“singkapkan selimutmu, belajarlah dari para fakirin’

lelaki berusia 58 tahun itu namanya mang Karsa.  Meki kulitnya gelap karena sering terbakar matahari, tapi wajahnya bersinar, terlihat sekali kalo beliau adalah orang yang sholeh..apa lagi dengan bayangan hitam yang terlihat di dahinya.
Mang  karsa selalu mangkal di perempatan jalan deket hotel papandayan bandung tiap jam setengah empat pagi.
dan pagi itu,seperti biasa setelah melakukan Qiyamul lail, mang  Karsa selalu mengambil becaknya dan mengayuhnya ke tempat mangkalnya di sekitar hotel papandayan bandung, sembari menunggu sholat subuh ia berharap akan ada penumpang, jikapun tidak, begitu ada azan ia pasti akan segera mendatangi masjid di sekitar komplek tentara yang letaknya tak jauh dari hotel tersebut.
Berrr….hi…hi….gemertak gigi pak karsa menahan dinginnya pagi, ia berharap jika  menjemput Rizki lebih  pagi maka rizki yang di dapatpun akan lebih banyak, apa lagi akhir akhir ini anak sulungnya membutuhkan uang yang lumayan banyak buat pesiapan KKN. satu hal yang ia yakini adalah hal yang pernah ia dengarkan dari ceramah  ustad AA Gym , kalo pagi hari banyak malaikat turun untuk menebar  rahmat Alloh.
Segera ia parkirkan becaknya di pertigaan, dan seperti biasa juga  sambil duduk di atas becaknya ia ambil tasbihnya, dan dengan syahdu ia pun mulai melantunkan dan larut dalam  pujianNya…subhanalloh, subhanalloh., sementara dari jauh terdengar beberapa masjid  mulai memutar kaset bacaan alquran.tanda bahwa  tak berapa lama lagi azan subuh segera berkumandang…,
Diluar becak terlihat gerimis mulai turun, takut bertambah besar mang karsa memutuskan untuk menunggu subuh di masjid saja.ketika mang karsa akan memutar becak hendak menuju ke masjid, tiba tiba ada seorang laki laki yang memanggilnya pak…pak…pak becak..panggilnya sambil bertepuk dn melambaikan tangannya meminta mang karsa untuk mendekat.
“Bismillah” kata mang karsa memulai kayuhan pertamanya.  di dalam hati ia pun berdoa semoga keberkahan Alloh menyertainya.” mau kemana pak?” tanya mang karsa memecah kesunyian pagi itu.
“ke depan saja dulu pak” kata laki laki itu sambil menunjuk ke arah pasar Kosambi.Sambil ngobrol akhirnya mang karsa tahu kalo penumpangnya kali ini adalah seorang pengusaha batik dari Cirebon, yang mau buka cabang usaha di bandung.namanya pak budiana. seorang keturunan china muslim.
Pelan pelan  mang karsa mengayuh becaknya ke arah pasar kosambi, sambil jalan sambil bercerita, kira kira  sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di jalan ahmad yani, tarhim di masjid pasar pun  mulai terdengar dan kembali wak karsa bertanya, kepada penumpangnya, “hapunteun pak, bapak teh mau kemana?” masih jauh pak…?  punteun kalo bapak masih lama, saya carikan teman saya ya pak” kata mang Karsa  hati hati.
“Emangnya mamang mau kemana?” kata pak budiana heran.
“punten, saya teh mau ka masjid pak, parantos azan subuh” katanya pelan sambil sedikit membungkuk, sikap yang sebagian orang sunda miliki, tanda kalo ia sangat menghormati yang di ajak bicara.
(Dalam hati pak budiana kagum dengan jawaban mang karsa).meski dalam hatinya ia juga berkata “sebenarnya aku juga mau ke masjid pak..tadi karena aku pikir azannya masih lama, makanya pingin keliling dulu sambil ninjau rencana lokasi toko”, sambil terdiam,…tiba tiba keisengannya muncul…hingga iapun bertanya kepada mang karsa
” kan subuh itu , bisa jam limaan nanti pak, sekarang antar saya dulu ya..ke deket ruko yang sebelah rel kereta api!”
Jawaban mang  karsa ternyata di luar dugaan pak budiana,
” hapunteun juragan, saya teh sudah berjanji ke diri saya sendiri, nggak ketinggalan takbir pertama dari  imam kalo sholat berjamaah juragan”
emangnya kenapa bisa begitu, apa sih keutamaanya nggak ketinggalan takbir? tanya pak budiono penasaran,
“Ah, juragan bisa aja, pasti juragan budiono mah lebih tau dari mamang, da mamang ini mah orang kampung, bodo juragan” kata mang karsa merendah.
Jawaban ini justru  semakin membuat pak budiana bertambah kagum.”eh..bener  mang, cik naon keutamannya naon?(coba apa coba keutamaannya) abdi oge hoyong terang(saya juga mau tahu )” kata pak budiana memasang wajah penasarannya. penasaran karena hari ini, ada tukang becak yang sholehnya luar biasa.padahal di Cirebon apa lagi tukang becak yang suka mangkal di perempatan di komplek rumahnya..terkadang ia justru mengamati bahwa para tukang becak itu adalah pengangguran terselubung, bagaimana tidak..untuk mengangkut penumpang, mereka harus antri 7 becak. artinya kalo salah satu tukang becak itu narik, maka untuk narik yang kedua ia harus menunggu antrian 7 kali tarikan lagi. waktu  produktif mereka banyak yang terbuang, dan sebagian besar dari mereka untuk menunggu waktu nariknya dengan bermain catur atau bermain gaple, pake taruhan uang lagi…hikcs..kebayang anak istri mereka yang menunggu suami dan ayah mereka pulang setelah seharian bekerja, tapi ternyata yang di bawa uangnya sedikit, bahkan mungkin ludes di meja taruhan.
Kembail ke mang karsa, dengan santun ia memberikan alsannya “hapunteun nyak juragan, bukan berarti abdi ngesok nya gan, ini mah saur ustad nu aya di MQ fm, radio anu seeur ceramahnya gan, saur ustad nu diditu teh..kieu..sok saha anu sarolat teu ketinggalan takbiratul ikhrom yng pertama ti  imamna, Alloh swt ngabere dua kebebasan, anu kahiji kebebasan dari api neraka anu kadua kebebasan ti sipat munapik”
(terjemahan buat yang bukan orang sunda ya : “maaf juragan, bukan berarti sayai itu ngesok, ini mah kata ustad yang suka di mq fm, katanya siapa saja yang sholatnya tidak ketinggalan takbir pertama imamnya, maka alloh akan memberikan dua kebebasan, kebebasan yang pertama adalah kebebasan dari api neraka kedua adalah kebebasan dari sifat munafik”
Subhanalloh…wah..hebat nih tukang becak kata pak Budiana dalam hati, tapi keisengannya pagi itu belum berakhir sampai disini, sehingga tiba tiba lelaki itu melontarkan pertanyaan yang menggoyah keimanan wak karsa.
“mang kumaha mun kieu, mamang antarkan saya ke ruko heula, tidak usah ke masjid heula,  tapi mamang nemenain saya bentar lah..saya mau survey lingkungan ruko saya bentaran ajah..ntar kita sholatnya jam limaan lah..insya Alloh abdi  kasih Rp 500 ribu ka mamang!”  lagian, kan besok besok mamang ge tiasa sholat di masjid lagi?’ kata pak budiana sambil merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang ratusan ribu lima lembar…”cuman sekali ini aja ko, katanya sambil tersenyum ka mang karsa.
Dengan santun mang karsa menolak tawaran itu, dengan mengatakan bahwa shalat dua rakaat sebelum sholat subuh  itu lebih mahal daripada dunia beserta isinya!”
tabarakalloh,masih dengan perasaan takjub atas ketaatan mang karsa. akhirnya ia berkata ‘ ya sudah mang, hayuk atuh kita ka masjid heula yuk..bentar lagi azan..saya juga kan pingin saroleh kaya mamang” kata pak bidiana sembari masuk lagi ka becak.
dan tersenyum gembira wak karsa mengayuh becaknya ke sebuah masjid di belakang pasar kosambi…
Usai sholat dan puas berdoa. Pak budiana pun  lalu berdiri dan menghampiri tubuh mang karsa di peluknya erat erak tubuh mang karsa. Sementara mang karsa sambil membalas pelukan pak budiana sembari  keheranan.
ternyata keheranannya bertambah tambah setelah mendengar apa yang di bisikkan pak budiana, Dalam pelukan itu pak budiana membisikkan kalimat ke telinga mang karsa, “mang, bulan depan mamang berangkat umroh bareng keluarga saya ya, insya Alloh bulan maret besok kami sekeluarga berangkat umroh, dan saya berharap mamang tiasa ngiring sareng abdi yah”
Subhanalloh, segera mang karsa sujud syukur, labaik allohumma labaik..akhirnya mimpinya kesampaian untuk bisa bertamu ke Rumah Alloh swt, sesuatu yang ia mimpikan setiap saat meski ia tak tahu kapan akan terlaksana, tetapi Alloh tidak tidur,Alloh selalu mendengar setiap doa yang di panjatkan oleh hambanya.
wallohu alam bi showab.

NB : Untuk hamba-hamba Allah yang telah dan belum  menginjakkan kakinya di bumi yang disebut Rasulullah saw “ahabbu ardhin ilaa nafsii”, belahan bumi paling aku cintai, pasti kerindiun kali semakin memuncak…hyuk umroh bareng cordoba utama bandung. untuk info pendaftaran bisa hubungi saya ya..081322255241

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s