Bersahabat Hingga ke Syurga

Tersebutlah…sahabat Rosululloh saw…bernama Zubair bin awwam dan Thalhah bin ubaidillah
Mereka berdua adalah sosok sahabat Rosululloh yg si sebutkan bersahabat di dunia hingga akhirat.
Yg mirip karakternya, hawariyun, dermawan dan pemberani.
Keduanya baik zubair bin awwam ra maupun Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, adalah orang kaya.
Hartanya cukup melimpah. Meski begitu, dia gemar mensedekahkan hartanya kepada fakir miskin. Saking gemarnya bersedekah hingga dia tidak meninggalkan harta benda sedikitpun. Beliau adalah sosok sahabat yang mencurahkan jiwa dan hartanya di jalan Allah .
Zubair dan Thalhah bin Ubaidillah hidup dalam keadaan keduanya saling bersaudara karena Allah, hingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Thalhah dan Zubair adalah dua tetanggaku di Surga (nanti).”
Setelah terbunuhnya ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu, Zubair dan Thalhah berperang melawan ‘Ali bin Abi Thalib dalam sebuah peperangan yang dinamakan dengan perang Jamal.
‘Ali pun keluar untuk menemui Zubair, lalu dia berkata kepadanya, “Wahai Zubair, tidaklah kamu mendengar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditujukkan kepada dirimu: “ Sesungguhnya kamu akan memerangi ‘Ali (saat itu) kamu berbuat zhalim kepadanya.’”’
Setelah mendengar perkataan ‘Ali itu, Zubair langsung teringat akan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut, maka dia bersama Thalhah bin Ubaidillah pun segera mundur dari medan pertempuran.
Akan tetapi, para pembuat fitnah (kerusuhan) menolak untuk mundur, kecuali setelah mereka membunuh Zubair dan Thalhah.
Pertama kali mereka membunuh Thalhah; dan tatkala Zubair sedang mengerjakan shalat, tiba-tiba seorang laki-laki yang biasa dipangil dengan nama Ibnu Jurmuz melemparkan anak panahnya ke arah Zubair, hingga akhirnya Zubair pun terbunuh.
Selanjutnya, Ibnu Jurmuz pergi ke tempat ‘Ali bin Abi Thalib dengan maksud untuk menemuinya.
‘Ali berkata, “Sungguh aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘ Berilah kabar buruk kepada orang yang membunuh Ibnu Shaffiyah –maksudnya Zubair- bahwa dia akan masuk neraka.’”
‘Ali radhiyallahu ‘anhu pergi untuk melihat jenazah Zubair yang telah berlumuran darah.
‘Ali membalikkan jenazah Zubair itu guna menciumnya. Saat itu dia menangis sambil berkata: ”Demi Allah, sungguh dia adalah pedang Allah yang selalu membela Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
Jasad Zubair pun dikuburkan di samping jasad Thalhah agar mereka berdua dapat saling berdampingan di dalam kubur, sebagaimana ketika berada di dunia. Mereka telah menjadi dua orang yang saling bersaudara, lalu mereka berdua akan menjadi tetangga Rasulullah di dalam Surga, sebagaimana sabda beliau, “Thalhah dan Zubair adalah dua tetanggaku di Surga.
Maasya Alloh…
Inilah persahabatan sejati…
Dan seharusnyalah kita bisa mencari sahabat yg bisa membawa kita ke syurga…
Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s