Surat terbuka Untukmu Mas!

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT6TiLN4O61DKjEbp59tNiqPMO0ryQxsGAyq4xV-333_jZj8UtK

Sepuluh hari terakhir kemaren, betapa aku selalu menyibukkan diriku, mencari berbadagai inspirasi kado terindah untuk aniversry kita yang masya Alloh..ternyata aku salah hitung mas..yang ke 16 ternyata ya..:D, bersamamu seolah waktu berjalan lebih cepat dari yang seharusnya mas.   untung tumpengnya belum di pesan…

tak berharap lebih bahwa engkaupun melakukannya.aku ingin seperti enam belas tahun yang silam, menjadi orang yang kasmaran tak sabar menanti esok tuk berjumpa denganmu…

he..he…terjawab sudah kan kenapa kalo deket abi, umi selalu ingin nyanyi “bang Roma :”Satu hari, tak bertemu, hati rasa, syahdu…”

Hari ini enam  belas  tahun yang lalu, aku sedang mempersiapkan semua hal yang berhubungan dengan persiapan pernikahan kita.tak ada kata pingitan.aku pulang ke rumah untuk membantu ibuku  3 hari sebelum pernikahan kita.  kulihat wajah capek ibuku, ada rona bahagia tapi ada juga rona ketakutan di dalam wajahnya, maklum ini pernikahan anak pertamanya.

hari itu, banyak sekali yang beliau tanyakan kepadaku, dari mulai bertanya tentang perlukah membeli kasur baru, lemari baru dan meja rias baru? maka dengan santai aku jawab,  “nggak usah bu, yang ada saja, toh nanti juga nggak akan di bawa bawa, mubadzir” kataku menenangkan ibuku.dan ibukupun menangis..merasa kasihan dengan putrinya..yang ditawarkan dibelikan ini dan itu tak mau.he…he…bagiku menikah denganmu adalah sebuah anugrah termegah dalam hidupku…(cie..kali ini pinjem kata katanya opik mas!)

Pesta yang aku pesiapkan tidaklah mewah, tapi aku ingin yang terbaik.  hanya aku berdua dengan ibuku yang membereskan rumah kami.mempersiapkan, tempat untuk menyambut saudara saudara yang akan datang pada esok harinya dari kampung.

Saat itu usiaku belum genap 24 th, kita memang teman lama, tapi  kita tak  melaluinya dengan pacaran seperti umumnya pasangan muda saat itu. tapi satu yang membuat langkahku mantab adalah bahwa “aku mencintaimu karena Alloh”

Dan perjanjian yang agung itupun berlangsung hikmat.masih ingat yah..hal yang membuat kita cair malam itu adalah karena engkau masuk angin mas…jadi aku ngerokin punggungmu deh…yah..meski kita teman lama, karena kita tak pacaran maka kekakuan diantara kitapun ada, dan..subhanalloh, ternyata pacaran setelah menikah itu nikmat ya mas..barokah kalo kata ibuku.  masih teringat juga..pertama kali aku membonceng di motormu, semua orang bersorak..menyuruh tanganku melingkar di pinggangmu, dan hi..hi..akupun dengan malu malu..melingkarkannya…

Seiring berjalannya waktu. Ah… betapa naifnya  aku  saat itu, menganggap bahwa aku  sudah kenal betul karakter calon suamiku  hanya karena kita sudah berteman lama sebelum memutuskan untuk menikah.

karena ternyata watak kita berbeda satu dengan yang lain..

satu tahun pertama pernikahan kita adalah satu tahun penuh ujian.  berbagai karakter kita masing masing muncul.terkadang bersyukur terkadang terkaget kaget, meski lebih banyak kagetnya ya…:)

Entahlah apa yang ada dalam benakmu saat itu tentangku, tapi dulu aku mengingingkan sosok yang sangat ideal sekali darimu, suami yang bisa menjadi imam bagiku, sekaligus suami yang Romantis, gagah seperti ZORRO, mumpuni dalam nafkah, bisa berkomunikasi dengan baik, tegas, bisa menghargaiku, mencintai orang tua dan keluargaku, mau bekerja sama dalam mengurus rumah tangga dan mendidik anak, bla bla bla… segala hal positif lainnya.

he..he…banyak sekali tuntutan idealnya ya…wajarlah jika kemudian aku mendapati hal yg tidak sesuai maka terkadang aku melakukan aksi protes…diam, atau menagis di kamar…maafkan aku karena aku belum bisa berterus erang padamu apa keinginanku saat itu.

Di tahun-tahun awal pernikahan kita kata adil dalam kamusku  adalah satu-satu, aksi-reaksi, bahkan kalah menang.bahkan dalam hal keuangan pun terkadang aku punya keinginan seperti itu…kalo engkau membagi uang dengan keluargamu satu bagian, maka satu bagian itu juga harus di keuarkan untuk keluargaku dan jika menurutku tak adil, tahukah apa yang aku lakukan mas/di dalam kamar aku menangis..merasa diriku tak di perlakukan tak adil🙂

he..he..sekarang aku jadi berfikir, picik sekali pikiranku saat itu ya mas?terlalu kekanak kanakn sekalee…but, alhamdulillah..dengan kesabaran penuh engkau didik aku menjadi Qurota a’yun bagimu, hingga akupun  bisa mencintai keluargamu seperti aku mencinta keluargaku.

sekarang setelah enam belas tahun aku semakin  tersadar, kenapa engkau tak pernah memprotes semua tingkah lakuku ya?aku yakin sosokku pun jauh dari sempurna seperti sosok yang engkau idamkan.

satu yang aku sukai darimu adalah sikap religiusmu, masih tersimpan dalam ingatanku, tatkala kita sedang bercengkrama, tertawa tawa, tiba tiba, engkau menagis mas, dan bersujud, bersyukur,,karena engkau merasa berbahagia..engkau bilang : telah menikahi wanita yang tepat untuk menjadi ibu anak anak kita kelak…dan hari hari selanjutnya apapun masalah kita, engkau selalu mengaitkannya dengan Robbmu.sehingga se expresi apapun diriku maka engkau akan selalu bisa menenangkannya.

Tahun tahun berikutnya ternyata kita bisa melaluinya dengan lebih baik bahkan semakin baik.  Kita belajar berkomunikasi. belajar mengenal diri kita masing masing dan saling memaklumi segala kekurangan.alhamdulillah..aku merasa bahwa komunikasi kita selam enam belas tahun ini tak pernah macet, aku yakin, justru karena sifat kita yg berbedalah maka kita bisa seperti sekarang ini, aku yang selalu bernyayi dan berkomentar dan engkau dengan diamu menjadi pengontrolku, karena semakin engkau bertambah diam maka aku akan semakin ketakutan🙂.

satu persatu buah hati kitapun lahir dari rahimku, semakin menambah rasa sayangmu pada kami keluargamu.  terkadang rasa haru itu menyeruak begitu saja tatkala melihat anak anak kita, betapa mereka adalah tanggung jawab kita.dan, mas, terima kasih telah memberikan kebahagiaan kepadaku selama ini.https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQEydCbozwLMFZkFdR6R7OtHXHT5l9icX0nY_wka5Kh0gMcdm4FGw

Maafkan aku selama ini,mungkin aku terlalu dominan, banyak mengatur atau mungkin banyak bicara  yah?

selalu membandingkan dirimu dengan panutan kita Rosululloh, padahal aku juga bukan hadijah, maafkan aku  ya mas, sebagai istri,  aku masih kurang mengabdi.

Sebagai ibu, di saat lelah pun terkadang menjadi kurang sabar, dan masih banyak lagi kekurangan dan kesalahan yang pernah aku perbuat, yang mungkin jika aku tulis satu per satu akan membuat penuh lembaran
buku dosaku.

Engkau hanya menegurku sekali sekali jika aku keterlaluan.  Tapi semakin hari aku semakin tahu, jika engkau sudah diam, maka justru itulah puncak kemarahanmu.

Diam Mu, karena cintamu padaku begitu besar, engkau tak ingin menyakitiku dengan kata kata.

Mas, aku harus banyak belajar denganmu bagai mana cara mengendalikan diri, insya alloh, selalu ada tekad untuk bertambah baik, memperbaiki diri, meskipun perlahan dan rasanya tidak akan pernah sepenuhnya berhasil jika mengingat tidak ada manusia yang sempurna.

But at least, aku  terus berusaha, meski tidak mudah, dan dengan diiringi doa, tanpa meributkan siapa yang salah, mulai dari diriku  sendiri, dan tanpa menunggu apalagi memintamu  melakukan perubahan terlebih dulu.

Selam sepuluh hari ini aku  pun mulai belajar melihat kelebihanmu, mengingat semua hal yang dulu membuat saya jatuh cinta dan memutuskan mau menerima pinanganmu.

Di lihat dari sisi manapun engkau adalah yang terbaik yang Alloh pilihkan untukku.  terimakasih telah memilihku menjadi ibu dari anak anakmu.

do’amu adalah penyemangatku dalam menjalani kehidupan.

Nasihatmu adalah cambuk bagiku untuk bertambah baik,

Gengaman tanganmu menguatkanku dikala  lara..

you are evriting, love u so much because Alloh.

aku adalah orang yang setiap hari selalu kasmaran denganmu mas🙂,

semoga bisa mendampingimu tak hanya di dunia tapi juga di syurga..

boleh nyanyi ya…(bukan mau kampanye Presiden loh..) tapi lagu ini syairnya pas banget…

bila kamu di sisiku hati rasa syahdu
satu hari tak bertemu hati rasa rindu
ku yakin ini semua perasaan cinta
tetapi hatiku malu untuk mengatakannya🙂

“barakalloh buat keluarga kita ya..semoga tahun ini dan tahun tahun kedepan keberkahan selalu menyertai langkah kita, happy aniversary 16 th ya mas, bersamamu langkahku menjadi kuat, mimpiku menjadi indah, terima kasih sudah memberikan yg terbaik untuk kami keluargamu”

Foto: Smoga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s