalu masuk kamar, nggak keluar keluar , pintunya selalu di tutup”.katanya penuh dengan ke khawatiran.

saat itu aku melihat tak ada yang perlu di khawatirkan, apalagi menurutku, anaknya itu anak yang baik, sopan, penurut dsb.  jadi waktu itu aku cuma bilang “nyantai aja ceu, biasa anak laki laki mah, di buku mars and venus , kaum laki laki mah emang terkadang butuh waktu untuk menyendiri, istilahnya masuk gua ceu…jadi jangan di usik” kataku sok tahu…he…he…maklum kalo dengan dia sahabatku ini aku merasa lebih pengalaman ngurus ABG, karena kebetulan anakku lebih besar.”ilham juga gitu kok…kadang kadang dia diem seribu basa, malah terkesan jutek kalo di tanya” tambahku meyakinkan.saat itu aku lupa menerangkan bahwa aturan main di keluargaku adalah tidak boleh mengunci diri di dalam kamar, apalagi dengan hp dan laptop.  kalo ketahuan sedikit saja anakku mengunci kamarnya biasanya aku akan teriak “kakak….buka pintunya!!” dan terkadang denan sangat cool anakku akan menjawab “iyya mi…cuma bentar nih ganti baju kok”.he…he…kali ini emaknya ya paranoid.

eh lupa, sekarang aku nggak akan cerita tentang anakku, aku akan cerita tentang kelanjutan bbm temanku itu ya…hingga pada suatu sore kembali bbm ku menerima sebuahpesa “mba ada waktu ngga?, si AA mba…aku sampai lemes nih mau pingsan…” bbmnya sambil di PING berkali kali.

buru buru ku balas “aya naon ceu” tanyaku.

“istighfar nu seeur atuh “(istighfar yang banyak dong) kataku berusaha menenangkan

.”AA ceu…ketahuan di HP nya ada vidio porno” bbmnya sambil memberi simbol kepala yang lg nangis keras..

ku beri ia kesempatan untuk menuliskan semua yang dia rasakan dulu tanpa memberikan reaksi yang berlebihan kecuali hanya istighfar.

berikut bbmnya : ” untung si Aa masih polos ceu, semua tiasa di koreh…kata Aa, semua temennya juga suka lihat gituan, tapi langsung di hapus, jadi nggak ketahuan, padahal ceu abdi mah merasa aman…da temen ngumpulnya semua anak ustad..jadi we abdi merasa aman…mun si ustad tahu sigana kumaha nya reaksinya?abdi we rasanya lemesh , keluar keringat dingin semuanya”

“astagfirulloh al adzim…” ucapku dalam hati, dan kembali aku baca bbm nya, “ceu, abinya sudah telepon ke ustadnya , kebetulnya ustad guru ngajinya juga anaknya lima laki laki semua, jadi kata abinya pas dia curhat si Aa kena vidio porno, si ustadnya cuma tersenyum ceu, malah bilang “tenang saja, jangan reaktif, dulu semua anak abah juga ngalamin yang begituan, alhamdulillah sekarang masanya sudah lewat!” kata si ustad memenenangkan abinya” di akhir bbmnya dia masih pasang simbol kepala yang nangis.

membaca bbm shohibku tadi, sebetulnya ingatanku kembali ke peristiwa 3 tahun yang lalu, saat aku menemukan sebuah coretan gambar anak sulungku, sebuah gambar yang membuat jantungku berpindah ke tepak kaki, menghempaskan kepalaku ke dasar tanah yang penuh dengan batu,  saat itu aku terhenyak…dari sebuah tidur yang panjang…

aku adalah seorang ibu yang kebetulan aktif juga di salah satu organisasi wanita yang konsern terhadap pencegahan pornografi.  Tentu saja semua hal hal yang berkaitan dengan pencegahan masukknya pornografi ke rumah sudah aku protek sedemikian rupa, ayahnya juga terkadang mengisi pelatihan internet sehat untuk para remaja,di rumah internet siapapun boleh lihat asal di ruang tengah dan kami sudah memproteknya dengan program “nawala” , ketika semua proteksi sudah aku lakukan, ternyata masuknya infiltrasi tak senonoh itu justru merasal dari sekolah, justru membuat aku terhempas lebih dalam lagi.  Aku menemukan gambar coretan anakku yang “wow” astagfirulloh al adzim dari mana dia mendapat inspirasinya yah?

Saat itu yang pertama aku lakukan adalah duduk terdiam menangis…merekam ulang ucapanku sendiri kepada para ibu,

” anak yang sudah terpapar porno grafi maka ia akan menyerap apa yang ia lihat melalui matanya di serap oleh otak bagian depan dan di serap langsung dan di simpan oleh otak bagian belakngnya sehingga tidak akn mungkin terhapus!” hua…hua…semakin menangislah aku, apa lagi jika aku teringat ucapanku sendiri untuk meyakinkan para ibu  agar menjaga anak anaknya dari pengaruh buruk pornografi,

” bu, pornografi sama bahayanya dengan narkoba, yang di serang adalah otak bagian depan, otak tempat kita menganalisa baik dan buruk, jika anak sudah sering terpapar porno grafi maka ia akan susah menganalisa mana yang baik dan mana yang buruk!”

Sore  itu aku sembari tersedu, berusaha menata kataku dengan baik untuk menasihati anak sulungku yang menurutku masih sangat belia untuk mengetahui hal hal yang seperti itu,  bismillah,

jangan reaktif…jangan reaktif…dalam hati aku berusaha menghipnotis diriku supaya aku tidak bersikap reaktif.  dengan suara yang aku tahan tahan agar   yang keluar bisa selembut mungkin, “nak…ummi mau tahu dari mana ya?kakak mendapat inspirasi gambar seperti ini? kataku sambil menunjukkan coretan gambarnya.  tak kulewatkan ekspresinya sedikitpun, ku lihat kerlipan matanya yang terkaget kaget, seolah menyesali, kenapa gambarnya tak disimpannya dengan rapih. ” dia menatap mataku, “kalo aku aku kasih tahu ummi jangan marah ya?katanya memohon,  tentu saja  pelan tapi pasti aku anggukkan kepalaku,

Dan iapun menuturkan  bahwa ada salah satu temannya yang membawa sebuah buku komix ke sekolahnya, semua anak laki laki di kelasnya katanya sepakat buka bukunya rame rame di belakang kamar mandi sekolahan”.dan hiks…anakku…anak yang aku jaga bahkan sejak dalam kandungan itupun ternyata punya keingin tahuan yang besar sehingga jebolah pertahanannya…ia pun mengikuti apa yang di lakukan oleh teman temannya di luar sana.

Mendengar pengakuan anakku tadi, bukan sebuah tindakan yang bijak jika aku langsung memarahinya atau mencekokinya dengan berbagai nasihat, ku sentuh punggungnya untuk menenangkannya, mataku menerawang pada masa remajaku dulu, dengan pelan aku ceritakan bahwa pada masakupun hal seperti ini sudah terjadi, kenapa ummi bisa selamat dari hal hal yang tidak baik? kataku bertanya kepadannya, dan diapun menggelengkan kepalanya, lalu ku teruskan ceritaku, alhamdulillah yang pertama ummi syukuri adalah bahwa ummi di jaga sama Alloh, dari melakukan hal hal yang tidak baik, yang kedua, saat itu meski ummi belum tahu ada hadistnya, tapi ummi adalah orang yang selalu memilih teman, ummi akan selalu memilih teman teman yang banyak mendatangkan manfaat kebaikan kepada umi, ummi merasa kalo ummi itu berbeda dengan yang yang lain, dari semua sisi, (he…he…uminya rada narsis nih), ayah dan ibu umi adalah orang yang berpendidikan dan memberi pendidikan yang baik, dari mulai bahasa yang digunakan,  di ajari cara menghormati yang tua dan menyayangi yang kecil, ummi diajari tentang kejujuran dsb, sementara yang lain saat itu teman teman ummi orang tuanya hampi menyerahkan masakah pendidikan anak anak mereka kepada sekolahan, kenapa?karena mereka teman teman ummi rata rata orang tuanya sibuk mencari nafkah dari mulai subuh hari hingga magrib.

ummi merasa bukan ummi yang harus mengikuti mereka tetapi merekalah yang harus mengikuti ummi.Demikian juga dengan kamu anaku,

ku tatap matanya untuk meyakinkan bahwa Dia sangat spesial, “bagi kami, kamu adalah harapan kami, makanya kami berusaha selalu memberikan yang terbaik bat kamu semampu kami”,kataku sambil mengelus kepalanya,

air mata ini juga sudah tak mampu lagi aku bendung,” kamu telah ummi jaga bahkan sejak kamu dalam kandungan,  tak seharipun ummi lewatkan untuk membacakan alfatihah dan begitu di bacakan alfatihah, maka kamu langsung bereaksi nak, seolah engkau bergembira atas hadiah yang kami berikan kepadamu, aku dan ayahmu melantunkan alfatiha bersama, di dinding perut ummi, setelah engkau beranjak besar pun kami selalu mengajarkan kepadamu berbagai hal hal yang menurut kami sangat bergizi untukmu, setiap hari saat engkau mulai sekolah kami akan bersama sambil mengendarai motor melantunkan lagu “Mujahid Muda” karena engkaulah penerus kami, kami berharap banyak pada Mu sayang, bahkan harapan terindah kami orang tuamu adalah kita akan bersama sama bertemu lagi di syurga.

kutatap matanya, dan kulanjutkan nasihatku dengan tekanan yang kuat ” nak..kamu tahu perasaan ummi sekarang? ketika sesuatu yang ummi jaga , ummi lindungi dan ummi sayangi tiba tiba ada yang merusaknya, ummi nggak rela nak…nggak rela..” kataku…dengan suara yang terguguk…suasana kamar saat itu menjadi sunyi, anakku terdiam tak mengatakan sesuatu apapun,hanya suara sesenggukan tangisanku yang mendominasinya.berjanjinlah pada ummi kamu akan mempertanggung jawabkan semua yang kamu lakukan bukan hanya dengan ummi tapi dengan Alloh nak, umur ummi tak ada yang tahu kapan akan berakhir, ummi tak selamanya bisa mengawasimu, berjanjilah kepada ummi agar kamu menjadi lebih baik lagi dari sekarang, jadilah dirimu sendiri nak, ketika hati nurani berkata tidak maka beranilah berkata tidak.

entahlah…mungkin nasihatku tak sepenuhnya ia terima, boleh jadi syok terapi yang paling dasyat yang ia terima adalah tangisan umminya yang terguguk dengan sangat keras…

esoknya aku pergi ke sekolah menceritakan tentang perilakunya dan perilaku teman teman sekelasnya dan memohon mengawasi dengan ketat terutama anak yang berani membawa komix porno ke sekolah, memohon dengan sangat orang tuanya di panggil ke sekolah.

sejak kejadian itu, aku ibunya, bahkan ketika aku berada di tanah suci maka doa yang selalu aku lantunkan dan takpernah terlewat  adalah ” Ya Robb ya Aziz, dengan keagunganmu, dengan kekuasaaMu hamba memohon, hindarkanlah anak anak hamba dari pengaruh buruk lingkungan”

3 tahun telah berlalu, kemarin sore aku mencoba mengajak berbincang kepada sulungku, jika tiba tiba ada temannya yang menyodorkan sebuah situs yang bisa di down load apa yang kamu lakukan? ternyata dia tersenyum simpul, “ummi…jangan khawatir, dulu sehabis aku di pergoki ummi menggambar sesuatu yang tidak baik, aku langsung ambil konselling dengan kepala sekolahku, dan di beri beberapa tips, salah satunya adalah di suruh banyak kegiatan suapaya energinya habis,…capek dan gampang tidur, makanya semua cabng olah raga di sekolah kan kakak ikutan mi…, terus yang kedua, he…he… aku memasang wajah ummi yang lagi marah marah atau nagis, asli mi…nggak enak banget loh mie lihat ummi nangis dan marah, makanya aku nggak mau itu terulang kembali, jadi tenang aja mi…sekarang aku lihat film yang ada orang yang mau ciuman saja sudah nggak tahan mi..pinginnya memalingkan muka …apa lagi nonton begituan” katanya sambil menggerakkan telapak tangannya seolah ingin membuatku tenang.  diapun menyodorkan karya tulisnya “pengaruh internet pada generasi muda” lihat nih mi..baca ya…”kakak sudah tobat deh pokoknya”.

alhamdulillah, kataku, semoga semakin hari akan semakin baik…Jagalah terus keluarga kami ya Robb…doaku begitu mendengar penjelasan anakku.

sebagai orang tua wajarlah jika kita tetap harus waspada karena penelitian yang dilakukan oleh lembaganya bu Elli Risman  “Yayasan Kita dan Buah Hati “oleh konselor remaja periode Januari 2008 hingga Februari 2010 memaparkan fakta bahwa banyak anak sudah terpapar pornografi sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD). Dari responden berjumlah 2.818 anak kelas 4, 5, dan 6 SD, 67 persen sudah pernah mengakses situs porno.

Internet sesuatu yang tak bisa di hindari, di rumah bisa di cegah, warnet tersebar di sekliling kita, oleh sebab itu ajari mereka internet sehat, ajari mereka tentang sikap integritas, dan kita pasang pencegah situs porno dengan nawala atau sejenisnya, para ibu tetap melek internet ya bu, supaya bisa juga memantau siapa teman teman anak anak kita di dunia maya.

dan badai pasti berlalu, hari ini jangan heran jika kami sekeluarga masih bisa enjoy, bisa bermain internet dengan kesukaan  kita masing masing, anakku suka sekali ngulik, meng edit berbagai moment, merangkainya menjadi sebuah film film kecil yang lucu, terkadang pun ia mencorat coret blognya “coretandaku.wordpress.com, aku asyik juga dengan blogku dan suamiku pun bisa enjoy dengan web pribadi dan blognya, meski kami berada di dunia berbeda, tapi kami melaluinya bersama, sesekali saling menginformasikan apa yang di tulis, apa yang sedang di kerjakan. yah…dunia sekarang sudah berbeda, aku bisa menatap dunia maya dengan lebih positif tanpa merasa ketakutan yang berarti. meski kontroling tetap aku lakukan. internet bebas di ruang tengah kami, tapi handphone untuk anakku, tetap handphone jadul yang hanya bisa telepon dan sms.

untuk para ibu, memiliki anak anak abg ibaratnya seperti kita bermain layang layang, terkadang di ulur, tetapi sesekali kita arik kembali, kendali tetap ada pada kita orang tuanya.

Ilham Nurfathiya

4 responses to ““Mba…ada yang mau aku ceritakan”

  1. Subhanallah….Alhamdulillah…terima kasih mba atas sharing pengalamannya…sangat bermanfaat terutama bagi Sandra yang punya anak laki-laki.

  2. assalamu’alaikum bu… senangnya menemukan blog ibu. yg rajin mengisi blognya, nanti aku rajin bacanya…

    alhamdulillah, cerita yg membawa inspirasi dlm mendidik anak… makasih udah di share🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s