Janji Untuk Bunda

Sebuah tulisan lama yg aku temukan di catatan fbku tentang janjiku pada ibuku, Semoga kembali menginsiparsi,setiap anak yang ingin memberangkatkan haji ibunya,

sebuah kisah yang mengingatkanku pada sebuah janji,pada bunda terkasih,

Di awali dengan kebiasaaku membaca jurnal haji sebelum aku berangkat ke tanah suci,

dari situlah aku mendapat informasi seputar tanah mekah al mukaromah..kekinian..

ini cukup membantu loh…minimal kita sebagai calon jamaah haji bisa tahu kondisi mekah atau madinah yang terakhir…

seperti bagaimana kepadatan jamaah haji saat hari jumat…

Informasi yang mereka berikan terkadang di sertai saran..”.bagi para jamaah haji yang mau melaksanakan sholat jumat…di mohon untuk datang sekitar jam 10 pagi jika ingin mendapat tempat di dalam…setelah sholat jumat…kepada para jamaah di himbau  untuk tidak cepat-cepat ke luar masjidil haram…

beberapa informasi tentang kondisi kekinian aku catat supaya tidak lupa..dan alhamdulillah beberapa Informasi yang aku dapatkan dari koran lokal itu aku praktekkan di sana…terutama jika hari jumat,

aku sudah prepare untuk tidak pulang ba-da subuh…

habis sholat syuruk aku keluar masjidil haram bareng suamiku sekedar untuk  sarapan pagi,

sesudahnya kami cepet cepet deh kembali ke masjid lagi,

cari posisi yang nyaman…nyaman buat sholat…nyaman buat duduk…dan tentu saja nyaman buat berdoa.

kami selalu mencari tempat yang sesudut dg hajar aswad dan Multazam…

yah..ini sudah menjadi rahasia umum…kalo disudut ini memang banyak peminatnya…jadi kalo tidak lebih awal pasti tak kebagian tempat …

karena subhanalloh,

di sudut inilah kita memang bisa memandang ka’bah dengan keagungannya lebih lelusasa,

hampir tak ada jamaah yang tidak menangis saat memandang sudut ini,

di sinilah tempat tercurahnya…banyak air mata…tempat tercurahnya segala do’a …dan di sini juga…tempat yang paling enak untuk mengungkapokan segala permohonan kepada yang Maha Kuasa.

ketika hari jumat…kami para wanita tak di perbolehkan berada di shof-shof depan (di pelataran thowaff)

jadi siang itu aku berpisah dengan suamiku…beliau meminta ijin untuk berada di shof terdepan…berharap jumat ini bisa menempati shoff terdepan dunia.

karena sendirian aku merasa aman jika berada di tempat para wanita yang serumpun…

ku gelar sajadah di sebelah seorang wanita setenmgah baya yang sedang khusuk membaca Qur an.

“bu maaf..tempat ini kosong…”

ia menangguk sambil terus membaca Qur an.

Subhanalloh…sepertinya aku akan mendapat hikmah yang banyak dari wanita di sebelahku ini…

kuamati…bacaan Qur annya bagus…cepat tapi tepat…sepertinya juga aku mengira kalo beliau ini “bukan wanita biasa…”

 

karena sepertinya beliau tak mau di ganggu aku pun tak menganggunya…

ku ambil mushaff kecilku…ku baca perlahan agar tak sampai menganggu orang di sebelahku…

Alhamdulillah…karena tak banyak mengobrol…hari itu aku optimal di sana…lembar demi lembar mushaf  aku baca tanpa rasa kantuk sedikitpun…sepertinya aku juga terpancari aura positif wanita di sebelahku…

he..he..bukannya aura positif itu saling tarik menarik, alhamdulillah …nikmat yg tak terkira,

tiba tiba wanita “istimewa ” yang di sebelahku ini berkata kepadaku,

“dek…ibu titip tempat dan tas ibu ya…mau thowaff sebentar…”

aku menangguk,sambil dalam hati,akhirnya,ada juga pembicaraan ya..

“siap bu…insya Alloh saya jaga…” jawabku sigap

dan siuuut…sekejab beliau hilang di tengah lautan manusia yang berputar mengelilingi ka’bah..

tak lama beliau pergi…rasa-rasanya sekitar 20 menit…

tiba-tiba beliau datang sambil terengah-engah” Subhanalloh…Alhamdulillah…nikmat sekali rasanya…”

melihatnya terengah engah…aku segera ambilkan minum di luar tasnya,”ini bu,minum dulu bu”

” makasih dek”, katanya sambil menerima air zam zam dari tanganku.” adek dari mana…?katanya menyapaku

“saya dari bandung bu..nama saya Heni.” kataku sambil menyodorkan tanganku, ku sambut tanganya ku letakkan pada jidatktku sebagai penghormatanku kepadanya.

ehm…m,aaf dengan ibu siapa ya…tanyaku penuh rasa hormat, dan beliaupun memperkenalkan dirinya, “saya NURUL…heni ke sini sama suami? sambungnya.

“iya bu…ibu sendiri …dengan siapa .?” tanyaku balik ,dari bahasa mata dan tubuhnya sepertinya beliau agak  ragu untuk menjelaskan sesuatu padaku,

ehm…sekarang sendiri dek…tapi sebenarnya saya ke sini membawa jamaah saya yang berjumlah 200 orang..

“subhanalloh…jadi ibu teh pembimbing haji ya…?”

iya menangguk.. menurut pengamatanku lagi…sepertinya beliau agak jengah mendapat sebutan pembimbing haji…ehm…fikirku…”jangan-jangan beliau malah pemilik atau istri pemilik KBIH….

“Wah…banyak sekali jamaahnya bu…pada kemana mereka sekarang…

dia tersenyum simpul…”pada kecape an…mereka satu pun tak ada yang bisa mengimbangi saya…”

memangnya kenapa bu…apa yang ibu lakukan sampai mereka tak bisa mengimbangi ibu…tanyaku penuh keheranan..

“yah…saya mah cuma mengajak mereka…yuk…dioptimalkan selama kita di mekah…sayang sudah bayar mahal-mahal kalo cuma buiat tidur dan makan saja…yang mau ayo silakan bareng saya untuk thowaf di setiap waktu..”eh…baru ikut saya 2 hari …mereka sudah pada kelimpungan..ada yang sakit…adal yang capek…macem-macem lah alasannya.

Alhamdulillah Alloh kasih saya kekuatan ,kesehatan dan kesenangan dalam beribadah……yah…kesenangan…ketika saya thowaf…saya memng menyukai ibadah ini…ibadah inlah yang unik…tidak akan kita jumpai di manapun selain di sini…jadi…mumpung saya di sini dalam 1 hari saya targetkan minimal saya bisa thowaf di  11 waktu…sebelum tahajud, sebelum subuh, sesudah subuh…waktu dhuha, sebelum zuhur, sesudah zuhur, sebelum ashar ,sesudah  ashar…sebelum magrib, sesudah magrib…dan sesudah isya”

“Subhanalloh”spontan terucap dari bibirku, “banyak sekali bu?”

“harus hen”katanya, “kamu tahu tidak Alloh itu menurunkan rahmatnya di mekah ini 120 persen, 40 persennya untuk orang yang Thowaff”jelasnya penuh semangat.

“kamu sama suami…berapa kali kamu thowaff dalam sehari?” tanya bu nurul sambil menatap tajam langsung pada mataku…

“ibu…”sambil malu-malu aku mengaku…”saya aja yang masih lebih muda di banding ibu belum pernah kami  menembus thowaff di lima waktu, ” spontan ku peluk ibu nurul,” ibu hebat…apa rahasianya bu?” belum di jawab aku sudah bertanya lagi : “ibu sudah berapa kali ke sini?”

kembali ia ragu menatapku…seolah enggan mengatakannya ini padaku…dan ternayata dugaanku benar…terbukti dari pernyataannya berikutnya…

Hen…maaf…ini bukan berarti saya riya ya…tapi saya ingin kamu bisa mengambil hikmah dari perjalanan hidup saya…

(kaget aku mendengar namku langsung di sebutnya…terdengar akrab)

“ibu…alhamdulillah sudah ke haji 9 x”tuturnya…umroh bisa 2 atau 3 kali dalam setahun.

Subhanalloh…kok bisa ya bu…doanya apa bu…ajarin saya dong…saya juga pingin…selalu bisa ke sini saat saya mau…kataku sambil bergetar membanyangkan kenikmatannya bisa pergi berkali-kali.

Ku lihat matanya menerawang..

“awalnya…9 tahun yang lalu saya di di tawari  oleh seorang pemilik KBIH…untuk menjadi salah satu pembimbing haji di KBIH miliknya…”.kebetulan ibu ini lulusan sekolah agama hen.(merendah…karena ternyata dari kartu namanya titelnya adalah Dra.).

Kegiatan ibu  setiap hari dari dulu adalah…dari satu majelis taklim ke majelis taklim berikuitnya…mustami ibu lumayan banyak…jadi yah…mungkin ibu di anggap seperti gula yah…”tuturnya sambil tertawa kecut…”

tawaran itu ibu diskusikan dg suami dan anak-anak ibu…alhamdulillah mereka semua mensuport…dan,

jadilah ibu tenaga pembimbing KBIH tersebut.

“Rupanya ini adalah tarbiyah dari Alloh untuk Ibu, ini adalah kepergian haji ibu yang pertama sekaligus pengalaman pertama juga ibu membimbing haji” jelasnya sambil menatap ka’bah, mencoba mengingat kembali kenangan indahnya , dan beliaupun melanjutkan ceritanya kembali “kejadiannya sungguh di luar kuasa kita, dan di dunia ini tidak ada sesuatupun yang kebetulan semata, semuanya sudah di atur oleh yang Kuasa ”

Dulu ..( th yang lalu..jamaah kita terpisah gedung…yang jaraknya lumayan jauh…awalnya agak panik…kesel kepada pemilik…karena ibu harus mengurus segalanya sendiri…..ya memantau jamaah dengan segala tetek bengeknya.. sewa .biss sampai ke urusan tass milik jamaah…,kebetulan ibu mebawa 70 persen jamaah KBIH secara keseluruhan…sementara pemiliknya yang sudah berpengalaman hanya membawa 30 persen jamaah…

tapi saat itu ibu fikir kalo ibu panik bagaimana para jamaah…di sini ibu pembimbingnya..jadi…demi alasan profesionalisme ibu tidak boleh kelihatan panik…

Bismillah…dengan niat menolong itulah ibu berusaha mengatasi semua permasalahan  dengan kepala dingin…

kunci ibu cuma satu…ibu sering berdialog dan curhat dengan Alloh di depan multazam…mengadu-mengadu apa saja permasalahn yang ibu hadapi…mohon di mudahkan…alhamdulillah selama ibu membing haji yang pertama itu…semua berhasil di tangani dengan baik…justru di pengalaman pertama itulah ibu banyak belajar..dalam segala hal…yang selanjutnya bisa ibu manfaatkan untuk keperluan ibu selanjutnya untuk membimbing para jamaah haji…

terkadang ibu juga mencoba berdialog dengan yang Kuasa..bahkan suatu ketika….suatu ketika ibu pernah berdoa…Ya Alloh…mudahkanlah segala urusan hamba…hamba ingin engkau panggil kembali ya Alloh hamba kemari…5 tahun lagi ya Alloh…eh…tiba-tiba…doa itu ibu ralat…3 tahun lagi ya robb ijinkan hamba bertamu kembali…..ehm…ibu ralat lagi…tidak ya Alloh…hamba memohon denmgan kekuasaanmu…panggilan hamba setiap saat  kemari…kapanpun hamba mau jika engkau kehendaki…ijinkan hamba bisa bertamu kemari”.

 

sepulang dari hajii ibu yang pertama itulah…ibu mulai mempelajari bagaimana ya…caranya untuk mendirikan KBIH…dan alhamdulillah…karena suami ibu adalah seorang Lawyer…jadi masalah surat menyurat..perijinan dan lain sebagainya bukan maslah lagi…pengalaman ibu mengurus haji yang pertamna itulah ibu jadikan sebagai bekal  untuk mendirikan sebuah KBIH (Kelompok Bimbingan Ibadah Haji)

Alloh kabulkan doa ibu hen…makanya kamu banyak-banyaklah memohon di mekah…karena tidak ada yang tidak mungkin kalau Alloh yang Kuasa…

aku menangguk takjub…tiba-tiba..terlintas wajah ibuku dalam benaku…

“BU…doain heni ya bu…bisa menhajikan orang tua…”

Bu nurul melihatku heran…”ibumu belum haji hen?”

“belum bu…yah semoga  saya bisa segera mengumpulkan uang lagi untuk bekal ibu…awalnya memang ingin berangkat bersama bu…tapi tabungan kami belum cukup…” kataku memberi sedikit penjelasan…

“kamu kerja hen?

“Aku menangguk”

apalagi kamu kerja…insya Alloh bisa..katanya sambil memeluku…kemudian ia melihat ke depan..lihat…kita di depan multazam…mohonlah kepada Alloh agar di cukupkan rizkimu..berjanjilah kamu dengan ibu…untuk sesegera mungkin  mewujudkan niat muliamu…karena..kunci kebahagiaanmu itu diantaranya  ada di dalam kebahagiaan ibumu…”

terharu aku mendengar nasihat dalam dekapannya…ku cium tangannya..terimakasih bu…insya Alloh…kejadian ini akan saya ingat…agar saya tetap semangat mengejar mimpi untuk bunda terkasih….

Ya Alloh…di depan pintu Rumahmu ya Robb, hamba memohon…bukalah pintu rizki hamba…agar hamba bisa mewujudkan mimpi hamba…membawa bundaku terkasih bertamu di rumahMu….

“Robig firli wali-walidayya warham humma kama Robayani Sogiro..”

“ya Robb…Ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku…sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s